Bacaan: Mazmur 19: 1 –15 | Pujian: KJ. 1 : 1,2
Nats: ”Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.” (Ayat 2)
“Aku terpesona oleh parasmu yang cantik dan pribadimu yang baik, aku ingin menjalani sisa hidupku hanya bersamamu.” Demikian perkataan Mukidi kepada wanita idamannya. Perkataan tersebut merupakan sebuah ekspresi kekaguman Mukidi terhadap wanita idamannya tersebut. Kagum merupakan sifat manusiawi yang dimiliki oleh manusia dan kekaguman terjadi atas pengetahuan yang cukup akan sesuatu yang dikaguminya. Kekaguman Mukidi terjadi karena pengetahuannya akan kecantikan dan kepribadian yang dimiliki oleh wanita idamannya itu.
Sang Pemazmur juga merasakan kekaguman yang sama. Ia merasa kagum atas perbuatan tangan Allah, karena ia melihat dan merasakan karya Allah yang sungguh sempurna. Mazmur 19:1-15, merupakan gambaran bagaimana Pemazmur menceritakan kemuliaan Tuhan yang dinyatakan melalui pekerjaan tangan-Nya dan Taurat-Nya. Sang Pemazmur terheran-heran dan terkesima melihat karya tangan Allah: langit, cakrawala, siang, malam, matahari dsb. Langit bercerita, cakrawala memberitakan, hari meneruskan berita, malam menyampaikan pengetahuan tentang kebesaran, kemaha-kuasaan, dan kemuliaan Allah. Ia menyaksikan dan merasakan semuanya itu yang memberikan kehidupan bagi bumi dan manusia. Keindahan, kemegahan, dan keteraturan jagad raya menunjukkan karya perbuatan tangan Allah yang sempurna. Sang Pemazmur juga menggambarkan bagaimana Taurat yang Tuhan diberikan melalui Musa menuntun hubungannya dengan Tuhan. Taurat Tuhan diekspresikan sebagai Firman Tuhan yang sempurna dan menyukakan hati.
Keberadaan alam semesta dan taurat-Nya sepantasnya menimbulkan pesona dan hormat kepada Sang Pencipta. Kalau langit saja bisa menceritakan pekerjaan Tuhan yang mulia, betapa lebih lagi kita sebagai ciptaan-Nya yang paling agung, yang dibuat seturut gambar-Nya dan yang telah diberi hikmat oleh-Nya. Sudah selayaknya kita menjadi pencerita kemuliaan Allah dan pemberita pekerjaan tangan-Nya dengan cara menghargai dan menghormati karya Allah yang sempurna itu. Mari kita melestarikan, memelihara, merawat, dan memanfaatkan kehidupan dan keindahan segala karya ciptaan Allah secara bertanggungjawab. Karena keutuhan, keindahan, keteraturan segala karya ciptaan Allah itu merupakan sarana untuk membuat orang lain terpesona akan karya Allah. Amin. [YHS].
“Sesungguhnya apa yang diciptakan Allah adalah bukti dari kemuliaan dan kebesaran-Nya.”