Cerita Kehidupan Pancaran Air Hidup 2 November 2021

2 November 2021

Bacaan: Kisah Para Rasul 7 : 17 – 29 | Pujian: KJ. 427
Nats:
“Tetapi makin dekat genapnya janji yang diberikan Allah kepada Abraham, makin bertambah banyaklah bangsa itu di Mesir, …” (Ayat 17)

Jaman yang terus berkembang saat ini membuat banyak orang tidak bisa jauh dari gawai atau handphone yang dimilikinya. Orang lebih banyak melihat dan membaca status, kabar berita yang ada di media sosial, chatting yang ada di whatsapp atau aplikasi yang lain. Hal ini yang membuat sebagian orang pada akhirnya enggan berlama-lama membaca buku cerita, novel dalam bentuk buku. Hal ini dianggap sesuatu yang membosankan dan orang suka yang instan. Padahal banyak yang menarik dari buku cerita, misalnya memperhatikan sampulnya, alur ceritanya, para tokoh dan karakternya, pesannya, dll.

Alkitab juga berisi tentang berbagai cerita atau kisah kehidupan dengan sejarahnya yang panjang, yang dibingkai dengan rencana Allah yakni rencana keselamatan. Dengan mengenang dan memaknai kisah dari tokoh Alkitab akan membantu kita untuk senantiasa berefleksi atas kehidupan yang kita jalani, seperti yang dilakukan oleh Stefanus. Dalam pembelaannya di hadapan Imam Besar, Stefanus mengisahkan kembali tentang kisah perjanjian Allah dengan Abraham, perjalanan hidup bangsa Israel yang harus melewati penderitaan di tangan Firaun hingga perjalanan kehidupan Musa. Tujuannya memaparkan fakta ini bukanlah untuk menarik simpati para pendakwanya, tetapi Stefanus ingin menegaskan bahwa Tuhan akan terus menyertai umat-Nya. Sebagaimana rencana Tuhan untuk memelihara Israel, maka kemudian bertunaslah penyelamat dunia, yakni Yesus Kristus.

Menghargai kehidupan sebagai anugerah dari Tuhan membawa kita menyadari bahwa segala sesuatunya sudah ada dalam rencana dan kehendak Tuhan. Terkadang kita berjumpa dengan berbagai karakter, mengalami jatuh bangunnya kehidupan, perjuangan hidup yang tiada henti dan belum berakhir sebab memang cerita kehidupan kita masih berlanjut. Ketika cerita kehidupan masih berlanjut maka tetaplah meyakini bahwa Tuhan senantiasa menyertai dan kehendak-Nya adalah yang terbaik bagi kehidupan kita. Amin. [Itha].

“Sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan ini bukanlah suatu kebetulan, Tuhan sudah merancangkan skenario-Nya untuk masing-masing orang.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak