Ingat, Tahu, dan Melakukan Tuntunan Ibadah Remaja 19 September 2021

6 September 2021

Tahun Gerejawi: Bulan Kitab Suci
Judul: Ingat, Tahu dan Melakukan!
Tema: Sikap Mengingat
Bacaan Alkitab: Lukas 2: 25-35
Ayat Hafalan: Ibrani 13: 7 – “Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.”
Lagu Tema: Firman Tuhan Kudengar

Tujuan:

  1. Remaja dapat menyebutkan puji-pujian Simeon ketika ia bertemu dengan Yesus di Bait Allah.
  2. Remaja dapat mendaftar bacaan Firman Tuhan sebulan yang lalu.
  3. Remaja dapat membuat cerita singkat atau puisi atau naskah dari salah satu bacaan Firman Tuhan sebulan yang lalu.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Pada saat keadaan rohani yang menyedihkan, Simeon yang benar itu tetap setia kepada Allah, sambil menanti dengan iman, kesabaran, dan kerinduan yang besar akan kedatangan Mesias. Simeon digambarkan sebagai pribadi yang saleh dan benar-benar menggambarkan kerinduannya untuk dapat berjumpa dan melihat Sang Mesias yang diyakini sebagai Juruselamat dan yang akan membebaskan orang Yahudi dari para penindas mereka. Sebuah kesaksian yang sangat mempermuliakan Tuhan Sang Mesias diberikan oleh Simeon. Sebuah kesaksian yang meninggikan nama Anak itu serta mungkin merupakan pendahuluan yang menyenangkan bagi para imam untuk mengenal Juruselamat.

Catatan yang ada mengenai Simeon adalah bahwa ia tinggal di Yerusalem dan dikenal karena kesalehannya dan kedekatannya dengan Allah. Sejumlah pakar yang akrab dengan para penulis Yahudi menemukan bahwa pada masa itu memang ada seseorang yang bernama Simeon, seorang yang terkemuka di Yerusalem, yang adalah anak Hillel dan yang menjadi orang pertama yang memperoleh gelar Rabban, gelar tertinggi yang mereka berikan kepada alim ulama mereka dan hanya diberikan kepada tujuh orang di antara mereka. Ia menggantikan kedudukan ayahnya, Hillel, sebagai pemimpin sekolah tinggi yang didirikan ayahnya, dan juga sebagai pemimpin majelis Sanhedrin. Orang-orang Yahudi mengatakan bahwa ia dikaruniai roh nubuat, dan ia digeser dari kedudukannya karena ia bersaksi menentang pandangan umum orang-orang Yahudi perihal kerajaan sementara Sang Mesias. 

Pendahuluan

  1. Pamong meminta Remaja secara bergantian membacakan bacaan Alkitab dari Lukas 2: 25-35.
  2. Berikan pertanyaan tentang Bacaan Alkitab atau inti Firman pada Minggu-Minggu sebelumnya kepada Remaja!
  3. Evaluasi apakah mereka benar-benar mengingat apa yang telah mereka dengar dan renungkan sebelumnya atau tidak!

Cerita
Ketaatan kita kepada Tuhan akan membawa kecintaan untuk senantiasa memperhatikan dan mengingat segala kesaksian dan Firman-Nya. Hal ini tergambar dalam kisah kehidupan Simeon yang dikenal dengan kesalehannya kepada Allah. Tentu itu bukan hanya sekedar kata tanpa makna, namun Simeon benar-benar melakukan itu dengan berdasarkan kesetiaan imannya. Bahkan Simeon berusaha untuk dapat berjumpa dengan Tuhan Yesus yang adalah Mesias. Keingintahuan dan kerinduan itu benar-benar ingin diwujudnyatakan dalam kehidupannya. Dan ketika apa yang diharapkan itu benar-benar dialami, Simeon semakin teguh imannya di dalam Tuhan. Karena sejak semula ia tahu dan mengingat apa yang menjadi kesaksian Firman Tuhan, dan pada masa hidupnya dia pun dapat membuktikan bahwa semua yang telah didengar dan diingatnya itu benar-benar terjadi dan disempurnakan oleh Allah dalam karya kehidupan umatNya. 

    Simeon memperoleh janji yang indah bagi dirinya sendiri, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Sang Mesias (ay. 26). Simeon menyelidiki waktu yang dimaksudkan oleh Roh Kristus melalui para nabi dalam Perjanjian Lama, apakah waktu itu bukan sekarang yang sudah dekat ini, dan ia menerima pernyataan Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Kedatangan Simeon di Bait Allah bertepatan dengan saat Kristus dipersembahkan di sana (ay. 27). Pada saat itu, ketika Yusuf dan Maria membawa Anak itu untuk didaftarkan seperti apa yang ditentukan oleh Hukum Taurat. Datanglah Simeon ke Bait Allah, oleh petunjuk Roh Kudus. Roh yang sama, yang telah memberikan dukungan dalam pengharapannya, sekarang menyediakan jalan bagi sukacitanya. Pengalaman Simeon melalui apa yang terjadi atas bangsa Israel, menjadikan ia semakin yakin bahwa janji Allah itu digenapi dan keselamatan itu dinyatakan. Puji-pujian yang dinyatakan oleh Simeon dalam bacaan kita saat ini menunjukkan bahwa ia beriman dengan tulus dan sungguh kepada Tuhan. Simeon percaya pada setiap janji dan firman yang telah ia terima di sepanjang hidupnya, maka dengan demikian Simeon benar-benar mau menyerahkan hidup dan kehidupannya kepada Tuhan sendiri. 

Rekan Remaja yang terkasih, ingatkah kita akan segala kebaikan Tuhan yang telah kita rasakan? Sama seperti Simeon yang begitu mengingat kebaikan-kebaikan Tuhan itu, maka melalui FirmanNya, hendaknya kita dapat beriman dan hidup setia kepada Tuhan yang adalah Juruselamat kita semua. 

Aktivtas

  1. Remaja dapat membuat cerita singkat atau puisi atau naskah dari salah satu bacaan Firman Tuhan sebulan yang lalu.
  2. Aktivitas tersebut bisa dilakukan saat selesai Renungan, atau jika tidak selesai bisa dilanjutkan di rumah dan dikumpulkan di Minggu berikutnya. 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak