Menjadi Pendengar Firman Tuhan yang Baik Tuntunan Ibadah Remaja 12 September 2021

30 August 2021

Tahun Gerejawi: Kitab Suci
Judul: Menjadi Pendengar Firman Tuhan yang Baik
Tema: Sikap Mendengar

Bacaan Alkitab: Lukas 10: 38-42
Ayat Hafalan: Mazmur 103: 20 – “Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya.”

Lagu Tema: Baca Kitab Suci Doa Tiap Hari

Tujuan:

  1. Remaja dapat menjelaskan hambatan-hambatan untuk bersedia mendengarkan firman Tuhan.
  2. Remaja dapat memecahkan masalah penyebab sulitnya mendengarkan firman Tuhan.
  3. Remaja dapat membiasakan diri mengikuti kegiatan mendengarkan pengajaran Kitab Suci dalam Ibadah, PA, Katekisasi).

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Ramah tamah adalah tradisi dan sikap yang wajar yang ada di lingkungan Yahudi. Pada bagian perikop sebelumnya menceritakan perempuan Samaria yang baik hati, sehingga dapat dikatakan bahwa keramah-tamahan (seperti perempuan Samaria) juga berada di dalam diri Maria dan Marta. Tuhan Yesus tidak mempermasalahkan sikap ramah tamah yang ditunjukkan oleh Marta, namun yang menjadi permasalahan adalah Marta teralihkan oleh yang lainnya yakni kekuatiran dan distraksi (tidak fokus), kata Yunaninya adalah “perispato” berarti teralihkan oleh yang lainnya. Tuhan Yesus mengetahui apa yang menjadi kekuatiran dan pengalihan sikap Marta. Sikap Marta yang tampaknya ramah tamah ternyata hanya ada di permukaan saja. Hal ini dapat dilihat dengan pertanyaan Marta yang condong ingin mempermalukan saudaranya sendiri di depan para tamu, bahkan Marta bersikap lebih bahwa Yesus tidak memperdulikan dirinya (ayat 40). Inilah yang menjadi kekuatiran dan pengalihan Marta. Tuhan Yesus tidak memilih mana yang benar, antara Marta dan Maria. Yang menjadi poin penting Tuhan Yesus adalah keramahtamahan. Bahwa ramah-tamah harus benar-benar disertai dengan kesungguhan hati. Jika Marta benar-benar memiliki kesungguhan hati maka ia tidak akan mempermalukan saudaranya bahkan sampai mengatakan bahwa Tuhan Yesus tidak memperdulikan dirinya. Tuhan Yesus ingin mengatakan tentang kesungguhan hati dalam hal apapun baik melayani maupun mendengarkan

Pendahuluan

  1. Pamong membacakan bacaan Alkitab dari Lukas 10: 38-42.
  2. Minta Remaja untuk menyebutkan dalam satu kalimat yang mereka pahami dari bacaan Alkitab tersebut. 
  3. Evaluasi apakah mereka bisa mendengarkan dengan baik saat Pamong membacakan bacaan tersebut.

Cerita
Setiap kita pasti pernah mendengarkan, baik mendengarkan Firman Tuhan, mendengarkan pesan yang disampaikan saat berbicara dengan orang lain, mendengarkan musik, mendengarkan suara-suara yang ada di sekitar kita, mendengarkan cerita dongeng, cerita sejarah dan lain sebagainya.  Sebenarnya apa sih arti mendengar? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia “mendengar” berarti dapat menangkap suara (bunyi) dengan telinga. Berarti ada kegiatan yang kita lakukan dalam upaya menangkap suara atau pesan yang disampaikan kepada kita. Namun dalam hal mendengar kita juga sering mengalami kesulitan atau hambatan. Kendala itu misalnya saja ada suara-suara lain yang kita dengan di luar suara utama yang seharusnya kita dengarkan (misalnya ketika mendengarkan cerita dari orangtua tiba-tiba ada hujan deras yang datang sehingga membuat pendengaran kita terkendala), kendala lain misalnya ada bahasa yang mungkin tidak bisa kita pahami dalam pesan yang kita dengarkan dan kendala yang lainnya? Mungkin kalian bisa menyebutkan….. (Beri kesempatan Remaja untuk menyebutkan). 

Kesempatan mendengarkan juga dilakukan oleh Maria saat Tuhan Yesus bersama dengan Para Murid berada dalam rumahnya. Maria dan Marta begitu bersemangat menyambut kedatangan Tuhan tersebut. Walapun mereka adalah saudara, namun mereka memiliki sikap yang berbeda dalam menyambut kedatangan Tuhan dalam rumah mereka. Maria mengambil sikap untuk tetap berada dekat Tuhan dan mendengarkan setiap pengajaran melalui perkataan Tuhan. Sedangkan Marta memilih untuk menyambut Tuhan Yesus dengan mempersiapkan hidangan, Marta tampak sibuk sekali dan terlihat ingin menegor sikap diam Maria yang dianggap tidak membantunya. Tuhan Yesus tahu apa yang sebenarnya menjadi isi hati Marta yang ingin menegor Maria dan menyalahkan sikapnya di hadapan Tuhan Yesus dan Para Murid. Namun Tuhan memberikan penjelasan kepada Marta bahwa setiap orang berhak untuk merespon dan memilih caranya dalam menyambut seseorang dan memutuskan dalam bertindak. 

Tuhan Yesus tidak mempermasalahkan sikap ramah tamah yang ditunjukkan oleh Marta, namun yang menjadi permasalahan adalah Marta teralihkan oleh yang lainnya yakni kekuatiran dan tidak fokus apa yang seharusnya dilakukannya. Sudah menjadi kebijaksanaan dan kewajiban bagi setiap kita untuk memilih bagian yang terbaik, untuk memilih melayani Allah sebagai urusan kita, memilih anugerah Allah untuk kebahagiaan kita, dan memilih untuk mengikuti Tuhan Yesus, sebagai urusan kita supaya kita memperoleh kebahagiaan. Maria bisa memilih apakah ia akan turut menyibukkan diri bersama Marta dan memperoleh pujian sebagai pengurus rumah tangga yang baik, atau duduk dekat kaki Kristus dan membuktikan diri sebagai seorang murid yang penuh semangat. Menjadi pendengar yang baik ternyata tidak mudah, ada banyak halangan yang bisa saja datang menghalangi, bisa dari faktor diri sendiri, orang di sekitar kita dan lain sebagainya. Namun ketika kita dapat fokus pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan mampu menyelesaikannya dengan baik. Belajar dari Maria dan Marta yang sangat ramah dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus dalam rumah mereka, maka seharusnya demikian pula kita menyambut Tuhan yang menyapa setiap hidup kita. Pilihan menjadi pendengar yang baik atau yang melayani Tuhan dalam hal yang lainnya, bisa juga kita lakukan. Namun diatas semuanya itu janganlah kita mendasarinya dengan sesuatu yang salah yang bisa saja membuat Tuhan Yesus menegor sikap kita dan menyalahkan tindakan yang kita lakukan. 

Aktivitas

  1. Remaja membuat ringkasan renungan atau bahasan Alkitab baik dalam Ibadah, Katekisasi dan PA yang diikuti. 
  2. Tugas tersebut ditulis dalam buku aktivitas untuk melanjutkan kegiatan pada Minggu sebelumnya. 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak