Tahun Gerejawi: Bulan Kitab Suci
Judul: Bertekun dalam Membaca Firman Tuhan
Tema: Rajin Baca Kitab Suci
Bacaan Alkitab: I Timotius 4: 1-16
Ayat Hafalan: Roma 15: 4 . “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.”
Lagu Tema: Firman Tuhan Ada di Hatiku
Tujuan:
- Remaja dapat menjelaskan alasan Paulus agar Timotius rajin bertekun membaca Kitab Suci.
- Remaja dapat menjelaskan alasan rajin membaca Kitab Suci untuk dirinya.
- Remaja meyakini bahwa Kitab Suci adalah sumber hikmat.
- Remaja dapat membiasakan diri membaca Alkitab secara rutin.
Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Timotius sedang diperhadapkan dengan permasalahan pengajaran sesat. Pengajaran sesat umumnya datang dari Gnosis. Gnosis beranggapan bahwa jiwa terperangkap dalam tubuh yang fana, implikasinya bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan tubuh adalah layak untuk ditinggalkan. Timotius ingin mengkritik pemahaman gnostik yang sudah merasuk dalam ajaran gereja. Timotius mengkritiknya dengan mengawali dalam pemahaman penciptaan. Bahwa segala sesuatu telah diciptakan oleh Allah dan itu baik adanya. Selanjutnya Timotius mengkritik pengajaran sesat dengan pemahaman pengudusan. Pengudusan dalam bahasa Yunani “aggiasetai” yang memiliki arti menguduskan yang bisa dirasakan oleh orang percaya. Ini yang menarik bahwa kekudusan harus bisa dirasakan oleh persekutuan (orang percaya). Paulus juga memiliki pengertian bahwa kekudusan bukan berdasarkan jerih payah manusia melainkan harus berdasarkan firman Allah melalui doa. Memang Timotius masih relatif muda dan dipandang belum memiliki kuasa rasuli. Oleh karena itu Rasul Paulus memberi legalitas kepada Timotius (1 Tim. 1:18). Secara garis besar I Tim. 4 ingin mengatakan kepada kita bahwa kekudusan bukan berasal dari diri kita sebagai manusia melainkan karena kuasa Tuhan yang diberikan di dalam ibadah dan berdoa.
Pendahuluan
- Ajak Remaja membuka Alkitab dari I Timotius 4: 1-16 dan minta membaca secara bergantian.
- Ajak Remaja berdiskusi sebentar untuk mengawali cerita dengan pertanyaan berikut:
- Kapan kalian membaca Kitab Suci?
- Apakah yang kalian dapatkan ketika kalian membaca Kitab Suci?
- Seberapa pentingkah manfaat membaca Kitab Suci bagi kalian?
Cerita
Rekan Remaja yang terkasih, melalui diskusi yang kita lakukan tadi tentunya kita percaya bahwa ada banyak manfaat dari sikap rajin membaca Kitab Suci. Misalnya saja seperti menjadikan kita memiliki banyak pengetahuan akan karya, pelayanan, mujizat dan semua perintah Tuhan, menjadikan kita lebih berhati-hati dalam bersikap karena tahu batasan melalui Firman Tuhan yang tertulis dalam Kitab Suci, dan lain sebagainya. Pengalaman yang demikian juga dirasakan oleh Timotius, walaupun dia masih muda ketika harus menjalani panggilan pelayanan yang Tuhan berikan. Melalui Paulus, Timotius diberikan motivasi dan nasehat untuk selalu bertekun dalam Firman Tuhan karena dengan demikian ia akan mampu membentengi dirinya dari ajaran-ajaran palsu atau yang dianggap sesat. Bukan saja untuk menyelamatkan Timotius dari pengajar sesat tersebut, namun juga supaya Timotius bisa menyelamatkan banyak orang dengan memberikan pengajaran yang benar bagi orang percaya yang ada di sekitarnya. Paulus tidak mau pengaruh ajaran sesat itu terus meluas dan mengancam keutuhan umat Tuhan. Sehingga Paulus benar-benar menasehati dan membekali Timotius dengan dasar hidup yang benar dengan bertekun dalam Firman. Bagi Paulus jika kita memiliki dasar yang kuat akan hidup di dalam Tuhan, maka kita akan selamat dan tidak akan terbawa dalam ajaran-ajaran sesat yang selalu ada di sekitar kehidupan kita.
Paulus juga memiliki pengertian bahwa kekudusan bukan berdasarkan jerih payah manusia melainkan harus berdasarkan firman Allah melalui doa. Betapa besar manfaat bertekun dalam Firman Allah digambarkan dalam kisah Paulus dan Timotius. Timotius yang sedang diperhadapkan dengan permasalahan pengajaran sesat harus mempunyai dasar yang kuat untuk menolak ajaran tersebut dengan memberikan kesaksian dan penjelasan yang benar berdasar Firman Tuhan dalam Kitab Suci. Pengajaran sesat umumnya datang dari Gnosis, sehingga Timotius tidak berhenti untuk mengerti segala kehendak Tuhan melalui FirmanNya. Ajaran-ajaran sesat itu juga mengacu pada kuasa kejahatan yang bisa saja menjadikan kehidupan banyak orang menjadi rusak, sehingga Timotius diberikan tugas untuk menghalangi itu semua supaya tidak terjadi dan mengancam kehidupan umat percaya. Timotius tidak hanya dinasehati oleh Paulus untuk bertekun dalam doa dan Firman Tuhan saja, namun ia harus mengajarkan itu semua kepada semua orang. Tentu ini bukan merupakan tugas yang ringan, namun Timotius percaya bahwa Tuhan akan membersamainya melalui ketekunannya dalam doa dan perenungan Firman Tuhan.
Rekan Remaja yang terkasih, demikian hebatnya proses iman yang dijalani oleh Timotius dalam menghadapi ajaran-ajaran sesat dalam kehidupan bersamanya dengan orang percaya. Namun berkat kesediaan Timotius diutus oleh Tuhan, dan dengan kesediaannya menerima nasehat dari Paulus untuk selalu menjadikan Firman Tuhan menjadi dasar kehidupannya maka Timotius bisa melalui kesulitan itu. Demikian juga hal tersebut juga berlaku dalam hidup kita. Ketika kita sungguh bertekun dalam doa dan firman Tuhan maka kita akan tahu bagaimana harus bersikap. Kita tidak akan tersesat dalam ajaran-ajaran palsu atau yang jahat, ketika kita menjadikan Firman Tuhan sebagai dasar hidup kita.
Aktivitas
- Minta Remaja untuk membuat laporan dari kegiatan membaca Alkitab yang mereka lakukan dalam satu Minggu, dan kemudian dikumpulkan di Minggu, 12 September 2021.
- Pamong membagi buku tugas yang sudah diberikan format untuk tata cara pengisian laporannya. Buku tersebut bisa dipakai untuk buku aktivitas Minggu-Minggu berikutnya.
Contoh Tabel:
