Alon-Alon Waton Kelakon Pancaran Air Hidup 6 Agustus 2021

6 August 2021

Bacaan: 2 Samuel 17: 15-29 | Pujian: KJ. 329
Nats: “Lalu bersiaplah Daud dan seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia, dan mereka menyeberangi sungai Yordan. Pada waktu fajar tidak ada seorangpun yang ketinggalan,
yang tidak menyeberangi sungai Yordan.” (Ayat 22).

Pada bacaan kita hari ini tidak bisa dilepaskan dari keutuhan perikop 2 Samuel 17:1-29 yang menceritakan kisah Daud sedang dikejar-kejar oleh Absalom. Ada 2 nasihat yang diterima oleh Absalom pada waktu mau menyerang Daud. Satu saran dari Ahitofel dan saran yang lain dari Husai. Saran dari Ahitofel sesungguhnya bisa membahayakan Daud, karena Ahitofel merencanakan untuk menyerang Daud secara tiba-tiba. Sementara Husai berpendapat supaya Absalom mengumpulkan dahulu orang-orang Israel, dan ini artinya ada kesempatan bagi Daud untuk menyusun kekuatan terlebih dahulu.

Melalui kisah hidup Daud ini kita belajar, setidaknya ada 2 golongan dalam hidup ini. Satu seperti yang diperankan oleh Absalom. Pihak yang hendak menyerang pihak lain karena ambisinya. Sementara di pihak lain seperti Daud. Daud dalam cerita ini seolah-olah tidak memiliki kekuatan. Bayangkan saja Absalom memiliki 12 ribu pasukan yang bisa dikumpulkan dalam waktu sekejap (lihat 2 Samuel 17:1). Akan tetapi pertolongan bagi Daud melebihi semua pasukan yang dimiliki Absalom.

Setidaknya ada dua peran yang bisa kita pelajari dalam bacaan hari ini. Mau seperti Absalom yang memuja ambisi dan kelihatannya punya banyak pasukan, atau mau seperti Daud yang sekalipun terlihat lemah namun selalu dalam perlindungan Tuhan. Bertindak seperti Daud agaknya mirip dengan pepatah Jawa “alon-alon waton kelakon”. Pepatah ini tidak diterjemahkan menjadi “biar lambat asal selamat.” Alon-alon berarti pelan, pelan berarti tidak berhenti, tetap melakukan kehendak Tuhan sekuat tenaga meskipun berat. Waton dari kata wewaton yang berarti peraturan. Selalu memperhatikan peraturan atau rambu-rambu yang telah diberikan. Kelakon, artinya tercapailah segala tujuan yang sesuai dengan usaha dan sesuai dengan peraturan. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Daud yang berkenan di hadapan Tuhan, maka kita senantiasa dipanggil untuk setia kepada Tuhan. Tidak berhenti setia meskpiun ada tantangan. Senantiasa memperhatikan sabda Tuhan dan mematuhinya. Niscaya asalkan sesuai dengan kehendak Tuhan, tujuan kitapun akan tercapai. (fani).

 “Alon lakune, hanetepi wewatone, kelakon gegayuhane”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak