Tradisi Pemberian Nama Yahudi Renungan Harian Anak 31 Juli 2021

31 July 2021

Bacan: Lukas 2:21-40
Nats:Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan.” (Lukas 2:22)

Teman-teman, setiap daerah mempunyai tradisi atau kebiasaan yang berbeda-beda, seperti misalnya tradisi pemberian nama pada bayi yang baru lahir. Di Indonesia, bayi yang baru lahir langsung diberi nama, sedangkan orang Yahudi pemberian nama dilakukan delapan hari setelah kelahiran berbarengan dengan tradisi disunat untuk laki-laki. Jadi, selama delapan hari itu, sang bayi belum dipanggil namanya, meskipun orang tuanya sudah punya nama untuk anaknya tetapi mereka tidak memanggil anaknya dengan nama itu.

Dalam bacaan kita hari ini, kita melihat kisah Yesus disunat pada hari ke delapan dan pemberian nama Yesus. Dalam tradisi Yahudi, sunat adalah tanda bahwa anak tersebut terikat perjanjian dengan Tuhan, maksudnya dengan disunat maka anak tersebut mendapat berkat dari Tuhan.

Teman-teman, tentu di daerahmu juga ada tradisi atau kebiasaan yang masih dipelihara oleh oleh orang tuamu dan orang-orang di sekitar tempat tinggalmu. Bisakah kalian menuliskan pada selembar kertas tradisi apa saja yang masih berlaku sampai sekarang?

Tradisi di tempat tinggalku yang masih berlaku sampai sekarang: . . . .

Doa: “Tuhan Yesus, ajarlah aku untuk memelihara tradisi baik yang ada di sekitarku agar lestari, Amin.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak