Bacaan: Filemon 1:8-22
Nats: Bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih … (Filemon 1:16)
Ada seorang kakek yang sedang sakit dan hanya bisa berada di tempat tidur. Datanglah seorang cucunya yang menjenguk si kakek. “Kakek, maafkan aku, karena aku telah memfitnah kakek sampai kakek menjadi sakit seperti ini” kata si cucu sambil duduk di dekat tempat tidur sang kakek. “Oh tidak apa-apa cucuku, aku memaafkanmu. Tapi bolehkah aku minta tolong sesuatu kepadamu?” jawab si kakek. “Iya kek, katakan saja kakek mau meminta tolong apa pasti aku lakukan”. Kakek memberikan sebuah bantal yang ada di dekatnya kepada cucunya itu “Bawa bantal ini ke atas atap rumah, buka dan tebarkanlah kapas-kapas yang ada di dalam bantal itu”. “Oh baik kek, aku akan melakukannya”. Sang cucu melakukan apa yang diperintahkan oleh kakek. Sang cucu menebarkan kapas-kapas yang ada di dalam bantal dari atas atap rumah. Beberapa saat kemudian dia kembali lagi ke kamar sang kakek. “Tugas yang kakek berikan sudah saya kerjakan, sudah selesai karena itu tugas yang mudah sekali” kata si cucu. “Sekarang kumpulkan kembali kapas-kapas itu cucuku” perintah kakek. “Tidak mungkin kek, kapas-kapas itu sudah menyebar ke mana-mana dan sangat susah untuk mengumpulkannya kembali” jawab sang cucu. “Cucuku, seperti kapas-kapas itulah fitnah yang telah engkau sebar. Mudah sekali menyebar tetapi akan sulit untuk meralatnya kembali. Aku memaafkanmu nak, sungguh aku memaafkanmu. Tetapi aku minta jangan lakukan lagi fitnah seperti yang telah kau lakukan kepadaku” nasihat sang kakek. Si cucu berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya dan dia berterimakasih karena kakek sudah memaafkannya.
Teman-teman tentu si cucu itu senang sekali karena kesalahannya sudah dimaafkan. Paulus menyuruh Filemon untuk memaafkan Onesimus. Dulu Onesimus adalah budak Filemon dan dia mencuri dari rumah Filemon sehingga dia dimasukkan ke dalam penjara. Di penjara Onesimus bertemu dengan Paulus dan dia bertobat menyadari kesalahannya dan tidak akan mengulanginya lagi sehingga Paulus meminta Filemon untuk memaafkan Onesimus dan menerimanya kembali bukan sebagai budak tetapi sebagai saudara. Wah tentu senang sekali. Teman-teman, kalau kita berbuat salah jangan takut dan jangan ragu untuk meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi kesalahan kita lagi.
Doa: “Tuhan tolong agar kami berani meminta maaf dan memperbaiki diri. Amin.”