Janji yang Tak Berubah Pancaran Air Hidup 26 Juli 2021

26 July 2021

Bacaan: Kejadian 18 : 1 – 15 Pujian : KJ. 369a
Nats:
“Dan firman-Nya: ‘Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu akan mempunyai seorang anak laki-laki. ” (Ayat 10).

 Warren McDonald adalah seorang pendaki gunung yang sangat berpengalaman. Suatu hari dia mendapat kecelakaan, kedua kakinya tertimpa batu gunung seberat 2 ton. Akibatnya kedua kakinya harus diamputasi. Dia memakai kaki palsu dan harus berjalan menggunakan tongkat. Walaupun demikian, keinginannya untuk mendaki tidak pudar. Seorang mengatakan kepadanya, tidak ada yang mustahil bagi Allah jika engkau meminta kepada-Nya. Warren berdoa meminta kepada Tuhan agar dia dapat mendaki gunung kembali. Sesuatu yang sulit dimengerti, tetapi Warren tidak putus asa, meminta kepada Tuhan dan terus berlatih dengan kaki palsunya. Guiness Book of Record mencatat Warren McDonald sebagai orang pertama yang mendaki gunung dengan kaki palsu, karena dia dapat menaklukkan gunung Kilimanjaro di Afrika. Sebuah prestasi dari seorang yang mau mempercayai hal yang mustahil dapat dia terima dari Tuhan.

Mempercayai janji dan pekerjaan Allah ternyata tidak selalu mudah, terutama ketika situasi tidak menunjukkan tanda bahwa janji itu digenapi. Akan tetapi, bukankah esensi iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat? Seperti janji Allah kepada Abraham, bahwa Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki ketika masanya tiba. Sara tertawa mengingat tidak mungkin dhirinya mengandung lagi. Dia menggambarkan bahwa dhirinya dan Abraham sudah tua. Jika Sara tertawa dalam hati, sebaliknya Abraham menerima peneguhan atas janji Allah kepadanya.

Dalam kehidupan, Allah telah memberikan janji dan menggenapi janji-Nya bagi kita. Ia adalah Tuhan yang berkuasa dan tidak ada yang mustahil bagi Dia. Saat ini, kita diajak memiliki iman yang teguh kepada Tuhan. Yakinlah bahwa janji Tuhan berbeda dengan janji manusia, dimana manusia dapat mengingkari janjinya, namun Tuhan tidak dapat mengingkari janji-Nya. Janji Tuhan adalah janji yang murni bahkan seperti perak yang teruji, sehingga kita tidak perlu bimbang. Yang perlu kita lakukan adalah selalu bersyukur buat setiap janji-Nya. Mari, tetaplah kuat percaya kepada Tuhan dan janji-janji-Nya! (Mts).

“Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah” (Mzm. 12:7).

Renungan Harian

Renungan Harian Anak