Bacaan: Kisah Para Rasul 20 : 17 – 38 | Pujian: KJ. 433
Nats: “…. Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” (Ayat 35b).
Lebih mudah mana memberi atau menerima? Semua akan sepakat lebih mudah menerima. Tetapi jika pertanyaannya adalah lebih bahagia mana memberi atau menerima? Pasti ada sebagian orang yang setuju jika memberi bisa membuat hidupnya lebih bahagia. Contohnya ada beberapa tokoh dunia yang terkenal sangat kaya tapi sekaligus sangat dermawan. Warren Buffet menyumbang lebih dari 50 persen kekayaannya untuk kegiatan sosial melalui yayasan yang dia dhirikan. Tokoh yang kedua adalah Bill Gates pendhiri Microsoft, dia dan istrinya memiliki yayasan yang bernama The Bill & Melinda Gates Foundation untuk membantu kehidupan orang yang kurang mampu. Kedua tokoh ini sepakat mengatakan bahwa salah satu rahasia hidup bahagia mereka adalah dengan banyak memberi. Namun memberi bukan hanya milik orang kaya saja karena ada juga orang yang secara ekonomi tidak berkelebihan tetapi masih bisa memberi dengan kerelaan hati sesuai dengan kemampuannya, contoh nyata adalah Bunda Teressa.
Bacaan hari ini adalah nasihat Rasul Paulus kepada para penatua di Efesus sebelum mereka berpisah. Dia mengingatkan mereka bagaimana cara hidupnya selama ada di sana. Paulus tidak ingin menjadi beban bagi mereka, sehingga dia bekerja menjadi seorang tukang kemah untuk memenuhi keperluan dhiri sendhiri dan juga rekan-rekannya (Kis. 18:3). Namun dengan segala keadaan tersebut, dia tetap membantu mereka yang lemah dan membutuhkan. Memberi bukanlah sesuatu yang mudah karena korban pertama adalah dhiri sendhiri. Dalam hal ini, Tuhan Yesus menjadi teladan yang sempurna bagi kita.
Kata berbahagia dalam ayat ini bisa juga berarti yang diberkati atau yang penuh berkat, Rasul Paulus ingin mengingatkan bahwa dengan memberi sebenarnya bukan hanya berbahagia tetapi justru semakin diberkati. Berkat yang datang tidak hanya berbicara tentang materi atau uang semata tetapi bisa juga datang dalam bentuk yang lain misalnya kedamaian hati, perhatian, kasih sayang, dan kepedulian dari orang lain. Itulah yang telah Rasul Paulus alami dimana jemaat Efesus sangat bersedih saat mereka berpisah. (eS).
“Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya…” (Amsal 27:1).