Menjadi Saksi Kristus Tuntunan Ibadah Remaja 25 Juli 2021

12 July 2021

Tahun Gerejawi: Hari Anak Nasional
Judul:
Manjadi Saksi Kristus
Tema:
Karakter Moral – Bersaksi untuk kemuliaan Tuhan

Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 6: 8-15
Ayat Hafalan: Markus 16: 15 – “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Lagu Tema: PKJ 177 “Aku Tuhan Semesta”

Tujuan:

  1. Remaja dapat menceritakan kembali kisah Stefanus yang bersaksi kepada orang lain.
  2. Remaja dapat menganalisa kesaksian Stefanus bahwa kesaksian Stefanus (bukan berasal dari dirinya dan bukan untuk kebanggaan dirinya melainkan semuanya untuk dan dari Allah).
  3. Remaja dapat membedakan kesaksian dan kesombongan.
  4. Remaja dapat menunjukkan sikap kesaksian yang bukan untuk dirinya melainkan untuk Allah.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Stefanus adalah seorang Yahudi Helenistis yang mampu berbicara bahasa Yunani, dipilih menjadi penyalur santunan kepada janda-janda. Stefanus (mahkota dari rangkaian dedaunan) adalah seorang yang penuh dengan karya Roh Kudus. Stefanus mampu memaparkan dan menjelaskan tentang Karya Allah dan Yesus Kristus sebagai Putra Allah. Pemaparan dan penjelasan ini karena karya Roh Kudus, Roh Penyerta dari Allah. 

Kesaksian dan perbuatan Stefanus bukan berasal dari dirinya, melainkan dari karya Allah dan bagi kemuliaan Allah. Inilah yang disebut kesaksian. Kesaksian itu dimulai bukan dari dirinya melainkan inisiatif berasal dari Allah, dan tujuan dari kesaksian bukan untuk memegahkan diri melainkan demi kemuliaan Allah

 Pendahuluan

  1. Minta remaja menjawab pertanyaan berikut secara spontan:
    1. Pernahkah teman-teman mendengar tentang saksi di pengadilan?
    2. Apa yang dilakukan seorang saksi di pengadilan?
      (Setiap saksi pengadilan akan diminta untuk menyampaikan kebenaran yang utuh, tidak ditambahi atau dikurangi. Jika dia tidak menyampaikan kebenaran maka ia adalah saksi palsu.)
  2. Ajak remaja membaca Kisah Para Rasul 6: 8-15!

Cerita – Bahasa Indonesia
Stefanus adalah seorang saksi yang menyampaikan tentang kebenaran karya Kristus di dunia ini. Ia adalah seorang pengikut Kristus yang dipilih untuk membantu para rasul dalam melayani orang miskin. Ia adalah seorang yang penuh iman dan Roh Kudus. Stefanus tidak menjadi sombong karena dapat melakukan banyak mujizat. Ia tetap mengabdikan dirinya bagi Kristus. Ia menjadi saksi bagi Kristus.

Karena hal inilah banyak yang tidak suka dengan Stefanus. Banyak yang merasa dirugikan dengan kesaksian, pelayanan, dan mujizat yang dilakukan Stefanus. Terutama para tokoh agama pada saat itu yang merasa kalah dengan Stefanus. Mereka kemudian mencari orang untuk membuat fitnah tentang Stefanus, supaya Stefanus tersingkir. 

Apapun yang terjadi tidak membuat Stefanus takut untuk menjadi saksi Kristus karena Stefanus yakin bahwa kesaksiannya tentang Kristus adalah kebenaran. Roh Kudus tidak meninggalkan Stefanus sehingga ia berani terus bersaksi tentang Kristus. Ia juga tidak menjadi sombong karena ia merasa bahwa kemampuan yang ia miliki adalah berasal dari Allah dan segala yang dilakukannya ditujukan untuk kemuliaan Allah.

Mari kita belajar dari Stefanus tentang menjadi saksi Kristus. Ketika kita memiliki iman yang kuat kepada Kristus maka kita akan memiliki kemampuan untuk bersaksi tentang Dia. Roh Kudus akan senantiasa menyertai kita ketika kita mau bersaksi dengan tulus dan bukan untuk kebesaran nama kita sendiri. Kita diberi kemampuan oleh Roh Kudus bukan untuk menjadi sombong tetapi untuk menjadi saksi kebenaran, yaitu saksi Kristus.

Carita – Basa Jawa
Stefanus iku salah sijine saksi kang nerangake kayekten/kang bener bab pakaryane Sang Kristus ing ndonya. Dheweke iku pandhereke Gusti Yesus kang kapiji ngrewange para rasul anggone leladi marang wong miskin. Stefanus uga wong kang uripe kadunungan Roh Suci lan nduweni iman kang teguh. Senadyan isa nindakake akeh mujizat, Stefanus ora sombong. Dheweke tetap setya anggone ngabdi marang Sang Kristus minangka saksi kang martakake kayekten.

Apa kang katindakake Stefanus iku marakake akeh wong ora seneng marang dheweke. Akeh kang rumangsa rugi lan ora seneng marang mujizat, peladosan lan paseksi kang katindakake dening Stefanus. Utamane akeh tokoh agama kala semana kang rumangsa kalah dening Stefanus. Wong-wong iku banjur golek cara supaya Stefanus kafitnah lan kasingkirake.

Nanging, kabeh kahanan iku ora marakake Stefanus wedi lan mandheg dadi saksi Kristus, karana Stefanus yakin yen paseksine bab Sang Kristus iku kayekten. Roh Suci ora bakal nilarake Stefanus ijenan paring paseksi bab Sang Kristus lan nerangake apa kang bener. Nanging, Stefanus ora banjur dadi sombong karana rumangsa yen kabeh kabisan kang diduweni iku asale iya saka Gusti Allah. Mula kabeh kang ditindakake uga namung kagem kamulyane Gusti Allah

Mula, ayo padha sinau saka Stefanus bab dadi saksi Kristus. Nalika kita nduweni iman kang kuat lan teguh marang Sang Kristus, kita bakal duwe kabisan lan kekuatan dadi paseksi bab Sang Kristus. Roh Suci tansah nganthi kita yen kita sumadya paring paseksi kanthi tulus. Yen kita bisa dadi saksine Sang Kristus iku kabeh dudu kanggo awake dhewe, mula aja nganthi sombong amarga kabeh mau supaya kita dadi saksine kayekten, yaitu saksi Kristus.

Aktivitas

Bagi remaja dalam kelompok kecil dengan anggota 2 atau 3 orang. Mintalah dalam kelompok kecil itu untuk saling menceritakan pengalaman iman yang berkesan dalam hidup mereka. Dengan kesaksian dalam kelompok kecil ini diharapkan dapat saling menguatkan iman satu sama lain. 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak