Bacaan: 2 Korintus 10 : 7 – 11 | Pujian: KJ. 362
Nats: “Kalau ada seorang benar-benar yakin, bahwa ia adalah milik Kristus, hendaklah ia berpikir di dalam hatinya, bahwa kami juga adalah milik Kristus sama seperti dia.” (Ayat 7b).
Kita sudah sering mendengar istilah “like father like son”. Istilah itu digunakan untuk menggambarkan bahwa seorang anak mempunyai kesamaan dengan ayahnya. Kesamaan mengacu kepada sifat maupun tingkah lakunya. Tentu hal tersebut wajar. Seorang anak adalah peniru yang baik. Pola asuh dan pola didik yang diberikan oleh orang tua akan mempengaruhi perkembangan dan karakter anak. Mereka akan meniru apa yang mereka lihat sehari-hari dari tingkah laku, perkataan, dan apapun yang dilakukan oleh orang tuanya. Anak-anak menganggap bahwa semua yang dilakukan oleh orang tuanya adalah hal yang baik sehingga akhirnya mereka akan bertingkah laku dan bahkan memiliki sifat seperti orang tuanya.
Demikian juga dengan anak-anak Kristus, tentu memiliki sifat dan tingkah laku seperti Kristus. Itulah yang diingatkan oleh Paulus kepada jemaat di Korintus. Mengapa Paulus harus mengingatkan mereka? Sebab ada beberapa orang di Jemaat Korintus yang mencemooh Paulus dengan mengatakan bahwa dia keras berkata-kata dalam tulisannya tetapi tidak mengesankan dalam penampilannya (ay. 10). Sehingga ada beberapa orang yang tidak percaya dengan pengajaran Paulus dan bahkan merendahkan Paulus. Paulus mengingatkan bahwa semua anak-anak Kristus adalah sama sebagai ciptaan Allah sendhiri sehingga tidak ada alasan untuk sombong atau memegahkan dhiri. Bahkan saat mereka mengingat bahwa mereka adalah anak-anak Kristus maka mereka harus mengingat bahwa dalam kehidupan mereka benar-benar harus meneladan Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Memperlakukan sesamanya dengan penuh kasih seperti halnya kasih Kristus kepada manusia.
Suatu anugerah bagi kita semua saat disebut sebagai anak-anak Kristus. Karena kita memiliki anugerah bisa mengenal Kristus lebih dekat. Tetapi yang utama sebagai anak-anak Kristus adalah bagaimana dalam kehidupan kita sehari-hari, kita benar-benar dapat mencerminkan sifat dan karakter Kristus. (cha).
“Every son quotes his father, in words and deeds” (Teri Guillemets)