Bacaan: Kisah Para Rasul 27 : 13 – 38 | Pujian: KJ. 391 : 1, 2
Nats: “Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorang pun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.” (Ayat 22)
Virus Corona yang bermula dari kota Wuhan-China, yang terhitung cepat penyebarannya membuat banyak orang menjadi panik. Beberapa orang terjebak dengan panic buying, yaitu membeli barang dalam jumlah besar karena mereka khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi. Kepanikan dapat dialami seseorang ketika diperhadapkan dengan situasi yang genting, mengancam dan muncul tiba-tiba. Dalam kondisi panik, seseorang sering bertindak di luar akal sehat dan menjadi tidak tenang.
Paulus diperhadapkan dengan bahaya dalam perjalanannya. Ketika ia berada di kapal, badai datang menerpa. Badai itu memaksa kapal dan penumpangnya menyerah. Mereka membiarkan kapal terombang-ambing dan sampai-sampai mereka terpaksa membuang muatan, bahkan alat-alat kapal ke laut. Angin badai terus menebar teror dan ancaman. Akibatnya, merekapun putus asa karena mereka merasa tidak akan selamat. Selama empat belas hari mereka terombang-ambing di lautan sambil menahan lapar. Pada situasi yang sulit inilah, Paulus berkata: “Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorang pun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.” (ay. 22). Paulus menasihatkan seluruh penumpang kapal supaya mereka semua ‘tabah hati,’ jangan kehilangan semangat, jangan putus asa, karena ia percaya bahwa Allah pasti akan menolong mereka. Pada akhirnya benar apa yang dikatakan Paulus, mereka tiba di pantai dengan selamat.
Dalam hidup ini, kadang kita diijinkan menghadapi situasi yang berat dan sulit dan tidak jarang hal tersebut membuat kita panik. Satu hal yang perlu kita ingat bahwa kepanikan bisa membuat kita menjadi tidak tenang, putus asa dan menyerah. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan pasti melakukan apa yang difirmakan-Nya. Dia mempunyai berbagai macam cara untuk menolong kita. Untuk itu kita harus percaya kepada-Nya dan tetap bersemangat, tidak putus asa dalam menghadapi situasi apapun. (YHS)
“Rasa takut dan cemas berlebih dapat memicu kepanikan yang justru membuat keadaan semakin memburuk.”