Wong Tuaku Gati Tuntunan Ibadah Remaja 27 Juni 2021

13 June 2021

Tahun Gerejawi: Pekan Anak
Tema: Pekan Anak
Bacaan Alkitab: Amsal 1: 8-9
Ayat Hafalan: Amsal 1: 8 – Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu
Lagu Tema: Kidung Ria 117: 3 “Lah Aku Bocah Rahayu”

Tujuan:

  • Remaja dapat memberikan penjelasan manfaat mendengarkan didikan orang tua.
  • Remaja dapat memberikan contoh hambatan-hambatan untuk melaksanakan didikan orang tua.
  • Remaja dapat membiasakan diri melaksanakan didikan orang tua yang bermanfaat bagi hidupnya. 

Penjelasan Teks: (Hanya untuk pamong)
Jika kitab Taurat dan Nabi-Nabi menekankan iman, ketaatan dan hikmat, kitab Amsal terutama menekankan pengertian dan ketaatan. Dua kutub dimana hal itu bergerak jelas bersifat intelektual dan etik. Karena orang Israel yakin bahwa hati adalah pusat pikiran, dan pengertian, dan pengambilan keputusan, maka hatilah yang dituju oleh Kitab Amsal. Ada dua gaya dalam bahan Kitab Amsal, yaitu amsal dan nasihat, walaupun ada bentuk-bentuk lain disana sini yang tidak terlalu mencolok, seperti teka-teki, seruan kenabian, peringatan atau petunjuk, pujian diri dan sejumlah metafora atau cerita teladan. Bacaan kita saat ini termasuk dalam nasihat-nasihat dari guru hikmat.

Nasihat ini diberi kerangka perkataan seorang ayah kepada anaknya, atau karena ini sebuah metafor, seorang guru terhadap muridnya. Yang paling penting untuk dipahami di sini adalah bagaimana mudahnya orang dapat disesatkan oleh godaan dan alasan yang menjerumuskan untuk melakukan kejahatan. Satu-satunya pelindung adalah berpegang teguh pada apa yang telah dipelajari mengenai cara terbaik untuk bertindak. Salah satu hal yaitu terkait hubungan dengan orangtua. Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya. Sekalipun pengajaran, pendidikan, nasihat, petunjuk orangtua berada di bawah urutan otoritas Alkitab, anak seharusnya menaatinya. Orangtua yang hidup takut akan Tuhan, pasti akan memberikan nasihat yang selaras dengan firmanNya. Berbekal nasihat orangtua itu, seorang anak akan belajar membedakan nasihat orang berdosa. Penulis Amsal menasihatkan agar nasihat orangtua diperlakukan sebagai karangan bunga yang menghiasi kepala dan kalung yang mempercantik leher. Artinya nasihat mereka selalu melekat dan membekali sang anak kemana pun pergi. Nasihat ini juga menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan.

 Pendahuluan
(Pamong mengawali dengan mengajak remaja menuliskan nasihat-nasihat dari orangtua yang pernah mereka terima selama ini). Lalu didiskusikan dengan pertanyaan berikut ini:

  •  Perasaan mereka ketika dinasehati oleh orangtua?
  •  Seberapa bermanfaatnya semua nasihat dari orangtua?

 Cerita Bahasa Indonesia
Pamong mengapresiasi jawaban dari setiap remaja. Setelah itu mengajak remaja membaca Amsal 1: 8-9 bersama-sama dengan lantang.

Kita semua pasti memiliki orangtua dengan sifat dan karakternya masing-masing. Ada yang orangtuanya pendiam dan jarang sekali menasihati, namun ada juga yang suka memberikan nasihat, bahkan terkadang sampai merasa bahwa orangtua kita terlalu mengatur karena apa-apa dinasihati, atau kalau menasihati pasti panjang sekali. Akan tetapi terlepas dari sering atau jarangnya orangtua kita menasihati, pasti nasihat mereka semata-mata demi kebaikan kita.

Dalam Amsal hari ini bahkan dikatakan tidak hanya nasihat, tetapi segala didikan orangtua, termasuk teladan dari tingkah laku mereka, kehidupan yang dijalani dalam rangka memberi contoh kepada kita harus diperhatikan. Didikan, nasihat dan sebagainya itu mestinya melekat dan membekali kita ke manapun kita pergi, bahkan juga menjadi salah satu dasar kita mengambil keputusan-keputusan hidup sehari-hari.

Lalu bagaimana kalau tingkah laku orangtua kita buruk? Atau nasihat-nasihatnya terlalu menuntut? Itu bisa saja menjadi hambatan untuk kita mendengarkan nasihat mereka. Bagaimanapun juga kita tidak bisa memilih siapa yang menjadi orangtua kita. Semuanya adalah rencana dan kuasa Tuhan. Maka yang bisa kita lakukan adalah mendengarkan setiap nasihat dan didikan dari orangtua kita sebaik-baiknya. Apa yang tak patut untuk ditiru ya jangan ditiru. Percayalah Tuhan akan memberikan hikmat supaya kita dapat memilah mana yang baik dan tidak.

Orangtua pastinya lebih dulu hidup dan merasakan pahit manisnya hidup, itulah mengapa seringkali mereka menasihati berdasarkan apa yang sudah mereka alami ketika seusia kita. Jangan anti dengan nasihat orangtua, karena Tuhan bisa memakai siapa saja untuk memelihara dan mendidik kita, terutama melalui orangtua kita.

Crita – Basa Jawi
(Pamong ngapresiasi jawaban saka remaja. Lajeng ngajak remaja maca kitab Amsal 1: 8-9 kanthi seru.)

Saben wong mesthi nduweni wong tuwa sing sifat lan karaktere bedha-bedha. Ana wong tuwa sing ora akeh omonge lan jarang menehi pitutur, nanging ana uga sing remen nuturi, malahan akeh banget pituture. Nanging, sing ngendia karakter wong tuwa mau, remen nuturi apa sing jarang-jarang, mesthine pitutur iku kangge amrih apike urip anak-anak kabeh.

Ana ing kitab Amsal dina iki, malahan disebutna yen ora mung nasihat, nanging uga kabeh didikan/ panggulawenthah wong tuwa, kalebet uga teladan saka tingkah laku, urip saben dina sing dilampahi wong tuwa, kudu tetep digatekna. Didikan, pitutur lan sapiturute iku mesthine bisa dadi bekal kangge kita, Apa bae sing bakal dilampahi, menyang pundi bae urip sing bakal dilakoni, pitutur saka wong tuwa bisa dadi pepeleng.

Lajeng, kepriya yen tingkah lakune wong tuwa kita iku ala? Utawi pitutur-pituture kraos nuntut sanget? Mesthine iku bisa ngalang-alangi kita nggatekake pitutur saka wong tuwa. Kepriye bae, kita ora bisa milih sapa sing dadi wong tuwa kita. Kabeh iku wus dadi rancangan lan kuasane Gusti Allah. Mulane sing bisa ditindakke yaiku padha nurut lan ngrungokake apa sing dadi pitutur lan didikan saka wong tuwa kanthi tenanan. Apa sing patut ditiru ya ayo ditiru, apa sing ora patut ya ditinggalke. Pracayaa yen Gusti Allah bakal menehi hikmat lan kawicaksanan supaya kita bisa milih lan milah apa sing becik lan ora.

Wong tuwa mesthine wis ngalami akeh banget pait manise urip ing donya, lan iku sing mesthi dadi alasan kangge nuturi para anak-anake. Pitutur mau saka pengalaman nalika isih nom biyen. Mulane, ora perlu anti karo didikane wong tuwa. Gusti Allah bisa ngrimati lan mberkahi kita lumantar apa bae, utamane lumantar wong tuwa.

Aktivitas:

“Gantungan Komitmen”

  1. Mengajak remaja untuk memilih salah satu nasihat/didikan orangtua yang sudah didiskusikan dalam pendahuluan.
  2. Menuliskannya kembali di kertas karton/kardus bekas untuk nanti dipasang di rumah (depan pintu kamar/tempat yang mudah dilihat).
  3. Didoakan bersama-sama dan berjanji untuk dilakukan (diawali seminggu ini).

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak