Bacaan: Markus 3 : 20 – 35 | Pujian: KJ. 363 : 1, 3
Nats: “Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.” (Ayat 29)
Ada anggapan dari para ahli Taurat bahwa ketika Tuhan Yesus melakukan berbagai mujizat sebenarnya Tuhan Yesus sedang kemasukan Beelzebul(roh jahat). Bahkan kaum keluarga Yesus mempercayai pendapat Ahli-ahli Taurat itu, sehingga keluarga-Nya menyangka bahwa Ia kurang waras. Mereka berniat menjemput Yesus. Menarik percakapan yang dibangun oleh Tuhan Yesus dengan para ahli Taurat, “Bagaimana mungkin Iblis dapat mengusir Iblis? Ini akan membuat kekuatan Iblis terbagi-bagi dan pada akhirnya tidak dapat bertahan, akan runtuh.” Penegasan ini dimaksudkan untuk menyatakan kepada para ahli Taurat bahwa Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit fisik, menderita batin, lumpuh spiritualnya, sepenuhnya berasal dari Kuasa Allah. Tetapi para ahli Taurat menolak karya Roh Allah dalam diri Yesus. Tindakan menolak karya Roh dalam diri Yesus inilah yang oleh Tuhan disebut menghujat Roh Kudus.
Ensiklopedi Alkitab Masa Kini menjelaskan dosa menghujat Roh Kudus adalah penolakan yang terus menerus dan sengaja akan panggilan Roh untuk menerima keselamatan dalam Kristus. Dosa menghujat Roh Kudus adalah berbalik sepenuhnya dari Allah. Orang-orang Farisi dan para ahli Taurat sebenarnya telah melihat tanda bahwa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus sepenuhnya berasal dari Allah. Mereka tahu nubuat tentang Mesias, tetapi mereka menolak kesaksian Roh Allah dalam diri Yesus. Mereka tidak menerima penyataan Allah dalam diri Yesus, sehingga mereka menolak Yesus.
Kita bisa belajar untuk selalu menjaga sikap hati, jangan sampai kita jatuh dalam dosa menghujat Roh Kudus yaitu hidup yang berseberangan dengan kehendak Allah, menolak dan menyia-nyiakan keselamatan. Yang diperkenan-Nya, hidup kita penuh dengan Roh dan menjalani hidup dengan cara yang berbeda dengan yang lain. Misalnya: budaya korupsi merajalela, kita diajak melakukan tetapi kita menolak dan tetap menerapkan prinsip kejujuran. Teruslah menapaki jalan kebenaran. Bukankah yang melakukan kehendak Allah, merekalah yang disebut Kristus sebagai saudara-Nya laki-laki, saudara-Nya perempuan dan ibu-Nya? (Ayat 35). Selamat berbahagia menjadi bagian dari keluarga Kristus. (YEW).
“Allah bukan hanya mengharapkan saya melakukan kehendak-Nya, melainkan Dia ada di dalam saya untuk mengerjakannya.” (Oswald Chambers)