Persatuan Jemaat adalah Wujud Kesaksian kepada Tuhan Khotbah Minggu 16 Mei 2021

3 May 2021

Minggu Paskah VII – Bulan Kesaksian dan Pelayanan
Stola Putih

Bacaan 1:  Kisah Para Rasul 1 : 15 – 17
Bacaan 2:
 1 Yohanes  5 : 9 – 13
Bacaan 3:
 Yohanes  17 : 6 – 19

Tema Liturgis :  Masa dan Waktu Tuhan Mendatangkan Kebaikan menjadi Saksi-Nya
Tema Khotbah:
 Persatuan Jemaat adalah Wujud Kesaksian kepada Tuhan.

Penjelasan Teks Bacaan:
(Tidak perlu dibaca di mimbar, cukup dibaca saat mempersiapkan khotbah)

Kisah Para Rasul 1 : 15 – 17
Seperti halnya Injil Lukas, Kisah Para Rasul ditujukan kepada seorang yang bernama “Teofilus” (Kis. 1:1). Sekalipun nama pengarangnya tidak disebutkan dalam kedua kitab itu, kesaksian kekristenan mula-mula dengan suara bulat, serta bukti intern yang mendukung dari kedua kitab ini menunjuk kepada satu orang penulis yaitu Lukas.

Jelas Lukas adalah seorang penulis yang unggul, sejarawan yang cermat dan seorang teolog yang diilhami. Kitab Kisah Para Rasul secara selektif meliput tiga puluh tahun pertama dalam sejarah gereja. Sebagai sejarawan gereja, Lukas menelusuri penyebaran Injil dari Yerusalem hingga ke Roma sambil menyebutkan sekitar 32 negara, 54 kota dan 9 pulau di Laut Tengah, 95 orang yang berbeda dengan nama serta beberapa pejabat dan administrator pemerintah dengan gelar jabatan yang tepat. Ilmu purbakala makin menguatkan ketepatan Lukas dalam semua detail. Selaku seorang teolog, Lukas dengan cerdas melukiskan makna beberapa pengalaman dan peristiwa dalam tahun-tahun mula-mula gereja.

Bacaan kita, Kisah Para Rasul 1:15-17 ini bagian dari pemilihan Matias sebagai pengganti Yudas di keduabelas murid Tuhan Yesus. Pada bacaan ini menggambarkan adanya seakan-kekosongan “jabatan” atau kekosongan kedudukan sehingga diperlukaan pengganti dari Yudas. Bagian ini menggambarkan bahwa selalu diperlukan orang-orang yang mau terlibat untuk menjadi murid dan sekaligus menjadi saksi Tuhan di dunia ini. Mengingat beratnya pperjuangan itu, maka dipilihlah Matias sebagai pengganti dari Yudas melengkapi keduabelas murid Tuhan Yesus.

1 Yohanes 5 : 9 – 13
Rasul Yohanes dengan benar menyimpulkan, kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Di sini kita mendapati:

  • Sebuah anggapan yang dibentuk dengan baik berdasarkan pernyataan-pernyataan yang ada. Demikianlah kesaksian yang diberikan Allah, kesaksian yang dengannya Allah sudah bersaksi tentang Anak-Nya, yang pasti menyatakan suatu kesaksian yang langsung dan tak terbantahkan, dan itu adalah kesaksian Bapa tentang Anak-Nya. Ia sendiri telah mengeluarkan pernyataan dan meneguhkan Anak-Nya kepada dunia.
  • Kewenangan dan diterimanya kesaksian-Nya. Di sini diberikan pernyataan dari yang lebih lemah ke yang lebih kuat: Kita menerima kesaksian manusia (kesaksian seperti itu diakui, dan pasti diakui, dalam semua hukum peradilan dan di semua bangsa), tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Kesaksian Allah adalah kebenaran itu sendiri, memiliki kewenangan tertinggi dan kebenaran yang tak dapat keliru dan tak dapat dipertanyakan lagi.
  • Penerapan prinsip itu pada perkara sekarang: Sebab demikianlah kesaksian, dan inilah kesaksian dari Allah, yaitu Bapa, dan juga Firman dan Roh, yang diberikan-Nya tentang Anak-Nya, dan yang di dalamnya Allah telah meneguhkan Dia. Allah, yang tidak berdusta, sudah memberikan kepastian yang memadai kepada dunia bahwa Yesus Kristus adalah Anak-Nya, Anak dari kasih-Nya, dan Anak dalam hal jabatan, untuk mendamaikan dan memulihkan dunia pada diri-Nya sendiri. Oleh sebab itu, Ia bersaksi tentang kebenaran dan asal usul ilahi dari agama Kristen, dan bahwa agama Kristen adalah cara dan sarana yang pasti dan sudah ditetapkan untuk membawa kita kepada Allah.

Semua itu Yohanes tuliskan kepada kita semua agar kita percaya kepada Anak Allah serta memperoleh kehidupan yang kekal. Untuk itu menjadi tanggung jawab kita semua untuk memberikan hidup kita dan menjadi saksi-Nya dimanapun Tuhan tugaskan.

Yohanes 17 : 6 – 19
Bacaan kita ini bercerita tentang Yesus berdoa untuk para murid-Nya dan bisa diterapkan pada semua orang percaya. Artinya doa Yesus juga berlaku bagi kita semua orang percaya. Orang-orang percaya mempercayai bahwa firman yang Yesus ajarkan itu dari Allah. Yesus mengatakan bahwa orang-orang percaya adalah milik-Nya dan untuk itu Dia berdoa untuk orang-orang percaya dan kita semua.

Kesatuan Yesus dengan Bapa dan Yesus dipermuliakan di dalam mereka, para murid dan orang-orang percaya. Kesaksian para murid dan hidup orang percaya adalah untuk memuliakan-Nya.

Alasan mengapa Yesus mendoakan para murid, selama Yesus hidup di dunia, Ia bersama mereka, Ia menjagai mereka, Ia memimpin mereka. Tetapi sebentar lagi Yesus akan meninggalkan mereka, dan karena itu Ia mendoakan mereka, supaya Bapa memelihara mereka dalam dunia.

  1. Supaya mereka menjadi satu sama seperti Yesus dan Bapa. Bukan kesatuan organisasi, doktrinal, tetapi kesatuan hati.
  2. Bersama dengan Tuhan tidak seorang pun binasa.
  3. Karena mengetahui dunia membenci mereka, kalau kita dibenci dunia berarti kita punya kesamaan dengan Kristus yang dibenci oleh dunia, dan itu adalah sebuah kehormatan.
  4. Yesus tidak meminta Tuhan mengambil mereka dari dunia, tetapi agar mereka dilindungi dari yang jahat

Benang Merah Tiga Bacaan:
Kita adalah orang pilihan Tuhan untuk diselamatkan. Demikian juga kita dipilih untuk ambil bagian dalam pelayanan menjadi saksi-Nya di dunia ini. Ada banyak tantangan kehidupan dalam menjadi saksi Tuhan itu. Kebersatuan umat adalah wujud dari memuliakan Tuhan juga. Maka Tuhan akan bersama kita yang digambarkan dengan doa Yesus kepada murid-murid-Nya itu juga berlaku bagi kita semuanya.

Rancangan Khotbah:  Bahasa Indonesia
(Ini hanya sebuah rancangan, silahkan dikembangkan sesuai konteks Jemaat)

Pendahuluan

Sering kali kita mendengar semboyan “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Sebuah semboyan yang mengajarkan pentingnya persatuan. Banyak orang mengetahui ini dan resikonya jika kita harus bercerai berai yang pasti membawa pada kehancuran. Namun tidak sedikit kita mengecilkan persatuan itu dan dikalahkan dengan keegoisan dan ketamakan demi kepentingan pribadi dan kepentingan kelompok, yang seringkali juga dilakukan tanpa sadar. Di tengah-tengah kehidupan persekutuan dalam jemaat, hal ini berakibat pada perpecahan pada persekutuan orang percaya. Tidakkah kita menyadari itu semua? Sementara kita juga menjalankan tugas yang berat dalam hidup ini untuk bersaksi tentang Yesus Kristus. Dengan perpecahan itu apakah tidak membuat kita semua semakin lemah?

Isi
Sekali lagi pasti semua jemaat dan orang-orang percaya mengetahui dengan tepat itu semua. Bahwa kita harus bersatu dan bercerai itu membawa pada kehancuran sebagai saksi Tuhan. Kembali kita diingatkan bahwa saksi Kristus adalah setiap orang yang sudah percaya kepada Kristus. Setiap orang yang sudah percaya kepada Kristus memiliki panggilan dan tugas, di manapun dan kapan pun, untuk memberikan kesaksian tentang cinta kasih Kristus kepada semua orang, supaya lewat hidupnya orang percaya kepada Kristus.

Bacaan kita pertama Kisah Para Rasul 1:15-17 ini berkisah tentang pemilihan Matias sebagai pengganti Yudas di posisi keduabelas murid Tuhan Yesus. Pada bacaan ini menggambarkan adanya seakan-kekosongan “jabatan” atau kekosongan kedudukan sehingga diperlukaan pengganti dari Yudas. Bagian ini menggambarkan bahwa selalu diperlukan orang-orang yang mau terlibat untuk menjadi murid dan sekaligus menjadi saksi Tuhan di dunia ini. Mengingat beratnya perjuangan itu, maka dipilihlah Matias sebagai pengganti dari Yudas melengkapi keduabelas murid Tuhan Yesus. Melihat keterpilihan Matias, kita juga dipilih oleh Tuhan untuk ambil bagian dalam pelayanan ini. Tentu bagi kita semua menjadi kehormatan ketika kita dipilih untuk diselamatkan sekaligus untuk menjadi saksi-Nya.

Sedangkan bacaan kita yang kedua 1 Yohanes 5:9-13 Rasul Yohanes dengan benar menyimpulkan, kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Semua itu Yohanes tuliskan kepada kita semua agar kita percaya kepada Anak Allah serta memperoleh kehidupan yang kekal. Untuk itu menjadi tanggung jawab kita semua untuk memberikan hidup kita dan menjadi saksi-Nya di manapun Tuhan tugaskan.

Ketika Yesus menyadari bahwa kebersamaan-Nya dengan para murid tidak akan lama lagi, Tuhan Yesus menaikkan doa untuk para muridNya. Dia berdoa untuk para murid-Nya dan hal ini bisa diterapkan pada semua orang percaya. Artinya doa Yesus juga berlaku bagi kita semua orang percaya. Orang-orang percaya mempercayai bahwa firman yang Yesus ajarkan itu dari Allah. Yesus mengatakan bahwa orang-orang percaya adalah milik-Nya dan untuk itu Dia berdoa untuk orang-orang percaya dan kita semua. Doa Yesus bagian pertama ini berisi ucapan syukur Tuhan Yesus yang telah melakukan pekerjaan yang diperintahkan Bapa kepada-Nya yaitu menyampaikan firman yang disampaikan-Nya kepada para murid-Nya. Dalam ayat 6 Yesus mengatakan bahwa mereka yang percaya adalah milik Allah. Artinya milik Yesus sebab mereka hidup menuruti Firman yang telah disampaikan, dan sungguh-sungguh percaya bahwa Yesus adalah berasal dari Allah.

Sungguh kita adalah orang yang paling beruntung sebab kita adalah orang yang percaya kepada satu-satunya Allah yang benar, yaitu Allah yang kita kenal di dalam Yesus Kristus yang mempunyai kuasa memberikan hidup kekal. Tetapi tidak semua orang memperolehnya karena kunci untuk memperolehnya adalah percaya. Kita adalah orang yang percaya, betapa beruntungnya kita.

Dengan alasan apakah Tuhan Yesus mendoakan para murid-Nya? Selama Yesus hidup di dunia, Ia bersama mereka, Ia menjagai mereka, Ia memimpin mereka. Tetapi sebentar lagi Yesus akan meninggalkan para murid, dan karena itu Dia perlu mendoakan mereka, supaya Allah Bapa memelihara mereka dalam dunia.

  1. Supaya mereka menjadi satu sama seperti Yesus dan Bapa, bukan kesatuan organisasi, doktrinal, tetapi kesatuan hati.
    Yesus menghendaki kita untuk bersatu, tidak tercerai berai. Sebagaimana Bapa dan Yesus adalah satu, demikian juga kita semua bersatu, bukan masalah organisasi menyangkut gereja lain, bukan juga ajaran doktrinal, tetapi kesatuan hati. Apalagi kita di dalam persekutuan organisasi dan gereja yang sama harus semakin menunjukkan kesatuan kita semua.
  2. Bersama dengan Tuhan tidak seorang pun binasa.
    Bahwa hidup ini penuh tantangan dan cobaan, maka dari itu kita harus bersatu dengan Tuhan, maka kita tidak akan menemui kebinasaan. Kita bisa terlepas dari segala penderitaan, kesulitan, tantangan hidup, jika kita bersama dengan Tuhan Yesus. Kita harus mempercayai dan mengimani itu semua.
  3. Karena mengetahui dunia membenci mereka (para murid dan orang percaya), maka kalau kita dibenci dunia berarti kita mempunyai kesamaan dengan Kristus yang dibenci oleh dunia, dan itu adalah sebuah kehormatan. Hal itu tidak seharusnya menjadi batu sandungan, tetapi justru menjadi pemacu semangat kita bahwa kita mendapat kehormatan sama seperti Tuhan dibenci dunia, karena kita semua tidak berasal dari dunia.
  4. Yesus tidak meminta Tuhan Allah untuk mengambil mereka dari dunia, tetapi agar mereka dilindungi dari yang jahat. Kita tidak ditugaskan Tuhan keluar dari dunia, namun kita diminta untuk menjadi saksi-Nya di dunia ini dan kita dilindungi dari yang jahat. Artinya kita selalu ada dalam penyertaan Tuhan di setiap langkah dan kehidupan kita semua. Itulah doa-doa Yesus kepada para murid yang berlaku juga bagi kita orang-orang percaya di jaman sekarang ini.

Penutup
Kita adalah orang pilihan Tuhan yang diselamatkan. Demikian juga kita dipilih untuk ikut ambil bagian dalam pelayanan menjadi saksi-Nya di dunia ini. Ada banyak tantangan kehidupan dalam menjadi saksi Tuhan itu. Kesatuan umat adalah wujud kita memuliakan Tuhan juga. Maka Tuhan akan bersama kita seperti yang digambarkan doa Yesus kepada murid-murid-Nya yang juga berlaku bagi kita semuanya. Dalam memulai bulan kespel tahun ini, mari kita perkuat persaudaran dan persatuan kita semua, sebagai wujud kesaksian kita kepada Tuhan. Tuhan memberkati. Amin. (syn)

Nyanyian:  KJ. 249   Serikat Persaudaraan

Rancangan Khotbah: Basa Jawi

Pambuka
Asring kita mirengaken semboyan “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Semboyan punika setunggaling semboyan ingkang mucal bab wigatinipun perkawis patunggilan (persatuan). Kathah tiyang ingkang mangertos pentingipun bab punika lan resikonipun menawi wonten crah saged dadosaken karisakan. Senajan katah tiyang ingkang mangertos, taksih wonten kemawon tiyang ingkang nglirwakaken bab patunggilan punika lan langkung nengenaken ego lan tumindak serakah kangge pribadi utawi kelompokipun piyambak, lan asring punika dipun tindakaken tanpa sadar. Ing satengah-tengahing gesang patunggilan ing pasamuwan, perkawis punika saged nuwuhaken crah lan pasulayan ing antawisipun tiyang pitados. Punapa kita sedaya sadar ing bab punika? Awit kita punika kagungan tugas dados saksinipun Gusti. Sampun ngantos wontenipun crah ingkang dadosaken kita pecah.

Isi
Sepisan malih para tiyang pitados mengertosi bab punika. Bilih kita kedah nyawiji lan crah dadosaken kita bubrah minangka seksinipun Gusti Allah. Kita kaemutaken malih bilih dados seksi punika sedaya tiyang pitados dhumateng Gusti Yesus. Sedaya tiyang ingkang pitados nggadahi timbalan lan tugas wonten pundia kemawon lan kapan kemawon, kita kedah martosaken kesaksian bab katresnanipun Gusti Yesus dhateng sedaya tiyang, supados lumantar tumindak gesang kita punika, tiyang sami pitados dhumateng Gusti Yesus.

Waosan kita ingkang sepisan Para Rasul 1:15-17 punika nyariosaken bab kapijinipun Matias nggantos Yudas dados sakabatipun Gusti Yesus. Saking waosan punika paring gambaran wontenipun kekirangan/kekosongan “jabatan” awit katilar dening Yudas saengga dipun betahaken gantosipun Yudas. Saking bab punika dados gegambaran bilih dipun betahaken tiyang-tiyang ingkang purun dados sakabatipun Gusti Yesus lan ugi dados seksinipun Gusti Yesus ing donya punika. Awit saking awratipun jejibahan punika, Matias kapiji dados sakabatipun Gusti Yesus. Semanten ugi kita kapiji dening Gusti Yesus kangge nderek makarya ing peladosan punika. Tamtu dados pakormatan kangge kita nalika kita kapiji dipun slametaken ugi saged dados seksinipun Gusti.

Ing waosan ingkang kaping kalih 1 Yohanes 5:9-13, Rasul Yohanes paring kesimpulan kanthi leres bilih kita sedaya saged nampi paseksi saking manungsa, ananging paseksinipun Gusti Allah langkung kiyat. Awit kados mekaten paseksinipun Gusti Allah bab Putranipun. Sedaya punika kaserat dening Yohanes supados kita pitados dhumateng Putraning Allah, Gusti Yesus lan angsal gesang langgeng. Pramila dados tanggel jawab kita maringaken gesang kita dhumateng Gusti lan dados seksiNipun wonten pundi kemawon kita dipun tugasaken.

Nalika Gusti Yesus sadar bilih wekdalipun sesarengan kaliyan para sakabatipun mboten dangu malih, Gusti Yesus ndedonga kangge para sakabatipun. Pandonganipun Gusti Yesus kangge para sakabatipun punika ugi pandonga kangge kita sedaya tiyang pitados. Tegesipun pandonganipun Gusti Yesus punika ugi pandonganipun kangge kita para pitados. Para tiyang pitados pitados bilih Sabda ingkang dipun wucalaken Gusti Yesus punika saking Gusti Allah. Yesus ngendikan bilih tiyang pitados punika kagunganipun Gusti.  Amargi saking punika Gusti Yesus ndedonga kangge kita sedaya. Pandonganipun Gusti Yesus ingkang sepisan punika wujud saos sukuripun Gusti Yesus ingkang sampun nindakaken pakaryan saking Gusti Allah inggih punika nglantaraken Sabdanipun dhateng para sakabatipun (Ay. 8). Ing ayat 6 Gusti Yesus paring pangandikan sinten kemawon ingkang pitados dhateng Panjenenganipun punika dados kagunganipun. Tegesipun para tiyang pitados punika kedah gesang miturut Sabdanipun Gusti, lan saestu pitados bilih Gusti Yesus punika saking Gusti Allah.

Saestu kita punika tiyang ingkang bejo awit kita pitados dhumateng Gusti Allah ingkang saestu leres, inggih Gusti Allah ingkang kita tepangi wonten ing Gusti Yesus Kristus ingkang kagungan panguwaos maringi gesang langgeng. Ananging mboten sedaya tiyang angsal gesang langgeng punika. awit kuncinipun kita kedah pitados lan kita salah satunggaling tiyang pitados punika, saestu kita bejo.

Kanthi alasan punapa Gusti Yesus ndedonga kangge para sakabatipun? Samangsa gesangipun ing donya, Gusti Yesus tansah gesang sesarengan kaliyan para sakabatipun, njagi para sakabatipun, mimpin para sakabatipun. Ananging sekedap malih Gusti Yesus badhe nilaraken para sakabatipun, pramila Gusti Yesus perlu ndedonga kange para sakabatipun, supados Gusti Allah tansah ngrimati para sakabat nalika gesang ing donya.

  1. Supados para sakabat punika dados setunggal/nyawiji kados dene Gusti Yesus lan Gusti Allah ingkang nyawiji, sanes patunggilan sacara organisasi, doctrinal, ananging patunggilan manah. Gusti Yesus ngersakaken kita tansah nyawiji mboten crah. Kadosdene Gusti Allah lan Gusti Yesus ingkang nyawiji, semanten ugi kita para tiyang pitados. Punika mboten magepokan bab organisasi, mboten ugi bab doktrinal, ananging manah ingkang dados setunggil/nyawiji. Punapa malih kita wonten ing greja, kita kedah nedahaken patunggilan punika ing gesang sesarengan kita sedaya.
  2. Gesang sesarengan kaliyan Gusti Allah mboten wonten ingkang nemu karisakan/binasa. Bilih ing gesang punika kebak ing reridu lan pacoben, kita kedah nyawiji kaliyan Gusti Allah supados kita mboten manggihi karisakan/binasa. Kita saged uwal saking sedaya kasisahan, pacoben, reridu gesang punika, nalika kita gesang sesarengan kaliyan Gusti Allah. Kita kedah pitados lan yakin bab punika.
  3. Kita mangertosi bilih donya punika sengit kaliyan para sakabat lan tiyang pitados. Kados dene Gusti Yesus ingkang ugi dipun sengiti dening donya, punika ingkang malah dados pakormatan kangge kita sedaya. Punika kedahipun mboten dados pambengan kange kita, malah saged dados semangat anggen kita sami lelados lan dados paseksipun Gusti ing gesang kita. Kita angsal pakormatan. Kita dipun sengiti dening donya awit kita mboten saking donya.
  4. Gusti Yesus mboten nyuwun Gusti Allah supados kita kapendhet saking donya punika, ananging supados kita katebihaken saking tiyang ingkang tumindak piawon dhateng kita sedaya. Kita dipun paring tugas dening Gusti Allah dados seksiNipun. Mekaten ugi Gusti Allah tansah nyarengi lan paring pangrimatan dhateng kita sedaya. Punika pandonganipun Gusti Yesus dhatang para sakabatipun ingkang ugi pandonganipun Gusti Yesus kangge kita sedaya para tiyang pitados ing jaman samangke.

Panutup
Kita punika tiyang ingkang kapiji dening Gusti Yesus, tiyang ingkang sampun dipun slametaken. Semanten ugi kita kapiji supados nderek makarya wonten ing peladosan dados seksiNipun ing donya punika. Kathah reridu ingkang badhe kita adepi sesarengan nalika dados seksiNipun Gusti. Pramila kita kedah nyawiji, kanthi mekaten Gusti kamulyaaken. Gusti Yesus tansah nunggil kita sedaya, kados ingkang kagambaraken ing pandongaNipun dhateng para sakabat. Tamtu punika kalampahan kangge kita ugi. Miwiti wulan Kespel ing tahun punika, mangga kita ngiyataken gesang sesarengan,  kita mbangun patunggilan ing antawis kita, supados punika saged dados wujud seksi kita dhumateng Gusti Allah. Gusti tansah mberkahi kita sedaya. Amin. (syn).

Pamuji: KPJ. 357 : 1, 2  Endahing Saduluran

Renungan Harian

Renungan Harian Anak