Makna Tari Gambyong Renungan Harian Anak 23 April 2021

23 April 2021

Bacaan: Mazmur 30:12-13
Nats: “Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku Kauikat dengan sukacita.” (Mazmur 30:12)

Tari gambyong adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah Surakarta, Jawa Tengah. Pada awalnya tari gambyong ini hanyalah tarian jalanan atau tarian rakyat. Tari gambyong dipertunjukkan pada saat upacara panen dan hendak akan menanam padi. Tujuannya agar tanaman yang masyarakat tanam diberikan kesuburan dan diberikan panen melimpah.

Nama gambyong sendiri sebenarnya berasal dari nama seorang penari kondang pada masa itu yaitu Sri Gambyong. Pada suatu saat, Sri Gambyong diundang oleh Sinuhun Paku Buwono IV yang pada saat itu memerintah kesunanan Surakarta untuk menyelenggarakan pementasan di lingkungan kraton Surakarta. Sejak saat itulah tarian yang dibawakan oleh Sri Gambyong dinamakan sebagai Tari Gambyong. Setelah masuk di lingkungan kraton, tarian gambyong ini sering dijadikan sebagai tarian hiburan dan penyambutan untuk tamu kehormatan.

Teman-teman, ternyata tarian itu juga mempunyai makna yang mendalam. Seperti dalam bacaan kita hari ini. Daud mengungkapkan kegembiraan hatinya dengan menyanyi dan menari-nari sebab Tuhan telah mengubah kesedihannya dengan sukacita. Kalau kamu, apa yang kamu lakukan jika sedang gembira? Tulislah di selembar kertas.

Doa: “Tuhan Yesus yang penuh berkat, terima kasih atas kegembiraan yang aku rasakan hari ini, Amin.”

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak