Bacaan: 2 Samuel 6:1-5
Nats: “Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.” (2 Samuel 6:5)
Teman-teman, seperti halnya alat musik, tarian juga merupakan hasil karya manusia. Dapatkah kalian menyebutkan dari manakah asal tarian di bawah ini dengan menarik garis:
| Saman | Jawa Timur |
| Kecak | Jawa Tengah |
| Jaipong | Maluku Utara |
| Poco-Poco | Aceh |
| Serimpi | Jawa Barat |
| Reog | Bali |
Dalam bacaan hari ini, Daud sangat bergembira karena ia sedang memindahkan tabut Tuhan dari rumah Abinadab menuju kota Yerusalem. Betapa senang hati Daud, karena akhirnya Tabut Tuhan dapat dibawa ke Yerusalem. Untuk mengungkapkan rasa gembiranya, Daud dan seluruh penduduk Israel menyambutnya dengan menari-nari. Meskipun dia seorang raja, tetapi Daud tidak merasa malu untuk menari-nari di hadapan rakyatnya. Mengapa Daud tidak merasa malu? Sebab ia sedang menyambut Tuhan yang hadir melalui tabut Tuhan.
Teman-teman, melalui bacaan ini kita juga diajak untuk tidak malu mengungkapkan rasa gembira kita melalui tarian, sebab tarian juga merupakan sarana kita mengungkapakan hati yang gembira karena Tuhan telah berbuat baik pada kita, maka…..MENARILAH jika hatimu sedang gembira.
Doa: “Tuhan Yesus, terimalah ungkapan syukurku melalui tarianku, Amin.”