Berani Menjawab Prasangka Renungan Harian 14 Desember 2020

14 December 2020

Bacaan : 1 Raja – raja 18 : 1 – 19 | Pujian : KJ. 401
Nats: “Engkaukah itu yang mencelakakan Israel? (ay. 17)

Sungguh tidak mudah menghadapi orang yang pemahamannya didasari prasangka. Dengan kesimpulan yang diperoleh berdasarkan apa yang ada di kepalanya, banyak orang yang kemudian dengan mudah menjatuhkan penghakiman terhadap sesamanya. Padahal, faktanya dikemudian hari berbicara lain.

Setelah memerintahkan membunuh nabi Israel melalui tangan Izebel, Raja Ahab meminta Obaja untuk mencari sumber air (Ay. 5). Dalam pencarian sumber air, Obaja bertemu Elia, salah satu dari 100 nabi yang selamat. Kemudian Elia dipertemukan dengan raja Ahab. Raja Ahab langsung berprasangka bahwa bencana yang terjadi di Israel disebabkan oleh Elia. Elia dengan tegas menjawab bahwa Israel celaka karena raja Ahab bersama dengan nabi-nabinya telah menyembah Baal dan memuja patung Asyera (Ay. 18). Sungguh di luar dugaan, Elia berani menjawab prasangka raja Ahab yang sangat kejam dan berkuasa. Padahal posisi Elia saat itu sangat lemah dan terancam.

Prasangka yang terucap sangatlah kejam. Prasangka adalah opini subyektif seseorang yang bersifat negatif dan bukanlah sebuah fakta/realitas yang sesungguhnya. Marilah belajar menghadapi prasangka dan tuduhan negatif dengan berkaca pada Elia. Terhadap prasangka dan tuduhan tidak benar yang dialamatkan kepadanya, Elia menghadapinya dengan jawaban yang sangat telak. Keberanian menjawab tuduhan raja Ahab tersebut dikarenakan Elia memiliki relasi yang dekat dengan Allah (Ay. 2). Berulangkali Elia menghadap kepada Allah karena Allah yang disembah maha kuasa dan pasti menyertai hambanya untuk menyatakan kehendaknya.

 Menjawab prasangka-prasangka sangatlah diperlukan pada jaman serba terbuka sekarang ini. Berani mengklarifikasi sebuah prasangka juga akan membentuk pribadi kita menjadi semakin dewasa. Prasangka yang tidak segera dijawab akan berkembang menjadi bola liar dan bisa mengarah pada kekacauan. Marilah kita berani menjawab prasangka dengan tetap beriman. Fakta dan karya itulah pertolongan dan jawaban TUHAN. Amin (BK).

 “Berani menjawab prasangka menambah rasa percaya diri”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak