Bacaan : Matius 20 : 1 – 16 | Pujian : KJ. 299
Nats: “Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Ay. 15)
Pada suatu hari, waktu Tuhan masuk ke dalam surga Dia merasa heran karena semua orang berada di sana. Tidak ada seorang pun yang dimasukkan ke dalam neraka. Maka Dia berkata kepada Malaikat Gabriel: “Panggil semua orang ke hadapanKu dan bacakan Sepuluh PerintahKu!” Semua orang dipanggil. Malaikat Gabriel membaca perintah yang pertama. Lalu Tuhan bersabda: “Semua yang pernah melawan perintah ini, harus turun ke neraka!” Sejumlah orang mengundurkan diri dan dengan sedih pergi ke neraka. Sesudah perintah keenam dibaca, semua orang telah pergi ke neraka kecuali seorang pertapa tua. Tuhan melihatnya dan berkata kepada Malaikat Gabriel: “Inikah satu-satunya yang masih tinggal di surga?” Malaikat mengangguk. “Wah, suasana di sini menjadi sepi, bukan? Suruhlah mereka semua kembali ke surga!” Ketika pertapa tua itu mendengar bahwa semua orang akan kembali, ia menggugat Tuhan: “Ini tidak adil! Mengapa dulu hal ini tidak Tuhan katakan kepadaku?” – Burung Berkicau, Anthony de Mello.
Seperti halnya ketika Tuhan berinisiatif mengembalikan semua orang ke sorga dalam cerita di atas, begitu pula yang dilakukan oleh pemilik kebun anggur dalam bacaan kita. Ia berinisiatif mencari pekerja bagi kebun anggurnya, bukan karena kemampuan mereka. Ia bahkan tidak memiliki kriteria khusus bagi mereka yang dipilihnya. Ia hanya mengedepankan belas kasih, kemudian memberdayakan mereka.
Jika hari ini kita dapat menikmati kehidupan, itu semua bukan karena kekuatan kita. Tetapi karena belas kasih dan anugerah yang Ia berikan. Oleh karena anugerah itu, maka semestinya yang kita lakukan adalah mensyukuri pemberian ini. Bukan malah menuntut Sang Pemberi. Perkara bersyukur tidak selalu menjadi perkara ringan dalam hidup. Sebab seringkali kita lebih fokus pada apa yang orang lain dapat dan kemudian kehabisan waktu untuk mensyukuri apa yang kita miliki. Padahal harus kita sadari bahwa Tuhan adalah Tuan dalam hidup ini, Ia bebas berkehendak dan melakukan segala sesuatu. Ia bebas memberikan kesempatan dan berkat pada siapapun. Maka saat ini, mari bersyukur sembari memahami misteri belas kasih-Nya. (agns).
“Bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur, tetapi bersyukurlah maka engkau akan bahagia”