Tahun Gerajawi : Natal
Tema : Kelahiran Yesus
Bacaan Alkitab: Lukas 2:1-7
Ayat Hafalan: “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar” (Lukas 16:10)
Lagu Tema : Sevin Tamaria “Natal Kini Telah Tiba”
PENJELASAN TEKS
Ada beberapa catatan penting sehubungan dengan kisah kelahiran Yesus, yaitu :
- Pada waktu kelahiran Yesus, Yerusalem sedang dijajah oleh Romawi, sehingga orang-orang Yahudi harus tunduk pada peraturan yang dikeluarkan oleh Romawi. Salah satu perintah itu adalah semua penduduk yang di bawah jajahan Romawi harus kembali ke negeri asal nenek moyang mereka untuk mendaftarkan diri. Rupanya kerajaan Romawi sedang menghitung jumlah penduduk seluruh daerah jajahannya. Jadi, yang dimaksudkan seluruh dunia dalam bacaan kita adalah seluruh daerah jajahan Romawi.
- Jika membuka peta di bagian akhir Alkitab, maka kita akan menemui jarak antara Nazaret ke Betlehem kurang lebih 65 km. Yusuf bersama Maria harus melakukan perjalanan kurang lebih 65 km dari Nazaret menuju Betlehem. Melihat kondisi Maria yang sedang hamil tua, membuat perjalanan Yusuf dan Maria menjadi berat karena mereka akan banyak berhenti untuk beritirahat.
Dari catatan di atas nampaklah bahwa sejak dalam kandungan Yesus sudah belajar dari kedua orang tuanya bahwa perjuangan dan ketaatan adalah dua hal yang penting dalam kehidupan. Untuk menjadi manusia yang sesuai dengan kehendak Tuhan dibutuhkan perjuangan dan ketaatan sebab manusia mudah sekali tergoda untuk berlaku tidak setia kepada Tuhan.
Pada zaman yang serba modern dan telah ditemukannya alat-alat yang mempermudah manusia untuk melakukan kegiatan membuat manusia terlena dan enggan untuk bekerja lebih giat. Manusia lebih suka mencari yang instan. Sikap yang demikian semetinya tidak terjadi dalam kehidupan beriman.
Banyak orang beriman mencari tips-tips sebagai jalan pintas agar tidak berbelit-belit dan mudah dilakukan. Padahal beriman tidaklah instan. Beriman merupakan perjalanan panjang manusia untuk menghayati kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Dalam perjalanan panjang itu manusia mengalami jatuh bangun menghayati Tuhan. Kesetiaan, kesabaran, putus asa, sakit hati, kekuatan dan kelemahan adalah hal-hal yang terjadi ketika menghayati kehadiran Tuhan dalam perjalan hidup.
Sebagai Pamong, kita juga mengajarkan kepada anak-anak bahwa perjuangan dan ketaatan adalah hal yang penting dalam hidup ini. Oleh sebab itu jangan mengeluh dan putus asa jika mengalami kesakitan penderitaan, karena kesakitan dan penderitaan adalah bagian dari perjuangan dan taat kepada Tuhan.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kisah ketaatan Yusuf.
Alat Peraga:
Pamong menyiapkan gambar :
- Maria yang sedang hamil dan melakukan perjalanan dari Nasaret ke Betlehem.
- Yusuf yang berjuang mencari tempat menginap.
- Goa sebagai kandang domba pada zaman Yesus.
Pendahuluan:
Selamat Pagi anak-anak, apa kabar semuanya? Selamat hari Natal ya. Hari ini adalah hari yang sangat spesial sebab kita memperingati hari Kelahiran Tuhan Yesus. Ayo…kita bersalam-salaman. Boleh juga lho berangkulan. Jika sudah selesai, kita saatnya kita mendengarkan Firman Tuhan.
(Pamong menunjukkan gambar 1)
Ini adalah gambar bapak Yusuf dan ibu Maria. Mereka sedang melakukan perjalanan dari Nasaret ke Betlehem. Mengapa harus ke Betlehem? Karena ada perintah semua orang harus kembali ke tempat asalnya untuk mendaftarkan diri di kota asalnya. Yusuf berasal Betlehem. Meskipun Maria sedang hamil besar, Yusuf tetap mengajak Maria untuk pergi ke Nasaret. Wah…sungguh orang yang taat pada peraturan.
(Pamong menunjukkan gambar 2).
Sesampainya di Betlehem, bapak Yusuf harus berjuang mencari tempat penginapan. Bapak Yusuf mendatangi satu persatu penginapan untuk menanyakan apakah ada kamar kosong untuk Maria. Sungguh sayang, tidak ada satupun tempat penginapan kosong. Wah…mengapa penuh ya? Rupanya banyak pendatang dari berbagai tempat datang ke Nasaret untuk mendaftarkan diri. Apakah Yusuf menyerah mencari tempat untuk menginap? Tidak. Yusuf tetap berjuang mencari tempat menginap sampai ada yang menawari tempat sementara untuk menginap yaitu kandang.
(Pamong menunjukkan gambar 3).
Inilah kandang pada zaman Yesus. Kandangnya tidak sama dengan kandangnya orang Indonesia yang terbuat dari bambu. Kandangnya zaman Yesus terbuat dari batu karena memang di Nasaret tempatnya berbatu. Di situlah Maria melahirkan bayi Yesus. Sungguh…Yesus lahir di tempat yang sangat sederhana.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus, kita melihat perjuangan bapak Yusuf agar dapat tempat penginapan. Tentu bapak Yusuf kebingungan ketika tempat penginapan sudah penuh, tetapi bapak Yusuf tidak berputus asa. Ia tetap mendatangi rumah satu per satu untuk menanyakan apakah ada tempat kosong untuk ibu Maria yang akan melahirkan. Akhirnya bapak Yusuf dapat bernafas lega karena mendapatkan tempat untuk ibu Maria yaitu kandang domba.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Ketaatan Yusuf menjalankan perintah Tuhan dengan membawa Maria yang sedang hamil tua dari Nasaret ke Betlehem dan mencarikan tempat untuk melahirkan seorang Juruselamat perlu kita contoh. Tidak mengenal lelah dan tidak mengeluh itulah bentuk ketaatan yang ditunjukkan Yusuf.
Dan sekarang Yesus telah lahir. Mari kita sambut kedatangan-Nya ke dunia dengan penuh hati yang gembira sambil kita berusaha hidup taat seperti bapak Yusuf.
Ayo kita menyanyi lagu : Sevin Tamaria “Natal Kini Telah Tiba”
Syair:
Natal kini t’lah tiba mari bersukacita
Natal hari yang indah Yesus lahir ke dunia
Ayolah kawan-kawan kita bersukaria
Dengan nyanyian hei…hei sambut kelahiranNya.
Aktivitas: Membuat pohon natal kertas.

Bahan-bahan yang harus disediakan oleh Pamong :
- Kertas HVS yang telah dibuat kerucut
- Gunting
- lem
- Kertas krep warna hijau dan merah yang telah dipotong panjang 10 cm dan lebar 1 cm.
Cara membuat :
- Ambil kertas HVS lalu buat kerucut seperti contoh di samping.
- Ambil kertas krep potong-potong seperti gambar di di samping.
- Lalu tempel kertas krep tersebut pada kertas kerucut. Buat sampai semua kertas kerucut tertutup.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kisah ketaatan Yusuf.
- Anak dapat menyebutkan contoh sikap taat dalam kehidupan sehari-hari.
Pendahuluan:
Selamat Pagi anak-anak,
Sebelum kita mendengarkan Firman Tuhan, kita akan bermain terlebih dahulu. Saya minta semua anak membentuk barisan sesuai dengan kelas. Dalam barisan ini, silahkan kalian urutkan barisannya sesuai dengan warna baju mulai yang berwarna gelap sampai dengan warna terang. Masih dalam barisan sesuai dengan kelas, saya meminta kalian mencari pasangan dengan warna baju gelap dan terang. Sekarang gabunglah kelompokmu dengan kelompok yang lain yang sesuai dengan warna baju kelompok kalian. Oke. Silahkan duduk sesuai kelompok terakhir.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Bagaimana permainan kita hari ini? Ada berapa perintah dalam permainan tadi? Menurutmu perintahnya mudah atau sulit? Ya…sebetulnya perintahnya mudah, tetapi menjadi sulit karena perintah itu harus dikerjakan bersama-sama dengan orang lain. Kalian harus memperhatikan satu dengan yang lain agar sesuai dengan perintah. Jika ada salah satu yang melanggar perintah, maka permainan menjadi tidak lancar. Ketaatan pada perintah sangat penting agar permainan dapat berjalan dengan lancar.
Inti Penyampaian:
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Ayo dibuka Alkitabnya, kita baca Lukas 2:1-7. Mari kita membaca secara bergantian. Setelah membaca, sekarang saya mau bertanya. Siapakah tokoh kita dalam bacaan tadi? (beri waktu anak-anak menjawab) Ya…betul. Yusuf. Lalu apa yang yang dilakukan oleh Yusuf? (beri waktu anak-anak menjawab). Ya…betul. Ia sedang melakukan perjalanan bersama Maria dari Nasaret ke Betlehem. Mengapa Yusuf mau melakukan perjalanan jauh itu? (beri waktu anak-anak menjawab). Ya…Yusuf mau melakukan perjalanan jauh itu karena ia menaati perintah dari Kaisar Agustus, pemimpin bangsa Romawi. Sebagai seorang warga negara yang baik, Yusuf tidak mau melanggar peraturan, meskipun Maria sedang hamil tua ia tetap menjalankan perintah kaisar Agustus.
Selain Yusuf menjalankan perintah dari kaisar Agustus, ia juga sedang menjalankan perintah dari Tuhan yaitu menjadi ayah dari anak yang yang sedang dikandung Maria. Ia tidak ingin melanggar perintah dari Tuhan. Meskipun berat, Yusuf tetap melakukan perintah itu.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Sejak kecil kita dilatih oleh ayah dan ibu untuk menaati perintah, mulai dari membereskan mainan setelah bermain dan mengembalikan barang yang telah dipakai pada tempatnya. Setelah kita sekolah, guru yang melatih kita untuk menaati peraturan, seperti masuk sekolah tepat waktu, memakai seragam sesuai jadwal dan mengerjakan tugas yang diberikan. Jadi orang tua dan guru melatih kita untuk menaati peraturan dengan tujuan agar hidup kita menjadi orang taat. Coba kamu bayangkan jika kita hidup tidak taat pasti kita menjadi anak-anak yang bandel atau nakal. Tentu saja jika tidak disukai oleh Tuhan.
Memang untuk menjadi taat tidak mudah, tetapi kita harus membiasakan diri untuk belajar taat sehingga hidup kita lebih baik. Dengan membiasakan diri taat maka kita melatih diri untuk tidak berbuat dosa dan itu bisa kita lakukan melalui hal-hal kecil tetapi kita setia melakukannya. Saya yakin kalian bisa melakukannya. Dan itulah persembahan kalian yang terbaik kepada Tuhan di hari Natal ini.
Nah….Sekarang mari kita bersama-sama berjanji kepada Tuhan untuk taat melakukan hal-hal kecil sebagai persembahan kita kepada Tuhan di hari Natal ini. Tulislah janji itu di selembar kertas yang akan dibagikan oleh Pamong. Lalu simpanlah janji itu di Alkitab kalian. Jangan dibuang agar kalian selalu ingat janjimu kepada Tuhan untuk setia melakukannya.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kisah ketaatan Yusuf.
- Anak dapat memberikan contoh sikap taat di rumah, sekolah dan gereja.
- Anak membiasakan diri untuk taat.
Pendahuluan
Selamat Pagi anak-anak,
Sebelum kita mendengarkan Firman Tuhan, kita akan bermain terlebih dahulu. Saya minta semua anak membentuk barisan sesuai dengan kelas. Dalam barisan ini, silahkan kalian urutkan barisannya sesuai dengan warna baju mulai yang berwarna gelap sampai dengan warna terang. Masih dalam barisan sesuai dengan kelas, saya meminta kalian mencari pasangan dengan warna baju gelap dan terang. Sekarang gabunglah kelompokmu dengan kelompok yang lain yang sesuai dengan warna baju kelompok kalian. Oke. Silahkan duduk sesuai kelompok terakhir.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Bagaimana permainan kita hari ini? Ada berapa perintah dalam permainan tadi? Menurutmu perintahnya mudah atau sulit? Ya…sebetulnya perintahnya mudah, tetapi menjadi sulit karena perintah itu harus dikerjakan bersama-sama dengan orang lain. Kalian harus memperhatikan satu dengan yang lain agar sesuai dengan perintah. Jika ada salah satu yang melanggar perintah, maka permainan menjadi tidak lancar. Ketaatan pada perintah sangat penting agar permainan dapat berjalan dengan lancar.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, sejak kecil kita dilatih oleh ayah dan ibu untuk menaati perintah. Demikian juga di sekolah dan gereja kita dilatih untuk menaati perintah. Mengapa? Karena menaati perintah itu sangat penting sebab kita mempunyai kecenderungan untuk melanggar perintah. Itulah yang menyebabkan kita sering berbuat dosa. Tetapi hari ini kita akan belajar dari tokoh Yusuf yang taat kepada perintah Tuhan meskipun berat. Mari kita membaca Lukas 2:1-7.
Apa yang dilakukan oleh Yusuf dalam bacaan kita? (beri waktu anak-anak untuk menjawab). Ya…ia melakukan perjalanan jauh dari Nasaret ke Betlehem bersama Maria yang sedang hamil tua. Mengapa Yusuf mau melakukan perjalanan itu? Karena ia adalah seorang yang taat. Yusuf taat pada perintah kaisar Agustus untuk kembali ke negeri asalnya hanya untuk mendaftarkan dirinya dan Maria di tempat asalnya karena Kaisar Agustus sedang mengadakan sensus penduduk atau menghitung jumlah penduduk di seluruh kerajaan Romawi. Pada waktu itu bangsa Yahudi sedang dijajah oleh bangsa Romawi, maka semua penduduk harus taat pada pemerintahan Romawi.
Selain ia taat kepada kaisar Agustus, Yusuf juga taat kepada Tuhan karena Tuhan sudah menunjuknya untuk menjadi ayah dari anak yang dikandung oleh Maria. Ia harus bertanggung jawab sebagai ayah dan suami dengan melindungi Maria, istrinya, dan anak yang dikandung Maria. Ketika sampai di Betlehem, ternyata tempat penginapan penuh. Bisa dibayangkan betapa bingungnya Yusuf karena tidak mendapatkan tempat menginap untuk Maria. Ia bertanya di semua tempat penginapan apakah ada kamar kosong, ternyata tidak ada. Yusuf tidak berputus asa sampai akhirnya Yususf mendapatkan tempat menginap sementara yaitu kandang dan akhirnya Yesus lahir di kandang. Tentu berbeda dengan kita yang lahir di Rumah Sakit atau di rumah dan disambut dengan kegembiraan. Tidak demikian dengan Yesus. Ia hanya lahir dalam kesederhanaan dan tidak ada pesta pora untuk menyambut kedatangan-Nya
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Menjadi anak yang taat itu tidak mudah. Banyak sekali tantangannya padahal kita sudah diajarkan untuk menjadi anak yang taat sejak kecil mulai di lingkungan rumah, sekolah dan gereja. Nah sekarang, kita akan membagi kelompok menjadi 3 dan tugas masing-masing kelompok adalah menyebutkan tantangan apa saja yang kita hadapi untuk berlaku taat. Kelompok 1 tantangan taat di rumah, kelompok 2 tantangan taat ke sekolah dan kelompok 3 tantangan taat di gereja. Saya akan memberi waktu 10 menit untuk dikerjakan setelah itu dipresentasikan hasilnya.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, hari ini kita berkumpul di sini untuk bersama-sama memperingati hari Kelahiran TuhanYesus. Biasanya kalau kalian ulang tahun diberi hadiah oleh orang tua atau teman dekatmu. Nah sekarang kalian akan memberi hadiah apa kepada Tuhan Yesus yang sekarang sedang berulang tahun. Kalau kalian mau mari kita memberi hadiah dengan sebuah janji yaitu kita bersama-sama berjanji kepada Tuhan untuk taat melakukan hal-hal kecil sebagai persembahan kita kepada Tuhan di hari Natal ini. Tulislah janji itu di selembar kertas yang akan dibagikan oleh Pamong. Lalu simpanlah janji itu di Alkitab kalian. Jangan dibuang agar kalian selalu ingat janjimu kepada Tuhan untuk setia melakukannya.
Gambar depan: sweetpublishing