Bacaan: 2 Samuel 19:15-23
Nats: “Janganlah kiranya tuanku tetap memandang aku bersalah, dan janganlah kiranya tuanku mengingat kesalahan yang dilakukan hambamu ini pada hari tuanku raja keluar dari Yerusalem;…” (2 Samuel 19:19)
Seperti biasanya, Ritha datang paling pagi ke sekolah. Dia sengaja datang lebih awal agar dapat bermain dengan teman-temannya sebelum masuk kelas. Tetapi, hari ini Ritha tidak bisa bermain dengan teman-temannya karena harus mengerjakan PR. Ia lupa mengerjakan karena tidak menulis tugasnya dibuku catatan. Dengan diam-diam Ritha mengambil buku Dini dan mengerjakan PR dengan tergesa-gesa karena takut ketahuan.
Bel berbunyi tanda pelajaran akan dimulai. Setelah berdoa bersama, ibu guru meminta semua anak mengumpulkan PR. Dengan lega Ritha mengumpulkan PR. Tidak lama kemudian, ibu guru memanggil Ritha dan Dini, lalu ibu guru bertanya kepada mereka: “Apakah kalian mengerjakan PR ini bersama-sama?”. Dini segera menjawab, “Tidak bu. Kami mengerjakan sendiri-sendiri”. Lalu ibu guru berkata, “Jika kalian mengerjakan sendiri-sendiri mengapa pekerjaan kalian sama persis”. Lalu Dini menjawab, “Tidak mungkin bu. Kami tidak mengerjakan bersama-sama”. Dengan wajah ketakutan, Ritha berbicara, “Maafkan aku Dini. Aku lupa kalau hari ini ada PR. Ketika kamu bermain di luar kelas, aku secara diam-diam meminjam bukumu dan kusalin hasil pekerjaanmu. Sekali lagi maafkan aku Dini. Bu Guru, saya yang salah. Saya mohon maaf. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi”.
Wah…..sungguh luar biasa sikap Ritha. Tentu dibutuhkan keberanian untuk mengakui kesalahan. Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian pernah melakukan kesalahan dan meminta maaf atas kesalahan itu?. Jika demikian, maka kalian adalah anak yang hebat.
Aktivitas: Bacalah dan ingatlah apa yang tertulis dalam Matius 6:12: “Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.”
Doa:“Tuhan, ajarlah aku untuk berani mengakui kesalahan jika berbuat salah, Amin”