Bacaan : Amsal 17 : 1 – 5 | Pujian : KJ. 36
Nats: “Orang yang berbuat jahat memperhatikan bibir jahat, seorang pendusta memberi telinga kepada lidah yang mencelakakan” (ay. 4).
Seorang pendusta adalah seorang yang berkata bohong. Apa yang dia ucapkan tidak pernah sama dengan kenyataan yang ada. Saat orang lain tahu bahwa dia seorang pendusta, maka sulit orang itu untuk mempercayai dia lagi. Oleh sebab itu dalam keberadaan kita di lingkungan sejak dari kecil kita diajarkan untuk berkata jujur. Terlebih manakala kita mendapatkan kepercayaan dari orang lain, maka kita harus mempertahankan kepercayaan itu dengan baik. Salah satu upaya menjaga kepercayaan itu, kita selalu bertanggungjawab dalam karya dan tugas yang dipercayakan. Ucapan dan tindakan kita selaras. Kita tidak berlaku dusta, melainkan selalu berhati-hati dalam segala hal.
Amsal 17: 1-20, menekankan perlunya hubungan sosial dalam berpikir hikmat. Hubungan yang baik antar sesama, antar hamba dan majikan, dalam perkumpulan bisnis dan hubungan persahabatan merupakan tema yang tetap dalam kitab Amsal. Perselisihan merusak aturan dan menjadi sumber kebencian. Seperti yang diungkapkan dalam ayat 4, kejahatan mencari lebih banyak kejahatan dan seperti tanggul yang bobol, yang mengakibatkan banjir. Orang bijak tahu bahwa jalan kejahatan sangat sukar dihilangkan dari pemikiran kita. Padahal, setiap orang selalu mempunyai kecenderungan hati yang jahat.
Oleh sebab itu orang yang selalu berbuat jahat terhadap sesamanya sebenarnya orang yang bodoh dan merusak tatanan yang sudah diterima dan jalan yang sudah dibangun dalam hubungan masyarakat manusia. Hidup yang membangun kebersamaan adalah perbuatan yang baik di mata Tuhan. Orang yang selalu hidup dalam membangun kebersamaan adalah orang yang berbahagia, sebab dalam hidup sehari-harinya selalu disertai Tuhan. Siapkah kita hidup pada jalan Tuhan setiap harinya? Hidup dengan melakukan kebenaran dan kasih kepada sesama. Hidup yang senantiasa memuliakan dan mengagungkan Tuhan. Hidup yang hanya memandang dan terarah pada Yesus. Amin. (didik)
Bantulah aku agar dapat hidup dalam kasih dan saling mengampuni