Awas Terlena! Renungan Harian 2 September 2019

2 September 2019

Bacaan :  2 Tawarikh 12 : 1 – 12   |  Pujian :  KJ. 51 : 1 – 3
Nats:
Rehabeam beserta seluruh Israel meninggalkan hukum Tuhan, ketika kerajaannya menjadi kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh” (ayat 1)

Ada sebuah ungkapan Jawa demikian eling nalika lara lapa. Dalam bahasa Indonesia berarti ‘ingat semasa susah’. Dalam pandangan Jawa, tidak ada keberhasilan yang datang secara tiba-tiba, melainkan melalui proses, perjuangan dan pengorbanan. Waktu perjuangan itu disebut dengan istilah lara lapa. Kerap kali terjadi bahwa ketika manusia sudah mengalami kesuksesan, ia lupa terhadap proses perjuangannya.

Dalam kisah Alkitab kita hari ini, diceritakan manakala Israel dipimpin oleh Rehabem yang merupakan anak Salomo (11:3). Pada masa Rehabeam, stabilitas keamananan Israel dalam keadaan stabil. Bahkan dalam ayat 1 dikatakan bahwa kerajaannya menjadi kokoh dan kekuasannya menjadi teguh. Itu artinya tidak ada bangsa lain yang datang menyerang mereka. Justru dalam kondisi stabil dan kokoh itu, umat Israel terlena. Mereka melupakan kenyataan bahwa keberhasilan mereka semata-mata adalah karena berkat Tuhan. Segera umat Israel meninggalkan hukum Tuhan (ayat 1).

Maka bersiaplah Raja Sisak dari Mesir dengan seribu dua ratus kereta dan enam puluh ribu orang berkuda datang menyerang Israel. Bahkan orang Libia, orang Suki dan orang Etiopia yang tidak terhitung banyaknya datang hendak merebut Yerusalem. Untunglah mereka segera sadar terhadap kesalahan yang mereka lakukan karena meninggalkan Tuhan, sehingga pada ayat 7 dikatakan demikian: “ketika Tuhan melihat bahwa mereka merendahkan diri, datanglah firman Tuhan kepada Semaya, bunyinya: ‘Mereka telah merendahkan diri, oleh sebab itu Aku tidak akan memusnahkan mereka. Aku segera akan meluputkan mereka dan kehangatan murkaKu tidak akan dicurahkan atas Yerusalem dengan perantaraan Sisak.`”

Kiranya kita dapat belajar dari kisah hari ini, betapa hukum Tuhan semestinya senantiasa kita ingat dan pelihara dalam kehidupan kita. Saat ini kita ada dalam masa penghayatan bulan Kitab Suci. Hukum Tuhan dapat kita ketahui manakala kita juga akrab dengan Kitab Suci. Menjadikannya sebagai suluh kehidupan kita sesehari. Amin.  (ANS)

Waspadalah, waspadalah, jangan sampai terlena dan meninggalkan hukum-Nya!

Renungan Harian

Renungan Harian Anak