Identitas Keluarga Kristen Renungan Harian 26 Juli 2019

26 July 2019

Bacaan : Ester 3 : 8 – 15 | Pujian : KJ 451 : 1, 2
Nats : “….., dan hukum mereka berlainan dengan hukum segala bangsa, dan hukum raja tidak dilakukan mereka,…..” (ayat 8)

Setiap orang pasti mengharapkan menjadi pribadi yang berbeda, sebab melalui perbedaan, identitas seseorang akan nampak. Akan tetapi, menjadi seseorang yang berbeda bukanlah hal mudah, perlu memiliki kekuatan dan keberanian agar tetap bisa bertahan dalam perbedaan tersebut.

Kitab Ester ditulis pada masa pemerintahan Ahasyweros, raja Persia. Ia adalah raja yang besar, sebab ia memerintah sebanyak 127 daerah, mulai dari India sampai ke Etiopia (Est. 1:1). Pada masa pemerintahannya, ada seorang berkebangsaan Yahudi bernama Mordekhai. Ia adalah seorang Yahudi yang taat, hanya takut dan taat kepada Allah, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, ia tidak selalu melakukan aturan-aturan kerajaan, termasuk tentang aturan berlutut dan sujud di hadapan Haman, pembesar tertinggi Kerajaan Persia (Est. 3: 1-2). Oleh karena tindakannya yang berbeda tersebut, maka Haman murka kepada Mordekhai dan berencana untuk membinasakannya serta bangsanya (Est. 3: 9).

Sebagai seorang Yahudi, Mordekhai memiliki identitas yang berbeda dengan orang-orang lainnya. Ia hanya mau berlutut dan sujud sembah kepada Allah Yang Esa, monotheis, sedangkan kebanyakan masyarakat pada waktu itu menyembah banyak ilah-ilah dan dewa-dewa, politheisme (Est. 3:8). Oleh karena perbedaan ini, Mordekhai dan bangsanya menghadapi sebuah ancaraman yang besar, yaitu pembinasaan. Namun sekalipun demikian, ia tetap berani menjaga identitasnya, hingga pada akhirnya ia memperoleh kemurahan dari Allah melalui Ester, anak dari saudaranya (Est. 2:7; 6:11).

Menjadi keluarga Kristen pun demikian, kita memiliki identitas yang berbeda dengan keluarga-keluarga lainnya. Sebagai keluarga Kristen, pondasi “bangunan” rumah tangga kita adalah Yesus Kristus. Artinya, Yesus Kristuslah yang menjadi kekuatan utama dalam keluarga kita. Tanpa Dia, keluarga kita akan rapuh; tanpa Dia, keluarga kita akan runtuh dan tanpa Dia, keluarga kita jauh dari keselamatan dan damai sejahtera. Oleh sebab itu, mari menjaga identitas keluarga kita, sekalipun mungkin tidak mudah! (yulius).

“Yesus Kristus adalah Pondasi Hidup Berkeluarga”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak