Bacaan : Lukas 9 : 51 – 62 | Pujian : KJ 269
Nats : “Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem.” [ayat 51]
Perjalanan kehidupan seorang Kristen sering digambarkan sebagai seorang peziarah, lebih tepatnya mungkin pengembara/musafir. Sebab jika seorang peziarah tahu arah pasti yang dituju, sedangkan pengembara tidak mengetahui jalur pasti perjalanannya dan sampai kapan waktunya perjalanan ini akan berakhir. Dia harus terus bergerak mengikuti panggilan Sang Penuntun Hidup. Dalam cerita Alkitab ini dialami oleh Abram yang mendengar suara Tuhan memanggilnya, Israel di padang gurun yang dituntun tiang api dan awan, dan para Rasul yang dipimpin Roh Kudus. Mereka hanya berjalan dan terus berjalan tiada henti mengikuti suara ilahi dan mengikuti petunjuk-petunjukNya untuk dapat membuktikan bakti dan cintanya.
Sedikit dari para murid yang tahu bahwa hari itu mereka akan segera menjadi pengembara di bumi ini, akan terus berjalan bahkan berlari, tanpa rumah yang tetap, hidup dalam keadaan yang sering menakutkan, mengalami penolakan, dan dimusuhi sebagai pengikut Tuhan Yesus. Tetapi mereka – dan kitapun – juga adalah pengembara yang memikul salib dan mengikuti panggilan Tuhan Yesus Kristus, melaksanakan amanat agungNya, “Pergilah jadikanlah semua bangsa murid-Ku …(Mat 28:19-20)
Sebagai gereja dan orang Kristen terkadang kita menjadi lupa, entah sengaja atau tidak untuk enggan bergerak dari zona kenyamanan dan kemapanan hidup demi memenuhi panggilan Tuhan. Bahwa Tuhan Yesus mengajar, menyembuhkan orang sakit, membuat banyak tanda dan mukjizat adalah untuk mempersiapkan murid-muridnya dapat memenuhi misi dan kehendak Tuhan Allah. Terkadang tanpa malu-malu hamba-hamba Tuhan dan gereja-gereja berlomba lomba untuk membuat warga gereja terlena, menjadi nyaman di gereja bahkan menjadi gemuk dan terlalu letih untuk bergerak keluar menjawab tantangan pelayanan disekitarnya dengan segala resikonya. Gedung gereja dibuat semegah mungkin, ruangannya full ac, audionya jutaan bahkan milyaran,rupiah, tempat parkir yang luas dan aman, CCTV dll. Mungkin Tuhan Yesus bergumam,”Lapoae kelakuane arekarek iki, malah nggawe sandungan anggone netepi timbalane Gusti”. [PAY]
“Bukan terjangan angin kencang yang membuat seekor kera terjatuh dari pohon, angin sepoi-sepoilah yang melakukannya”