Bacaan : 1 Samuel 20 : 1 – 23 ; 35 – 43 | Pujian : KJ 346
Nats : “… Pergilah dengan selamat bukankah kita berdua telah bersumpah demi nama Tuhan, demikian Tuhan akan ada di antara aku dan engkau serta di antara keturunanku dan keturunanmu sampai selamanya” [ayat 42]
Raja Saul dan pasukannya tidak mampu mengalahkan Goliat—orang Filistin yang badannya tinggi besar—yang selalu mengintimidasi dengan hujatan kepada perkemahan pasukan Israel sehingga semua ketakutan mencekam. Kendati demikian, Daud yang berbadan kecil bertindak dan mengalahkan Goliat secara mudah; yang sebenarnya merupakan pertarungan tak seimbang secara fisik. Hal luar biasa ini terjadi karena Tuhan Allah menyertai Daud, memelihara Daud dengan keselamatan sehingga memperoleh kemenangan yang menurut akal manusia tidak mungkin. Apa yang membuat Daud, hamba Tuhan itu mempunyai keberanian dan memperoleh kemenangan?
- Daud mengenal dan menghormati Allah; dengan mengatakan bahwa ia menghadapi musuhnya di dalam nama Tuhan semesta alam.
- Daud mengenal baik musuh yang ia hadapi baik dari segi kekuatan dan kelemahan lawan sehingga dapat menentukan strategi yang tepat untuk mengalahkannya.
- Daud mampu mengukur kemampuannya sendiri terhadap lawan yang akan ia hadapi.
- Daud setia kepada hal kecil sebelum mengalahkan suatu perkara dan tantangan yang besar seperti yang kita lihat ketika ia sungguhsungguh dalam melakukan pekerjaannya yang dulu yaitu menggembalakan domba.
- Daud bertindak dengan iman, keyakinan kepada Tuhan, berdoa memohon perlindungan dan yakin Tuhan akan memelihara keselamatannya.
Jadi, 5 strategi dasar untuk meraih kemenangan di dalam hidup kita yaitu mengenal Allah, mengenal lawan, mengenal kemampuan diri, setia pada hal kecil serta bertindak dengan iman. Allah menyertai dan memlihara Daud, hal ini tampak pada kemenangan Daud dalam peperangan, lolosnya Daud dari usaha-usaha pembunuhan yang dilakukan oleh Raja Saul, dan dalam persahabatan sejati antara Daud dan Yonatan yang bersumpah demi nama Tuhan untuk saling mengasihi sampai pada keturunan-keturunannya. Marilah kita meneladani Daud yang selalu yakin akan pemeliharaan dan perlindungan Tuhan kepada dirinya dan segala ciptaan-Nya dalam segala peristiwa dalam kehidupan kita. [Sri]
“Tuhan adalah benteng yang kuat, orang benar lari kepada-Nya dan selamat”