Dipanggil, Dipulihkan dan Diutus Renungan Harian 8 Mei 2019

8 May 2019

Bacaan : Yesaya 6 : 1 – 8 | Pujian : KJ 366
Nats : Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku : Ini aku utuslah aku!” [ayat 8]

“…Ini aku, utus aku ku dengar Engkau memanggilku, utus aku tuntun aku kuprihatin akan umatMu…” Demikianlah reffrein lagu “Aku Tuhan Semesta” yang diciptakan oleh Daniel Schutte dengan judul asli “ I The Lord of Sea and Sky” yang terinspirasi dari ayat nats hari ini. Sungguh nampak jika pembuat lagu hendak menceritakan bahwa kita perlu mendengar suara panggilan dari Tuhan pemilik semesta alam yang memanggil kita untuk prihatin akan umat kepunyaanNya. Penulis sekaligus pengarang lagu meyakini sebagai manusia yang lemah dan berdosa, kita perlu memohon tuntunan dari Tuhan dengan penuh kerendahan hati.

Di bacaan kita di Kitab Yesaya, kita dapat melihat bahwa Tuhan memanggil Yesaya dengan cara yang luar biasa. Melalui penglihatan dan di dalam penglihatan itu Yesaya melihat Tuhan duduk di atas tahta dikelilingi para serafim yang meninggikan namaNya. Yesaya kemudian merasa tidak layak dihadapan Tuhan tetapi matanya tetap tertuju pada Allah, sehingga Allah berkenan kepadanya. Perkenan Allah diwujudkan melalui adanya serafim yang menyentuhkan bara api pada mulut Yesaya, hal itu sekaligus menyimbolkan bahwa dosa Yesaya telah dihapuskan. Akhirnya karena merasa telah dipulihkan, dengan yakin Yesaya berkata, “Ini aku utuslah aku!”

Seperti halnya Yesaya yang dipanggil dan dipulihkan, dalam kehidupan kita pun sebenarnya Tuhan telah memanggil kita untuk berkarya bagiNya melalui setiap peran dan kemampuan yang kita miliki di dalam kehidupan kita. Hanya saja mungkin kita yang tidak fokus dan mengarahkan pandangan kita kepada Allah. Sehingga kitapun kehilangan kesempatan untuk merasakan sapaan dan panggilan dari Allah bagi setiap kita. Oleh sebab itu mari kita meyakini bahwa ketika kita mau mengarahkan diri dan fokus pada Allah maka Allah akan memanggil, memulihkan dan memperlengkapi kita tidak peduli siapa kita dan apa latar belakang masa lalu kita.[ASN]

“Jika Tuhan sudah mengutus, Ia pasti memulihkan dan memperlengkapi”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak