Tom and Jerry Renungan Harian 17 Desember 2018

17 December 2018

Bacaan : Bilangan 16 : 1 – 19  |   Pujian: KJ 362
Nats: “Ketika Korah mengumpulkan segenap umat itu melawan mereka berdua didepan pintu Kemah Pertemuan tampaklah kemuliaan TUHAN kepada segenap umat itu!” [ayat 19]

Tom and Jerry adalah tokoh film animasi bagi anak-anak yang telah ada sejak tahun 40-an dan bahkan tetap eksis sampai sekarang. Jalan cerita di tiap episodenya hampir sama, yaitu persaingan dan balas membalas yang terjadi antara Tom si Kucing dan Jerry si Tikus. Memang ada tokoh-tokoh lain yang turut muncul, namun juga selalu ada dalam kerangka balas membalas. Demikianlah pembalasan demi pembalasan membuat tokoh Tom dan Jerry tak pernah kehabisan cerita.

Pembalasan adalah sebuah pilihan, begitu pembalasan dipilih untuk menyelesaikan sebuah masalah, lingkaran balas-membalas akan segera berputar tanpa ujung. Karena itu, Musa yang dalam bacaan kita tengah di”kudeta” oleh Korah, Datan dan Abiram memilih untuk tak membalas. Bahkan saat TUHAN turun tangan dalam murka-Nya pada Israel, Musa menahan-Nya. Padahal, apa yang dilakukan oleh Korah,dkk itu sangat menyakitkan! Bayangkan, Musa telah meninggalkan kehidupannya yang nyaman, menaati TUHAN, menghadapi Firaun dan bersusah payah memimpin bangsa tukang ngeyel itu menuju tanah perjanjian. Namun, Korah justru menghasut 250 orang pemuka Israel, untuk memberontak melawan Musa. Mungkin akan melegakan bagi Musa melihat Korah dan seluruh Israel dimusnahkan dalam murka TUHAN yang memihaknya. Ia bisa kembali ke hidupnya yang mapan dan nyaman, tanpa bersusah payah memimpin Israel lagi. Tapi tidak! Musa tidak membiarkan itu terjadi. Dengan rendah hati dia berkata pada TUHAN, “Ya Allah, satu orang saja berdosa, masakan Engkau murka kepada segenap perkumpulan ini?” (ay.22) Musa memilih untuk tak membiarkan lingkaran pembalasan terjadi. Memang akhirnya hukuman diterima oleh Korah cs, tapi hukuman itu setimpal.

Mungkin ada banyak hal yang menyakitkan terjadi dalam hidup kita yang membuat kita merasa ingin membalas dan melampiaskan dendam. Hari ini mari belajar dari Musa, ia punya cukup alasan dan kesempatan untuk membalas. Tapi, pembalasan bukan pilihannya. Karena itu, jangan memilih pembalasan. [Rhe]

“Pembalasan adalah pilihan yang akan melahirkan pembalasan-pembalasan yang lainnya.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak