Mengambil Tanggung Jawab Dalam Visi Allah Renungan Harian 15 Desember 2018

15 December 2018

Bacaan : Amos 9 : 7 – 15  |  Pujian : KJ  392
Nats: “Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh…” [ayat 9]

Pernahkah Anda meyakinkan seorang atau sekelompok orang untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mencemari lingkungan? Apakah nasehat atau saran yang anda berikan dapat diterima dan dilakukan oleh mereka? Mungkin tidak semua, tetapi ada yang kemudian dilakukan meskipun tidak seluruhnya. Ini sesuatu yang baik tentunya.

Adakah cara yang mudah supaya orang dapat berhenti melakukan kebiasaan buruk? Ataukah perlu dibuat aturan dengan ancaman hukuman berat bagi mereka yang kedapatan melakukan tindakan tidak terpuji ini ?  Ah ini sebuah ilusi tentunya. Kunci terpenting di sini adalah bagaimana seseorang dapat melihat visi lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman serta secara sadar mengambil tanggung jawab untuk memelihara dan menjaga lingkungan yang bersih dan nyaman di tempat tinggalnya masing-masing. Dan hal ini butuh perjuangan serta pengorbanan diri.

“Sesungguhnya, waktu akan datang, demikianlah firman TUHAN…” Janji di sini adalah bahwa Allah akan menjanjikan sesuatu yang baik di masa depan, tetapi kita mengetahui bahwa Allah bekerja melalui seseorang (utusan-Nya).  “Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya.”

Tuhan memberikan visi masa depan yang lebih baik. Allah memberikan dorongan spiritual dan kekuasaan untuk mengambil tikar kami dan berjalan (Mark 2:9). Terserah orang memahami visi itu, untuk percaya sebelum melihatnya, dan kemudian mengambil tanggung jawab pekerjaan sehari-hari yang dibutuhkan untuk sampai ke sana. Orang percaya adalah reruntuhan yang diperbaiki dan dibangun kembali oleh Injil kasih karunia Allah. Keturunan Yahudi (sisa) dan semua orang percaya dari berbagai bangsa yang namanya disebutkan oleh Tuhan dipanggil bersama-sama untuk memberlakukan kasih, kebenaran dan keadilan, damai sejahtera dalam seluruh kehidupan. [PAY]

“Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang,melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak