Bacaan : Yehezkiel 28 : 20 – 26 | Pujian : NKB 143
Nats: “dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku menjadi lawanmu, hai Sidon, dan Aku menyatakan kemuliaan-Ku di tengah-tengahmu. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku menjatuhkan hukuman atasnya dan menunjukkan kekudusan-Ku terhadap dia” [ayat 22]
Kartu kuning dan merah dalam permainan sepak bola baru digunakan pada tahun 1970. Penggunaannya dilatari kisah di Piala Dunia 1966, ketika Inggris melawan Argentina. Antonio Rattin, salah seorang pemain Argentina yang melakukan pelanggaran keras dan seharusnya keluar dari lapangan tidak memahami instruksi wasit. Rattin baru keluar lapangan ketika Ken Aston, pelatih tim Inggris menjelaskan maksud wasit kepadanya dalam bahasa Spanyol. Karena kasus itu, Aston mengusulkan adanya „bahasa“ universal yang bisa dipahami oleh semua melalui kartu kuning dan merah. Kartu kuning untuk memberi peringatan keras atau sanksi ringan kepada pemain yang melakukan pelanggaran, sedang kartu merah untuk sanksi berat sehingga pemain harus keluar lapangan. Ide itu diterima oleh FIFA dan hingga kini digunakan.
Bacaan hari ini terdiri atas dua bagian.Pertama: Tuhan memberi “kartu kuning” atas Sidon. Kedua: Tuhan akan mengumpulkan umat-Nya kembali dan umat akan hidup dengan tenteram di Tanah Perjanjian. Kedua bagian ini merupakan satu kesatuan karena ada refrein yang menyatukan kedua bagian ini: “mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN” (ayat 22-24,26). Sidon merupakan tetangga Tirus. Memang bacaan tidak menyatakan dengan jelas dosa Sidon. Namun kemungkinan Sidon masuk dalam kategori bangsa-bangsa yang bersukacita dan mengambil keuntungan dari kejatuhan Yerusalem. Rasa senang mereka tidak bertahan lama karena Allah Israel akan menghancurkan Sidon. “Kartu kuning” kepada Sidon mempunyai tujuan supaya “mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN” ( ayat 22-24) dan supaya mereka berbalik arah dengan hidup benar dan baik sesuai kehendak Allah.
Dalam hidup, manusia sering mendapat peringatan (kartu kuning) dari Tuhan melalui firmanNya. Jangan sampai mengeraskan hati supaya tidak muncul si “kartu merah”. [Kulz]
“Kasih Allah tak berkesudahan, bagi setiap orang yang mau mendengar peringatan-peringatanNya”