Penggarap Yang Tidak Tahu Berterima kasih Tuntunan Ibadah Anak 4 Oktober 2026

21 September 2026

Tahun Gerejawi: Hari Tanpa Kekerasan Internasional
Tema: Kebun Anggur Tuhan
Judul: Penggarap Yang Tidak Tahu Berterima kasih

Bacaan: Matius 21:33-46
Ayat Hafalan: Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, dan mempercayakan kebum anggur itu kepada orang-orang lain (Lukas 20:16)

Lagu Tema: Kebun Anggur

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Cerita ini diucapkan Yesus di Bait Allah, beberapa hari sebelum Ia disalibkan. Yesus sedang berhadapan langsung dengan para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi yang mempertanyakan kuasa-Nya.

Yesus menggunakan simbol-simbol yang sangat akrab dalam tradisi Perjanjian Lama (khususnya Yesaya 5) untuk menggambarkan hubungan Allah dengan manusia:

  • Pemilik Kebun Anggur: Menggambarkan Allah Bapa. Ia yang mendirikan, memagar, dan mempercayakan kebun itu.
  • Kebun Anggur: Menggambarkan Kerajaan Allah atau umat pilihan (bangsa Israel).
  • Para Penggarap: Menggambarkan para pemimpin agama dan bangsa Yahudi saat itu, yang dipercayakan untuk merawat rohani umat.
  • Hamba-hamba yang Diutus: Menggambarkan para nabi yang diutus Allah sepanjang sejarah untuk menuntut “buah” (pertobatan/keadilan), namun sering kali ditolak, dipukuli, dan dibunuh.
  • Anak Pemilik Kebun: Menggambarkan Yesus Kristus sendiri. Ini adalah nubuat langsung Yesus tentang kematian-Nya di luar tembok kota Yerusalem.

Refleksi Untuk Pamong
Sebagai Pamong, anak-anak yang kita layani dan talenta yang kita miliki adalah “kebun anggur” yang Tuhan percayakan. Kita hanyalah penggarap.

Sebelum menuntut anak-anak menghasilkan buah (taat, rajin berdoa, mengasihi sesama), apakah hidup kita sebagai pamong sudah menghasilkan buah tersebut? Mengajar yang paling efektif bukanlah dari apa yang kita ucapkan, melainkan dari bagaimana kita hidup.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:
Melalui media gambar bercerita, anak dapat menceritakan kembali perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur yang tidak tahu berterima kasih

Alat Peraga
Pamong menyiapkan gambar yang telah disediakan di sini.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus. Apa kabarnya hari ini? Wah…saya melihat wajah-wajah gembira nich. Okey….coba kamu bagikan wajah gembiramu itu dengan memberikan senyum yang terbaik untuk teman yang ada di kanan dan kirimu ya. Ayo….senyum yang manis supaya bisa dilihat oleh teman-temanmu.

Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang seorang yang memiliki kebun anggur lalu kebur anggur itu disewakan pada orang lain, namun saying sekali para penggarap atau orang yang menyewa kebun anggur itu tidak berterima kasih. Wah…apa yang terjadi nich? Yuk…ambil duduk yang nyaman. Sebentar lagi kita akan mendengarkan Firman Tuhan melalui gambar yang sudah saya siapkan

Inti Penyampaian
(Pamong menunjukkan gambar 1)
Dalam gambar ini, kalian bisa melihat seorang pemilik kebun anggur menyerahkan kunci kepada penyewa kebun anggurnya setelah terjadi perjanjian jika anggurnya berbuah maka pemilik anggur akan mendapat bagian. Lalu sang pemilik kebun anggur itupun pergi ke negeri lain.

(Pamong menunjukkan gambar 2)
Setelah didengar bahwa kebun anggurnya telah menghasilkan buah, maka pemilik kebun anggur itu mengutus pembantunya untuk meminta bagiannya. Namun sayang, para penyewa kebun itu malah memukuli utusan sang pemilik kebun anggur itu

(Pamong menunjukkan gambar 3)
Mendengar perbuatan para penyewa itu, lalu sang pemilik kebun anggur itu menyuruh lebih banyak orang lain untuk meminta bagiannya. Namun saying. Sang penyewa itu melakukan perbuatan yang sama dengan sebelumnya. Dipukulnya para utusannya itu.

(Pamong menunjukkan gambar 4)
Ternyata…para penyewa itu berlaku buruk pada utusannya meskipun jumlah utusan yang dikirimnya lebih banyak. Para penyewa itu memukuli para pembantunya. Akhirnya sang pemilik kebun mengirim anaknya untuk meminta bagian bagi hasil kebun anggur itu. Di luar perhitungan sang pemilik anggur itu, ternyata anaknya diperlakukan sangat tidak baik.

(Pamong menunjukkan gambar 5)
Anak pemilik kebun anggur itu dipukuli sampai meninggal dunia

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan. Dari kisah ini kita melihat bahwa ternyata para penyewa kebun itu mempunyai sikap yang buruk. Mereka telah melanggar perjanjian telah disepakati bersama dengan berbagi hasil jika kebunnya telah berbuah. Sungguh perbuatan yang tidak patut untuk dicontoh. Mereka adalah orang-orang yang tidak bisa berterima kasih.

Aktivitas
Pamong menyiapkan gambar untuk diwarnai. Bisa didownload pada link berikut ini :


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:
Menggunakan kertas gambar, Anak dapat membuat kartu “Tangan Kasih” yang berisi janji untuk menggunakan tangan untuk membantu orang lain secara kreatif

Alat Peraga
Pamong dapat menyiapkan alat peraga yang terdapat dalam Alat Peraga BALITA

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus. Apa kabarnya hari ini? Wah…saya melihat wajah-wajah gembira nich. Okey….coba kamu bagikan wajah gembiramu itu dengan memberikan senyum yang terbaik untuk teman yang ada di kanan dan kirimu ya. Ayo….senyum yang manis supaya bisa dilihat oleh teman-temanmu.

Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang seorang yang memiliki kebun anggur lalu kebur anggur itu disewakan pada orang lain, namun saying sekali para penggarap atau orang yang menyewa kebun anggur itu tidak berterima kasih. Wah…apa yang terjadi nich? Yuk…ambil duduk yang nyaman. Sebentar lagi kita akan mendengarkan Firman Tuhan melalui gambar yang sudah saya siapkan

Inti Penyampaian
(Pamong menunjukkan gambar 1)
Dalam gambar ini, kalian bisa melihat seorang pemilik kebun anggur menyerahkan kunci kepada penyewa kebun anggurnya setelah terjadi perjanjian jika anggurnya berbuah maka pemilik anggur akan mendapat bagian. Lalu sang pemilik kebun anggur itupun pergi ke negeri lain.

(Pamong menunjukkan gambar 2)
Setelah didengar bahwa kebun anggurnya telah menghasilkan buah, maka pemilik kebun anggur itu mengutus pembantunya untuk meminta bagiannya. Namun sayang, para penyewa kebun itu malah memukuli utusan sang pemilik kebun anggur itu

(Pamong menunjukkan gambar 3)
Mendengar perbuatan para penyewa itu, lalu sang pemilik kebun anggur itu menyuruh lebih banyak orang lain untuk meminta bagiannya. Namun saying. Sang penyewa itu melakukan perbuatan yang sama dengan sebelumnya. Dipukulnya para utusannya itu.

(Pamong menunjukkan gambar 4)
Ternyata…para penyewa itu berlaku buruk pada utusannya meskipun jumlah utusan yang dikirimnya lebih banyak. Para penyewa itu memukuli para pembantunya. Akhirnya sang pemilik kebun mengirim anaknya untuk meminta bagian bagi hasil kebun anggur itu. Di luar perhitungan sang pemilik anggur itu, ternyata anaknya diperlakukan sangat tidak baik.

(Pamong menunjukkan gambar 5)
Anak pemilik kebun anggur itu dipukuli sampai meninggal dunia

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan. Dari kisah ini kita melihat bahwa ternyata para penyewa kebun itu mempunyai sikap yang buruk. Mereka telah melanggar perjanjian telah disepakati bersama dengan berbagi hasil jika kebunnya telah berbuah. Sungguh perbuatan yang tidak patut untuk dicontoh. Mereka adalah orang-orang yang tidak bisa berterima kasih.

Selain itu, kita juga melihat bahwa para penyewa itu tidak bisa menggunakan tangannya untuk hal-halyang baik. Dengan tangan pemberian Tuhan, mereka memakainya untuk memukul pada pembantu pemilik kebun anggur. Dengan tangannya, mereka membunuh anak pemilik kebun anggur.

Hari ini kita memperingati HARI TANPA KEKERASAN INTERNASIONAL. Salah satu cara untuk memperingati hari tanpa kekerasan Internasinal adalah menggunakan tangan pemberian Tuhan ini untuk melakukan hal-hal yang baik seperti menolong teman yang jatuh, membantu mama mencuci piring di dapur, membantu teman yang membawa barang terlalu banyak.

Aktivitas
Pamong menyiapkan sejumlah kertas sejumlah anak yang hadir. Lalu minta anak-anak untuk menggambar kedua tangannya di atas kertas tersebut. Setelah itu minta anak-anak untuk membuat janji agar menggunakan tangannya untuk hak-hal yang baik.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:
Melalui diskusi kelompok, Anak dapat mengaplikasikan cara menyelesaikan perselisihan saat bermain tanpa menggunakan fisik atau kata-kata kasar sesuai ajaran Yesus secara tepat

Pendahuluan
Aktivitas Pemantik: “Permainan Jual-Beli yang Curang”

  • Cara Bermain: Pamong membagi anak-anak ke dalam beberapa kelompok kecil. Berikan setiap kelompok beberapa lembar kertas uang monopoli (sebagai modal). Katakan bahwa ada satu orang “Pemilik Toko Grosir” (bisa diperankan oleh salah satu pamong yang lain) yang meminjamkan barang-barang dengan harga tertentu dan anak-anak bisa menjualnya kembali dengan harga berbeda dan membagi hasilnya nanti.
  • Simulasi Konflik: Di tengah permainan, minta anak-anak mengembalikan sebagian keuntungan atau barang milik Pemilik Toko. Kondisikan agar pamong lain memprovokasi anak-anak untuk menolak mengembalikannya dengan berkata, “Jangan dikembalikan! Ini kan kita yang capek-capek jualin! Kok enak harus dikembalikan. Miliki aja semuanya!”
  • Evaluasi Singkat: Hentikan permainan, lalu tanyakan kepada anak-anak:
    1. “Bagaimana rasanya ketika diminta mengembalikan apa yang sebenarnya bukan milik kita?”
    2. “Mengapa manusia cenderung ingin menguasai sesuatu dan menjadi serakah?”

 Hari ini kita akan belajar tentang kisah di Alkitab yang mirip dengan permainan tadi. Kisah tentang orang-orang yang dipercaya merawat sesuatu yang berharga, tetapi malah menjadi serakah, menggunakan kekerasan, dan tidak tahu berterima kasih kepada sang pemilik.”

Inti Penyampaian
Yesus sedang berada di Bait Allah menceritakan sebuah perumpamaan kepada para pemimpin agama. Yesus menceritakan tentang seorang tuan tanah yang membangun sebuah kebun anggur yang sangat indah dan lengkap dengan pagarnya. Karena harus pergi ke luar negeri, ia menyewakan kebun itu kepada beberapa penggarap (petani).

Ketika musim panen tiba, pemilik kebun mengutus hamba-hambanya untuk mengambil bagian hasil yang menjadi haknya. Bukannya menyambut dengan baik dan berterima kasih karena sudah diberi pekerjaan, para penggarap itu malah menjadi serakah. Mereka memukuli hamba pertama, membunuh yang lain, dan melempari yang lainnya lagi dengan batu.

Pemilik kebun tidak langsung membalas dengan pasukan tentara. Ia justru sabar dan mengirimkan hamba-hamba yang lebih banyak. Tetapi apa respons para penggarap? Mereka memperlakukan hamba-hamba itu dengan kekerasan yang sama marahnya.

Terakhir, pemilik kebun berpikir, “Anakku pasti akan mereka hormati.” Ia mengutus anak laki-lakinya sendiri. Namun, melihat anak itu datang, para penggarap justru berkomplot, “Lihat, itu ahli warisnya! Ayo kita bunuh dia supaya kebun ini jadi milik kita selamanya!” Mereka menangkap anak itu, menyeretnya ke luar kebun, dan membunuhnya.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, tentu kalian sering kali menghadapi konflik saat bermain bersama teman, misalnya: saat main sepak bola, game online, atau kerja kelompok. Apa yang kalian lakukan ketika terjadi konflik? Yach…kadang-kadang kita menyelesaikan konflik dengan bertengkar dengan teman. Demikian juga yang terjadi dengan para penggarap dalam cerita Alkitab ini dalam menyelesaikan masalah dengan kekerasan fisik (memukul, melempar batu, membunuh) dan kata-kata yang kasar (berkomplot jahat).

Yesus menentang cara-cara kekerasan tersebut. Sebagai anak-anak “Kebun Anggur Tuhan”, kita diminta untuk menghasilkan “buah” yang baik, yaitu damai sejahtera dan cara penyelesaian masalah yang benar.

Hari ini kita memperingati HARI TANPA KEKERASAN INTERNASIONAL. Salah satu cara untuk memperingati hari tanpa kekerasan Internasional adalah menggunakan tangan pemberian Tuhan ini untuk melakukan hal-hal yang baik seperti menolong teman yang jatuh, membantu mama mencuci piring di dapur, membantu teman yang membawa barang terlalu banyak. Jangan menyelesaikan konflikdengan bertengkar.

Aktivitas

  • Bahan yang diperlukan: Kertas gambar/karton yang sudah digambari pohon anggur tanpa buah, kertas lipat warna ungu/hijau yang sudah dipotong bulat-bulat kecil berbentuk buah anggur, lem, dan alat tulis.
  • Cara melakukan:
    1. Setiap anak mendapatkan beberapa bulatan “buah anggur” dari kertas lipat.
    2. Anak-anak diminta menuliskan satu komitmen nyata di atas bulatan kertas tersebut tentang cara mereka menyelesaikan konflik tanpa kekerasan saat bermain minggu ini. (Contoh: “Aku tidak akan mengejek teman saat kalah main bola”, “Aku akan menarik napas dalam-dalam dan tidak membalas jika ada yang menabrakku”).
    3. Tempelkan bulatan-bulatan komitmen tersebut ke gambar pohon anggur utama di papan tulis kelas, sehingga membentuk tandan buah anggur yang lebat.

 Kesimpulan Aktivitas: Pamong menyampaikan bahwa kebun anggur Tuhan hanya akan menjadi indah jika kita, para penggarapnya, menghasilkan “buah-buah perdamaian” dan menjauhi segala bentuk kekerasan verbal maupun fisik.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak