Bileam Tuntunan Ibadah Anak 29 Mei 2022

16 May 2022

Tahun Gerejawi: Minggu Paskah 7
Tema:
Kuasa Roh : Menyatakan Kebenaran

Bacaan: Bilangan 24:1-9
Ayat Hafalan: “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” (Roma 8:14)

Lagu Tema: Kidung Ria 29 “AKU DIBERKATI”

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Ayah Bileam bernama Beor. Ia tinggal di Petor, sebuah kota di tepi sungat Efrat. Ia adalah seorang juru tenung, seorang yang mampu melihat masa depan. Pada masa itu, seorang penenung pendapatnya sangat diperhatikan. Meskipun Bileam bukan berasal dari bangsa Israel, tetapi ia dipakai oleh Allah untuk memberkati bangsa Israel.

Apa yang dilakukan oleh Bileam, pasti memiliki alasan. Salah satu alasannya adalah karena Roh Allah menghinggapi Bileam. Roh Allah adalah roh senantiasa yang mendatangkan kebenaran. Kebenaran ini merupakan kehendak Allah. Kehendak Allah senantiasa mendatangkan damai sejahtera bagi bangsa Israel. Oleh karena itu, Bileam walaupun diancam oleh raja Balak, Bileam tetap memberkati orang-orang Israel sesuai dengan kehendak Allah melalui Roh Allah yang menghinggapi Bileam.

Refleksi Pamong
Seperti halnya Bileam dipakai oleh Allah untuk mendatangkan berkat bagi bangsa Israel, Tuhan juga memakai para Pamong untuk mendatangkan berkat bagi anak-anak yang kita layani, oleh sebab itu Pamong harus menghayati dengan sungguh-sungguh panggilannya sebagai seorang Pamong. Salah satunya adalah Pamong harus berhati-hati dalam berucap karena apa yang keluar dari mulut Pamong bisa mendatangkan berkat pada anak-anak. Agar Pamong berhati-hati dalam bertutur kata, maka sangat dianjurkan Pamong sungguh-sungguh menyiapkan diri ketika akan melayani anak-anak, bukan hanya menyiapkan diri ketika hendak menyampaikan Firman Tuhan, tetapi juga menyiapkan setiap kata yang akan keluar dari mulut Pamong.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Bileam dipenuhi Roh untuk memberkati bangsa Israel

Alat Peraga: Pamong menyiapkan gambar yang tersedia:

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Apa kabarnya? Saya sangat gembira bertemu kalian pagi ini. Saya melihat wajah-wajah yang gembira dan siap mendengarkan firman Tuhan.

(Pamong menunjukkan gambar Raja Balak bin Zipor)

Anak-anak…ini adalah gambar raja Balak. Ia adalah raja bangsa Moab. Saat ini raja Balak sedang takut, sebab ia melihat bangsa Israel yang hendak melintasi negerinya. Ia telah mendengar bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang diberkati oleh Tuhan sehingga tidak ada satu bangsapun yang menang melawan bangsa Israel. Hal inilah yang membuat raja Balak takut. Ia tidak ingin bangsa Moab kalah melawan bangsa Israel. Lalu…apa yang dilakukan oleh raja Balak????

(Pamong menunjukkan gambar Bileam)

Ini adalah gambar Bileam. Ia tidak berasal dari bangsa Israel. Bileam seorang dari kota Petor dekat sungat Efrat. Ia diminta oleh raja Balak untuk mengutuki bangsa Israel. Mengutuki adalah mengucapkan kata-kata kasar dan jelek pada bangsa Israel agar bangsa Israel celaka. Agar Bileam melakukan hal itu, raja Balak telah membawa uang yang banyak agar Bileam mau memenuhi keinginan Balak, raja Moab.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Sebelum Bileam mengucapkan kata-kata yang buruk pada bangsa Israel, Bileam memohon petunjuk pada Tuhan dan Tuhan mengatakan pada Bileam agar ia tidak mengucapkan kata-kata yang buruk pada bangsa Israel sebab Israel adalah bangsa yang diberkati oleh Tuhan. Itu berarti bahwa Bileam tidak bisa melawan Tuhan.

Raja Balak tidak menyerah. Ia kembali mengutus utusannya dan meminta agar Bileam mengucapkan kata-kata yang buruk pada bangsa Israel. Kali ini raja Balak membawa uang lebih banyak lagi. Raja Balak memohon dengan sangat agar Bileam menuruti keinginannya. Lalu apa yang dilakukan oleh Bileam? Ia datang kepada Tuhan dan memohon petunjuk Tuhan. Lalu…apa jawaban Tuhan? Jawaban Tuhan tetap sama. Bileam dilarang pergi mengutuki bangsa Israel sebab bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan. Tetapi Tuhan mengijinkan Bileam untuk pergi mengikuti utusan raja Balak dengan catatan: Bileam harus memberkati bangsa Isreal.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Apakah Bileam mengikuti perintah Tuhan? Yach…benar. Bileam mengikuti perintah Tuhan karena Roh Allah ada di dalam Bileam. Bileam tidak mengucapkan kata-kata yang buruk pada bangsa Israel, malah sebaliknya Bileam memberkati bangsa Israel. Ini sajak atau puisi yang diucapkan Bileam atas bimbingan Roh Allah :

(ayat 6) “Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel!

(ayat 8) “Allah, yang membawa mereka keluar dari Mesir, adalah bagi mereka seperti tanduk kekuatan lembu hutan. Bangsa-bangsa yang menjadi lawannya akan ditelannya habis, dan tulang-tulang mereka akan dihancurkannya dan akan ditembaknya tembus dengan panah-panahnya.” 

Sungguh indah ucapan yang keluar dari mulut Bileam karena Roh Allah ada pada dirinya. Dan Allah tidak akan membiarkan umat yang dikasihi-Nya celaka. Allah bisa memakai siapa saja untuk mendatangkan berkat bagi umat yang dikasihi-Nya, termasuk Bileam yang bukan berasal dari Israel.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan,
Yuk…kita menghafal ayat bacaan hari ini yang terambil dari
Roma 8:14 : Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. (Ajak anak-anak menghafal ayat tersebut dengan metode sesuai dengan kraetivitas Pamong).

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Melalui ayat hafalan yang barusan kita hafalkan tadi, Seperti Bileam yang dituntun oleh Roh Allah sehingga mengucapkan kata-kata yang baik pada bangsa Israel, demikian juga dalam hidup kita dituntun oleh Roh Allah. Oleh sebab itu, kita juga harus mengucapkan kata-kata yang baik bukan kata-kata yang buruk, sebab kata-kata yang baik berasal dari Tuhan, sedangkan kata-kata yang jelek berasal dari si jahat. Yuk….kita berusaha mengucapkan kata-kata yang baik sebab kita adalah anak-anak yang diberkati oleh Tuhan. Yuk….kita nyanyi : AKU DIBERKATI 

Aktivitas
Pamong menyiapkan kata-kata baik dan kata-kata yang buruk. Misalnya kata-kata baik : HEBAT, LUAR BIASA, SEMANGAT. Kata-kata buruk : PEMALAS, BODOH, JELEK. (Pamong bisa mencari kata-kata yang lain)

Kemudian kata-kata itu diprint, lalu ditunjukkan pada anak-anak satu persatu-satu. Setelah itu Pamong dapat menunjukkan satu kata dan minta anak-anak untuk memberi pendapat apakah ini kata yang baik atau buruk.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah Bileam dipenuhi Roh untuk memberkati bangsa Israel
  2. Anak dapat menunjukkan keberanian menyatakan kebenaran

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Pagi ini kita akan belajar dari tokoh Alkitab dalam perjanjian Lama, namanya BILEAM. Siapakah yang pernah mendengar cerita tentang Bileam? (beri waktu pada anak-anak untuk menjawab). Okey…jika sudah pernah dengar, yuk…didengarkan lagi apa yang dilakukan oleh Bileam. Jika belum pernah dengar, mari kita cari tahu siapakah Bileam dan apa yang dilakukan oleh Bileam.

Ayah Bileam bernama Beor. Ia tinggal di Petor, sebuah kota yang terletak di tepi sungat Efrat. Menurut Yosua 13:22 Bileam adalah seorang juru tenung. Apa itu juru tenung? Juru tenung adalah orang yang yang dianggap mampu meramal masa depan. Rupanya kemampuan Bileam itu sangat populer dan kepopulerannya sampai terdengar Balak, raja Moab.

Mengapa raja Balak meminta bantuan Bileam? Rupanya raja Balak sedang ketakutan. Ia ketakutan melihat rombongan besar yang akan melewati negerinya. Romobongan ini terkenal dengan tentaranya yang hebat. Tidak ada satupun bangsa yang dapat mengalahkannya. Wah….bangsa apakah ini? Yach….ini adalah bangsa Israel, bangsa pilihan Allah.

Raja Balak mengutus pengawalnya untuk meminta Bileam mengucapkan kata-kata kutuk atau kata-kata buruk pada bangsa Israel agar bangsa Israel kalah. Sebelum Bileam mengucapkan kata-kata yang buruk pada bangsa Israel, Bileam memohon petunjuk pada Tuhan dan Tuhan mengatakan pada Bileam agar ia tidak mengucapkan kata-kata yang buruk pada bangsa Israel sebab Israel adalah bangsa yang diberkati oleh Tuhan. Itu berarti bahwa Bileam tidak bisa melawan Tuhan.

Raja Balak tidak menyerah. Ia kembali mengutus utusannya dan meminta agar Bileam mengucapkan kata-kata yang buruk pada bangsa Israel. Kali ini raja Balak membawa uang lebih banyak lagi. Raja Balak memohon dengan sangat agar Bileam menuruti keinginannya. Lalu apa yang dilakukan oleh Bileam? Ia datang kepada Tuhan dan memohon petunjuk Tuhan. Lalu…apa jawaban Tuhan? Jawaban Tuhan tetap sama. Bileam dilarang pergi mengutuki bangsa Israel sebab bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan. Tetapi Tuhan mengijinkan Bileam untuk pergi mengikuti utusan raja Balak dengan catatan: Bileam harus memberkati bangsa Israel.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Apakah Bileam mengikuti perintah Tuhan? Yach…benar. Bileam mengikuti perintah Tuhan karena Roh Allah ada di dalam Bileam. Bileam tidak mengucapkan kata-kata yang buruk pada bangsa Israel, malah sebaliknya Bileam memberkati bangsa Israel. Ini sajak atau puisi yang diucapkan Bileam atas bimbingan Roh Allah. Yuk…kita buka Alkitab kita. Bacaan hari ini terambil dari
Bilangan 24:1-9 (Ajak anak-anak untuk membaca secara bergantian bacaan hari ini). Setelah kalian membacanya, mari kita ulangi ayat 6 dan 8 : “Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel! …..Allah, yang membawa mereka keluar dari Mesir, adalah bagi mereka seperti tanduk kekuatan lembu hutan. Bangsa-bangsa yang menjadi lawannya akan ditelannya habis, dan tulang-tulang mereka akan dihancurkannya dan akan ditembaknya tembus dengan panah-panahnya.”

Sungguh indah ucapan yang keluar dari mulut Bileam karena Roh Allah ada pada dirinya. Bileam ternyata tidak mengeluarkan kata-kata kutuk pada bangsa Israel, malah sebaliknya ia mengucapkan kata-kata berkat. Wah…apa yang terjadi pada mulut Bileam ya?????? Ternyata mulut Bileam dipenuhi oleh kuasa Roh Allah. Dan Allah tidak akan membiarkan umat yang dikasihi-Nya celaka.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan,
Tuhan bisa memakai siapa saja untuk memberkati kita, seperti Bileam dipakai oleh Tuhan untuk memberkati bangsa Israel. Tuhan sangat menyayangi umat-Nya, oleh sebab itu Tuhan tidak akan membiarkan umat-Nya celaka. Tuhan bisa memakai orang yang tidak kita kenal untuk kebaikan kita. Dan cara Tuhan menolong kita sangat beraneka macam. Yang pasti Tuhan tidak ingin kita celaka.

Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan,
Tuhan menciptakan mulut ini bukan untuk mengucapkan kata-kata yang buruk atau kotor. Apalagi Roh Allah diam di dalam tubuh kita. Tuhan ingin kita menyatakan kebenaran bukan kejelekan, oleh sebab itu kita harus berhati-hati atas kata-kata yang keluar dari mulut kita. Jangan sampai orang lain mendapatkan celaka atas ucapan kita.
 

Yuk…kita menghafal ayat bacaan hari ini yang terambil dari Roma 8:14 : Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. (Ajak anak-anak menghafal ayat tersebut dengan metode sesuai dengan kraetivitas Pamong). 

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Melalui ayat hafalan yang barusan kita hafalkan tadi, Seperti Bileam yang dituntun oleh Roh Allah sehingga mengucapkan kata-kata yang baik pada bangsa Israel, demikian juga dalam hidup kita dituntun oleh Roh Allah. Oleh sebab itu, kita juga harus mengucapkan kata-kata yang baik bukan kata-kata yang buruk, sebab kata-kata yang baik berasal dari Tuhan, sedangkan kata-kata yang jelek berasal dari si jahat. Yuk….kita berusaha mengucapkan kata-kata yang baik sebab kita adalah anak-anak yang diberkati oleh Tuhan. Yuk….kita nyanyi : AKU DIBERKATI

Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak untuk mengiventarisir kata-kata yang mendatangkan berkat dan kata-kata yang mendatangkan kutuk. Kemudian Pamong menjelaskan pada anak-anak untuk melatih kata-kata berkat agar mulut mereka mengucapkan kata-kata yang mendatangkan kebaikan pada orang lain.

Selanjutnya, pamong juga mengingatkan pada anak-anak agar berhati-hati dengan kata-kata kutuk atau buruk agar orang lain tidak celaka.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah Bileam dipenuhi Roh untuk memberkati bangsa Israel
  2. Anak dapat menunjukkan keberanian menyatakan kebenaran

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Pagi ini kita akan belajar dari tokoh Alkitab dalam perjanjian Lama, namanya BILEAM. Siapakah yang pernah mendengar cerita tentang Bileam? (beri waktu pada anak-anak untuk menjawab). Okey…jika sudah pernah dengar, yuk…didengarkan lagi apa yang dilakukan oleh Bileam. Jika belum pernah dengar, mari kita cari tahu siapakah Bileam dan apa yang dilakukan oleh Bileam.

Ayah Bileam bernama Beor. Ia tinggal di Petor, sebuah kota yang terletak di tepi sungat Efrat. Menurut Yosua 13:22 Bileam adalah seorang juru tenung. Apa itu juru tenung? Juru tenung adalah orang yang yang dianggap mampu meramal masa depan. Rupanya kemampuan Bileam itu sangat populer dan kepopulerannya sampai terdengar Balak, raja Moab.

Mengapa raja Balak meminta bantuan Bileam? Rupanya raja Balak sedang ketakutan. Ia ketakutan melihat rombongan besar yang akan melewati negerinya. Romobongan ini terkenal dengan tentaranya yang hebat. Tidak ada satupun bangsa yang dapat mengalahkannya. Wah….bangsa apakah ini? Yach….ini adalah bangsa Israel, bangsa pilihan Allah.

Raja Balak mengutus pengawalnya untuk meminta Bileam mengucapkan kata-kata kutuk atau kata-kata buruk pada bangsa Israel agar bangsa Israel kalah. Sebelum Bileam mengucapkan kata-kata yang buruk pada bangsa Israel, Bileam memohon petunjuk pada Tuhan dan Tuhan mengatakan pada Bileam agar ia tidak mengucapkan kata-kata yang buruk pada bangsa Israel sebab Israel adalah bangsa yang diberkati oleh Tuhan. Itu berarti bahwa Bileam tidak bisa melawan Tuhan.

Raja Balak tidak menyerah. Ia kembali mengutus utusannya dan meminta agar Bileam mengucapkan kata-kata yang buruk pada bangsa Israel. Kali ini raja Balak membawa uang lebih banyak lagi. Raja Balak memohon dengan sangat agar Bileam menuruti keinginannya. Lalu apa yang dilakukan oleh Bileam? Ia datang kepada Tuhan dan memohon petunjuk Tuhan. Lalu…apa jawaban Tuhan? Jawaban Tuhan tetap sama. Bileam dilarang pergi mengutuki bangsa Israel sebab bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan. Tetapi Tuhan mengijinkan Bileam untuk pergi mengikuti utusan raja Balak dengan catatan: Bileam harus memberkati bangsa Isreal.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Apakah Bileam mengikuti perintah Tuhan? Yach…benar. Bileam mengikuti perintah Tuhan karena Roh Allah ada di dalam Bileam. Bileam tidak mengucapkan kata-kata yang buruk pada bangsa Israel, malah sebaliknya Bileam memberkati bangsa Israel. Ini sajak atau puisi yang diucapkan Bileam atas bimbingan Roh Allah. Yuk…kita buka Alkitab kita. Bacaan hari ini terambil dari
Bilangan 24:1-9 (Ajak anak-anak untuk membaca secara bergantian bacaan hari ini). Setelah kalian membacanya, mari kita ulangi ayat 6 dan 8 : “Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel! …..Allah, yang membawa mereka keluar dari Mesir, adalah bagi mereka seperti tanduk kekuatan lembu hutan. Bangsa-bangsa yang menjadi lawannya akan ditelannya habis, dan tulang-tulang mereka akan dihancurkannya dan akan ditembaknya tembus dengan panah-panahnya.

Sungguh indah ucapan yang keluar dari mulut Bileam karena Roh Allah ada pada dirinya. Bileam ternyata tidak mengeluarkan kata-kata kutuk pada bangsa Israel, malah sebaliknya ia mengucapkan kata-kata berkat. Wah…apa yang terjadi pada mulut Bileam ya?????? Ternyata mulut Bileam dipenuhi oleh kuasa Roh Allah. Dan Allah tidak akan membiarkan umat yang dikasihi-Nya celaka.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan,
Tuhan bisa memakai siapa saja untuk memberkati kita, seperti Bileam dipakai oleh Tuhan untuk memberkati bangsa Israel. Tuhan sangat menyayangi umat-Nya, oleh sebab itu Tuhan tidak akan membiarkan umat-Nya celaka. Tuhan bisa memakai orang yang tidak kita kenal untuk kebaikan kita. Dan cara Tuhan menolong kita sangat beraneka macam. Yang pasti Tuhan tidak ingin kita celaka.
 

Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan,
Tuhan menciptakan mulut ini bukan untuk mengucapkan kata-kata yang buruk atau kotor. Apalagi Roh Allah diam di dalam tubuh kita. Tuhan ingin kita menyatakan kebenaran bukan kejelekan, oleh sebab itu kita harus berhati-hati atas kata-kata yang keluar dari mulut kita. Jangan sampai orang lain mendapatkan celaka atas ucapan kita.
 

Yuk…kita menghafal ayat bacaan hari ini yang terambil dari Roma 8:14 : Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. (Ajak anak-anak menghafal ayat tersebut dengan metode sesuai dengan kraetivitas Pamong). 

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Melalui ayat hafalan yang barusan kita hafalkan tadi, Seperti Bileam yang dituntun oleh Roh Allah sehingga mengucapkan kata-kata yang baik pada bangsa Israel, demikian juga dalam hidup kita dituntun oleh Roh Allah. Oleh sebab itu, kita juga harus mengucapkan kata-kata yang baik bukan kata-kata yang buruk, sebab kata-kata yang baik berasal dari Tuhan, sedangkan kata-kata yang jelek berasal dari si jahat. Yuk….kita berusaha mengucapkan kata-kata yang baik sebab kita adalah anak-anak yang diberkati oleh Tuhan. Yuk….kita nyanyi : AKU DIBERKATI

Aktivitas

Pamong mengajak anak-anak untuk :

  1. Mengiventarisir kata-kata yang mendatangkan berkat dan kata-kata yang mendatangkan kutuk. Kemudian Pamong menjelaskan pada anak-anak untuk melatih kata-kata berkat agar mulut mereka mengucapkan kata-kata yang mendatangkan kebaikan pada orang lain. Selanjutnya, pamong juga mengingatkan pada anak-anak agar berhati-hati dengan kata-kata kutuk atau buruk agar orang lain tidak celaka.
  2. Mengiventarisir hambatan untuk mengucapkan kata-kata berkat atau kata-kata yang baik.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak