Ramah dan Senang Berbagi Tuntunan Ibadah Anak 10 Januari 2021

29 December 2020

Tahun Gerajawi : Epifani
Tema : Allah Maha Hadir
Bacaan Alkitab
: Kejadian 18:1-15
Ayat Hafalan :”Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Matius 22:39)
Lagu Tema : Rukun Cinta Satu Sama Lain

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Keramah-tamahan yang ditunjukkan Abraham kepada tamu asing yang belum dikenalnya merupakan ciri khas orang Israel. Mengapa keramah-tamahan kepada oang asing ini sangat penting? Hal ini disebakan oleh kehidupan manusia pada masa Abraham adalah kehidupan nomaden atau berpindah-pindah. Ada banyak perjalanan yang ditempuh karena faktor ekonomi. Jika para sesama pengelana tidak saling membantu untuk bertahan hidup maka kehidupan akan kacau. Pada malam hari ada banyak bahaya mengintai mulai suhu yang bisa turun drastis, serangan hewan buas dan serangan orang jahat siap mengancam nyawa. Perjalanan jauh juga bisa menyebabkan kelaparan dan kehausan. Maka wajar jika Abraham bersikap ramah kepada tamu asing karena kemungkinan dia sendiri juga memerlukan bantuan yang demikian.

Keramah-tamahan merupakan jantung iman Kristen. Karena dasarnya adalah kasih. Coba diperhatikan hukum yang kedua dari hukum kasih ajaran Yesus Kristus yang demikian :Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri Matius 22:39. Berbagi kehidupan dengan sesama kita menghapus jarak dan kecurigaan dalam masyarakat yang majemuk dan akan melahirkan damai sejahtera.

Keramah-tamahan juga bisa sangat meringankan beban sesama yang membutuhkan dan menderita. Maka dari itu seorang Pamong harus mengembangkan sikap hidup keramah-tamahan yang penuh kasih agar bisa diteladani anak-anak. Ciri utamanya adalah kesediaan berbagi dan menghargai perbedaan. Akarnya adalah rasa syukur kepada Tuhan Sang pemelihara kehidupan. Seorang pamong yang dengan sukacita mempersembahkan hidupnya untuk anak-anak juga adalah wujud keramah-tamahan kepada anak-anak. Pamong yang baik, pengertian kepada anak-anak dan memberi teladan nyata kepada anak, ibarat makanan nikmat dalam jiwa anak-anak. Ketika bertemu pamongnya anak-anak mendapatkan kelegaan. Mungkin ada anak-anak yang haus kasih sayang di rumah karena kurangnya perhatian orang tua atau mengalami krisis percaya diri atau krisis teladan karena orang tua tidak mendidik dengan baik, maka hadirnya pamong yang baik dan hadir dalam hidup anak adalah kesegaran bagi anak-anak.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

TujuanAnak dapat menceritakan kembali kisah Tuhan menampakkan diri kepada Abraham dan Sara untuk mengulangi janji-Nya kepada mereka.

Alat Peraga
Cerita Boneka flanel (jika tidak ada flanel bisa diganti dengan boneka dari kertas yang diwarnai). Pamong dapat membuat boneka Kain Flanel.Contoh pola gambar ada di CD aktivitas

Contoh boneka:

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Mari kita mempersiapkan hati untuk mendengar Firman Tuhan melalui diolag berikut ini  (Penampilan cerita dengan boneka):

Narator : Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah, serta berkata:

Abraham: “Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini. Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini; biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali; kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan perjalanannya; sebab tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini.”

Pendatang : “Perbuatlah seperti yang kaukatakan itu.”

Narator : Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata :

Abraham : “Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!”

Narator : Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya. Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan.

Tuhan : “Di manakah Sara, isterimu?”

Abraham : Di sana, di dalam kemah

Tuhan : “Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.”

Narator : Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya. Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid. tertawalah Sara dalam hatinya,

Sara : “Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?”

TUHAN : “Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua? Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.”

Sara : “Aku tidak tertawa,”

TUHAN : “Tidak, memang engkau tertawa!”

Inti Penyampaian
Anak-anak tadi Abraham kedatangan tamu ya, bagaimana sikap Abraham kepada tamunya? Betul. Abraham berbuat baik dalam menyambut tamu ya. Disuguhi makanan yang enak. Lalu tamu itu membawa berita apa ya? Benar sekali membawa berita gembira bahwa Sara, istri Abraham yang sudah tua akan hamil dan melahirkan anak laki-laki. Mendengar berita itu Sara tertawa karena tidak mungkin ya orang tua bisa hamil dan melahirkan anak.

Penerapan
(Pamong mengulang cerita di hadapan anak-anak)

Abraham sangat baik ya, tamu yang datang ke rumahnya disambut dengan baik. Tamu itu disuguhi makanan enak dari anak lembu atau sapi. Bagaimana dengan anak-anak apakah kalian juga suka berbagi jajan dengan teman? Atau berbagi mainan dengan teman. Jika ada teman yang pinjam mainan dikasih tidak ya ?

Wah pinter semua… karena mau berbagi dengan teman-teman dan menjadi anak yang baik, manis dan sopan ketika bermain bersama.

Aktivitas: Mewarnai gambar cerita. Gambar di atas juga ada di CD aktivitas:


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Tuhan menampakkan diri kepada Abraham dan Sara untuk mengulangi janji-Nya kepada mereka.

Alat Peraga – Menyusun Gambar (Gambar terdapat di CD)

Gambar cerita Kejadian 18 : 1-15 yang dibagi dalam beberapa potongan kertas. Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok tiap kelompok diberi gambar alur cerita

Anak anak diminta untuk menyusun ulang cerita dengan gambar.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak semua,

Pagi ini bagaimana kabarnya? Wah semua sehat ya? senangnya kalian sehat semua. Pagi ini kita akan bersama-sama mendengar cerita tentang Abraham. Tetapi kalian yang harus menyusun cerita dari gambar-gambar yang ada. Kalian akan dibagi menjadi beberapa kelompok ya.

Inti Penyampaian
Setelah anak-anak selesai menyusun gambar lalu diminta bercerita tentang gambar yang sudah disusun. Jika semua kelompok sudah bercerita barulah anak-anak diajak membaca Alkitab.

Nah anak-anak kalian sudah tahu betul kisah Abraham kedatangan tamu. Cara Abraham menerima tahu sangat baik ya. Ia ramah sekali kepada tamunya. Abraham melihat tamunya pastilah capek dan lapar maka dari itu ia meminta tamunya singgah dan diberi suguhan yang baik. Ini adalah cara menyambut tamu dengan baik.

Penerapan
Sikap Abraham ini karena dia mengasihi sesama ciptaan Tuhan, meskipun tidak kenal tetapi diterima dan diperlakukan dengan baik. Dalam kehidupan sehari-hari, kalian juga mungkin bertemu dengan banyak teman yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Bagaimana cara kalian memperlakukan mereka? Ada bagian dari kitab Suci dari : Matius 22 Ayat 39 yang demikian : Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tentunya kita juga ingin diperlakukan dengan baik oleh siapa saja maka kita juga mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri kita. Itulah ajaran Tuhan Yesus.

Aktivitas: Membuat gantungan pintu dari gambar yang telah disusun (Gambar terdapat di CD)

Alat dan bahan :
gambar peraga, lem kertas, sedotan warna warni, lem tembak, pensil warna, benang siet, kertas lipat warna warni dipotong bulat atau hati sesuai selera anak-anak dan gunting.

Anak-anak bisa menaruh di pintu kamar.

Cara membuat :

  1. Gambar peraga dilipat sesuai garis lalu ujungnya direkatkan dengan lem, akan membentuk seperti prisma.
  2. Sedotan dipotong ukuran 10 cm sebanyak satu buah. Sedotan diberi lem tembak lalu direkatkan di bagian atas prisma gambar peraga yang telah dilipat dan di em. Sedotan ini untuk menempatkan tali.
  3. Potong tali seukuran 30 cm. Ikat d isedotan di bagian atas kertas peraga.ikat tepat dibagian tengah tali sehingga ada tali yang ke bawah dan ada tali yang ke atas .
  4. Sedotan warna warni dipotong ukuran 2 cm sebanyak 10 biji. Kertas lipat dipotong bebas sesuai selera anak-anak. Saran penulis dipotong hati diameter 2 cm 5 buah dan diameter 5 cm, 1 buah.
  5. Hias tali dengan potongan sedotan dan kertas lipat . Disusun seperti sate. dansedotan, kertas berbentuk hati( sesuai selera anak) berurutan.
  6. Anak-anak diminta menggantungnya di depan pintu kamar mereka.

Contoh hasil gantungan sebagai berikut :


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah Tuhan menampakkan diri kepada Abraham dan Sara untuk mengulangi janjiNya kepada mereka.
  2. Anak dapat menunjukkan sikap keramah-tamahan pada orang lain sebagai wujud kehadiran Allah dalam dirinya seperti yang dicontohkan oleh Abraham.

Alat Peraga
Tulisan adegan cerita Kejadian 18 : 1-15 yang dibagi dalam beberapa potongan kertas. Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok tiap kelompok diberi kertas-kertas yang bertuliskan kata-kata di bawah ini yang diacak. Anak anak diminta untuk menyusun ulang

ADA TAMU YANG DATANG KE TEMPAT TINGGAL ABRAHAM

ABRAHAM MEMBUATKAN ROTI BUNDAR DAN MEMASAK ANAK LEMBU

TAMU MENCARI SARA

TAMU MENGATAKAN JIKA SARA AKAN HAMIL DAN MELAHIRKAN ANAK LAI-LAKI

SARA TERTAWA

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak semua,

Pagi ini bagaimana kabarnya? Wah semua sehat ya? senangnya kalian sehat semua. Pagi ini kita akan bersama-sama mendengar cerita tentang Abraham. Tetapi kalian yang harus menyusun cerita dari tulisan-tulisan yang ada. Kalian akan dibagi menjadi beberapa kelompok ya.

Inti Penyampaian
Setelah anak-anak selesai menyusun gambar lalu diminta bercerita dari tulisan yang sudah disusun. Jika semua kelompok sudah bercerita barulah anak-anak diajak membaca Alkitab.

Nah anak-anak kalian sudah tahu betul kisah Abraham kedatangan tamu. Cara Abraham menerima tahu sangat baik ya. Ia ramah sekali kepada tamunya. Abraham melihat tamunya pastilah capek dan lapar maka dari itu ia meminta tamunya singgah dan diberi suguhan yang baik. Ini adalah cara menyambut tamu dengan baik.

Penerapan
Sikap Abraham ini karena dia menagsihi sesama ciptaan Tuhan,meskipun tidak kenal tetapi diterima dan diperlakukan dengan baik. Dalam kehidupan sehari-hari, kalian juga mungkin bertemu dengan banyak teman yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Bagaimana cara kalian memperlakukan mereka ? Ada bagian dari kitab Suci dari : Matius 22 Ayat 39 yang demikian : Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.Tentunya kita juga ingin diperlakukan dengan baik oleh siapa saja maka kita juga mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri kita. Itulah ajaran Tuhan Yesus.

Kita perlu memperlakukan orang lain dengan baik karena kita telah dipelihara oleh Tuhan melalui orang tua kita. Sebagai rasa syukur atas kebaikan dan kemurahan hati Tuhan maka kita juga harus bermurah hati kepada orang lain. Berbagi adalah salah satu cara yang paling mudah dilakukan. Kesediaan kalian berbagi dengan orang lain lebih-lebih yang membutuhkan akan memperkuat belas kasihan kalian dan menajdi karakter hidup. Maka dari itu hari ini kita akan berbagi nasi bungkus untuk dibagikan kepada yang membutuhkan.

Aktivitas
Anak-anak membagikan nasi bungkus. Bisa untuk orang yang melintas di depan gereja atau diantarkan ke sutu tempat yang membutuhkan.

Lagu Tema: Rukun Cinta Satu Sama Lain

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak