Dewan Pembinaan Anak dan Remaja GKJW menyediakan materi Tuntunan Ibadah bagi Anak dan Remaja (TIAR). Materi-materi tersebut dibagi berdasarkan jenjang pendidikan:

 

HAL-HAL SEHUBUNGAN DENGAN TATA IBADAH ANAK

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan sehubungan dengan Tata Ibadah Anak :

  1. Setiap manusia mempunyai kebutuhan untuk dekat dengan Tuhan.
  2. Ibadah adalah perjumpaan antara manusia dengan Allah
  3. Ibadah berlangsung karena Allah mengambil inisiatif untuk bertemu dengan manusia. Jadi Ibadah berlangsung bukan karena keinginan manusia untuk bertemu dengan Allah, tetapi Allah yang ingin mendekat kepada manusia. Mengapa yang mengambil insiatif adalah Allah? Sebab manusia berdosa (Roma 3:23) dan Ia adalah kudus (1 Petrus 1:16) sehingga manusia tidak bisa mendekat kepada Allah karena keberdosaannya maka yang paling memungkinkan adalah Allah yang mendekat kepada manusia.
  4. Tata Ibadah hanyalah sarana yang dibuat oleh manusia untuk mengelola perjumpaannya dengan Allah. Karena hanya sarana, maka tidak ada aturan yang baku dalam perjumpaan antara manusia dengan Allah. Jika saat ini ada tata Ibadah, itu adalah buatan manusia bukan buatan Allah agar perjumpaan manusia dengan Allah dapat berjalan dengan baik.
  5. Berkaitan dengan Ibadah Anak, maka yang perlu diperhatikan oleh Para Pamong bahwa dunia Anak adalah dunia bermain yang penuh dengan kegembiraan. Oleh sebab itu, diharapkan dalam Ibadah Anak suasana yang dimunculkan adalah suasana gembira dan bermain yang mampu membawa anak-anak dekat dengan Tuhan. Ingat bahwa yang menjadi pusat perhatian dalam Ibadah Anak adalah Anak, bukan Orang Dewasa (termasuk Pamong).
  6. Tata ibadah selayaknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing tempat dan usia anak yang dilayani.

 

ACUAN TATA IBADAH ANAK *)
(disesuaikan dengan suasana masing-masing Jemaat dan jenjang usia anak)

  1. Pujian Pembuka (Bisa 1 atau 2 lagu)
  2. Doa Pembukaan
  3. Pujian
  4. Doa Pengakuan Dosa
  5. Pujian
  6. Mendengarkan Firman Tuhan
  7. Pujian sebagai respon atas Firman Tuhan yang telah ditaburkan
  8. Persembahan
  9. Doa Syafaat
  10. Pujian Penutup
  11. Berkat

*) Yang dimaksudkan dengan acuan adalah urut-urutan di atas tidak baku. Disesuaikan dengan keadaan masing-masing Jemaat. Bisa ditambah atau dikurangi atau tidak dipakai. Sekali lagi yang menjadi pusat perhatian dalam Ibadah Anak adalah Anak, maka suasana Ibadah Anak harus sesuai dengan jiwa Anak, bukan yang lain.


Gambar: Designed by Brgfx – http://www.freepik.com

 

 

Bagikan Entri Ini:
  • 37
    Shares