Be Humble Tuntunan Ibadah Remaja 27 September 2026

14 September 2026

Tahun Liturgi: Bulan Kitab Suci
Tema: Rendah Hati adalah Salah Satu Tindakan Melakukan Firman Tuhan
Judul: Be Humble

Bacaan: Filipi 2:1–13
Ayat Hafalan: “Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” (Filipi 2:4)

Lagu: Hati Sebagai Hamba

Tujuan: Secara berkelompok, remaja dapat merancang sebuah aksi pelayanan “Hamba Sehari” (seperti membantu tugas umum di gereja) sebagai praktik nyata merendahkan diri secara kreatif.

Penjelasan Teks
Filipi 2:1–13 merupakan sebuah ajakan atau panggilan untuk hidup dalam kesatuan dan kerendahan hati. Kesatuan (homophronos) merupakan cara untuk mengatasi sebuah potensi perpecahan, yaitu dengan hidup sehati, sepikir, dan sejiwa (ayat 1-4). Surat ini ditulis oleh Paulus saat sedang berada di penjara sebagai bentuk jalan keluar dari Paulus untuk jemaat Filipi yang sedang dalam potensi perpecahan. Saat itu, kondisi jemaat Filipi sedang mengalami tekanan eksternal (penganiayaan) dan potensi perpecahan internal, yang ditandai dengan kurangnya kesatuan pikiran dan kasih. Paulus mendorong supaya tiap anggota memiliki panggilan hidup untuk tidak mementingkan diri sendiri dan harus mengutamakan yang lain seperti teladan yang sudah diberikan oleh Kristus. Yesus Kristus melepaskan hak istimewa-Nya (kenosis) lalu kemudian menjadi hamba yang setia sampai mati, sebagai sebuah contoh bentuk tertinggi dari kerendahan hati.

Apakah artinya memiliki panggilan hidup untuk tidak mementingkan diri? Bagi Paulus, tidak mementingkan diri sendiri adalah bentuk dari sikap rendah hati. Akan tetapi, di dalam alam pikir Yunani-Romawi saat itu, kerendahan hati dianggap sebagai sebuah kelemahan. Sedangkan menurut Paulus, mengutamakan orang lain atau tidak mementingkan diri sendiri adalah sebuah tanda kedewasaan rohani.

Kedewasaan rohani, dalam hal ini kerendahan hati, berbicara tentang perlunya bersikap sederhana dalam perkataan dan perilaku kita. Kerendahan hati adalah melupakan diri sendiri dan bukan mengecilkan diri. Itu bukan tentang berpikir buruk atas diri sendiri, melainkan sangat peduli terhadap orang lain sehingga dirinya sendiri tidak banyak dipikirkan. Tidak hanya ajakan untuk memiliki sikap rendah hati saja, Paulus juga meminta jemaat agar turut serta ambil bagian dalam mengerjakan karya keselamatan (kerendahan hati) itu dengan setia.

Pendahuluan

  • Ajak remaja mengingat firman Tuhan dalam ibadah seminggu yang lalu: dari kitab apa, bercerita tentang apa, dan apa yang sudah mereka lakukan sebagai bentuk nyata melakukan apa yang menjadi isi firman Tuhan pada minggu lalu.
  • Ajak remaja membaca Filipi 2:1–11. Ini merupakan kisah lanjutan dari Paulus yang saat itu sedang berada dalam penjara.

Cerita
Teman-teman, judul renungan kita saat ini adalah Be Humble. Menurut teman-teman, susah atau tidak, sih, menjadi seseorang yang rendah hati? Contohnya apa, ya, sikap rendah hati itu?

Teman-teman terkasih, saat ini kita hidup pada zaman di mana “flexing” atau pamer adalah hal yang dianggap keren. Kebanyakan orang akan pamer hal-hal baru yang mereka dapatkan. Ada yang pamer sepatu baru, pamer nilai bagus, sampai pamer kebaikan di media sosial.

Menurut KBBI, rendah hati didefinisikan sebagai sifat tidak sombong atau tidak angkuh. Orang yang rendah hati cenderung bersikap sederhana, tidak memandang rendah orang lain, dan tidak menyombongkan kelebihan atau pencapaian yang dimilikinya. Ini adalah sikap terpuji, berlawanan dengan sombong atau besar kepala. Arti dari kata rendah hati ini sangat sama persis dengan apa yang menjadi nasihat dari Paulus.

Jadi, apakah teman-teman selama ini sudah melakukan sikap yang demikian tadi, yaitu menjadi pribadi yang rendah hati? Misalnya saja saat sedang membantu teman atau saat kita mau melayani di gereja, apakah itu kita lakukan supaya mendapatkan pujian atau karena memang tulus melakukannya? Rendah hati juga bisa kita lakukan saat kita tidak pernah membandingkan diri dengan pencapaian orang lain, dan juga saat kita bisa menjadi teman untuk orang yang mungkin selama ini direndahkan oleh yang lain. Memang tidak mudah, tetapi Tuhan pasti memampukan kita menjadi pribadi yang rendah hati.

Aktivitas

  • Rencanakan aksi pelayanan yang bisa dilakukan oleh remaja (sesuaikan konteks masing-masing gereja). Aksi ini juga bisa bekerja sama dengan komisi lain atau Pokja Diakonia gereja, sesuai dengan program ataupun momen yang ada di masing-masing gereja.
  • Bagi remaja secara berkelompok. Jumlah kelompok dapat menyesuaikan dengan jenis kegiatan pelayanan yang sedang direncanakan.
  • Tema pelayanan berkisar tentang sebuah aksi “Hamba Sehari” (seperti membantu tugas umum di gereja atau lainnya) sebagai praktik nyata merendahkan diri secara kreatif.

BAHASA JAWA

Pendahuluan

  • Ajak para remaja ngeling-eling firman Tuhan ing ibadah minggu kepungkur: saka kitab apa, crita babagan apa, lan apa sing wis dilakoni minangka bukti nyata nindakake isine firman Tuhan minggu wingi.
  • Ajak para remaja maca Filipi 2:1–11. Iki minangka crita saka Rasul Paulus sing wektu kuwi lagi ana ing pakunjaran.

Cerita
Kanca-kanca, irah-irahan renungan kita saiki yaiku Be Humble. Miturutmu kabeh, susah apa ora, sih, dadi wong sing andhap asor (rendah hati) kuwi? Contone apa, ya, sikap andhap asor kuwi.

Kanca-kanca sing tak tresnani, saiki awake dhewe urip ing jaman “flexing” utawa pamer, kang dianggep dadi barang sing keren. Akeh wong sing pamer barang-barang anyar sing nembe diduweni. Ana sing pamer sepatu anyar, pamer biji apik, nganti pamer kabecikan ing media sosial.

Miturut KBBI, andhap asor (rendah hati) tegese yaiku sipat ora sombong utawa ora angkuh. Wong sing andhap asor kuwi biyasane srawunge prasaja, ora nyepelekake wong liya, lan ora mamerake kaluwihan utawa prestasi sing diduweni. Iki minangka tumindak sing becik, kosok baline karo sombong utawa gedhe sirah. Tegese tembung andhap asor iki persis banget karo apa sing dadi pituture Paulus.

Dadi, apa kanca-kanca sasuwene iki wis nindakake sikap sing kaya mau, yaiku dadi pribadi sing andhap asor? Contone wae pas lagi mbantu kanca utawa pas kita arep pelayanan ing greja, apa kuwi kita lakoni supaya entuk pujian utawa merga pancen tulus? Andhap asor uga bisa kita lakoni pas kita ora tau mbandhing-mbandhingake awake dhewe karo pencapaiane wong liya, lan uga pas kita bisa dadi kanca kanggo wong sing mbokmenawa sajrone iki direndahake dening liyane. Pancen ora gampang, nanging Gusti mesthi maringi kekuwatan supaya kita bisa dadi pribadi sing andhap asor.

Aktivitas

  • Rancangen aksi paladosan (pelayanan) sing bisa ditindakake dening para remaja (selarasake karo kahanan greja masing-masing). Aksi iki uga bisa kerja bareng karo komisi liyane utawa Pokja Diakonia greja, manut karo program utawa momen sing ana ing greja masing-masing.
  • Para remaja dipunbagi dadi kelompok-kelompok. Gunggunge kelompok bisa nyelarasake karo jinise kegiyatan paladosan sing lagi dirancang.
  • Tema paladosan iki yaiku aksi “Abdi Sedina” (kayata ngrewangi tugas umum ing greja utawa liyane) minangka wujud nyata gladhen ngasorake dhiri kanthi kreatif.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak