Tahun Gerejawi: Paskah 3
Tema: Tuhan Memulihkan
Judul: Ayo Kita Healing
Bacaan: 2 Tawarikh 33: 1-20
Ayat Hafalan: “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.” (1 Yohanes 1 : 7)
Lagu Tema: Kidung Jemaat 402 “Kuperlukan Juruselamat”
Tujuan:
- Remaja dapat menceritakan kembali kisah pengampunan Tuhan kepada Manasye.
- Remaja dapat menjelaskan hal-hal yang membuat hubungan manusia dengan Tuhan menjadi rusak.
- Remaja dapat menyebutkan faktor penghambat manusia untuk menjaga hubungan dengan Tuhan.
- Remaja dapat melatih diri untuk menjaga hubungan dengan Tuhan.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Manasye (696-641 sM), merupakan penyebab utama kehancuran Yehuda (II Raj. 23;26; 24:3). Putra yang jahat dari raja Hizkia yang saleh ini memperoleh kehormatan untuk menjadi Raja Ibrani dengan masa pemerintahan yang paling panjang. Namun dia menyia-nyiakan sebagian besar dari masa pemerintahannya tersebut dengan menyeret penduduknya menjadi orang kafir, dalam bidang agama, dan dengan kembali tunduk kepada Asyur, dalam bidang politik (33:1-10; sama dengan II Raj. 21:1-18). Pada tahun-tahun terakhir hidupnya, kegalauan pribadi memang membuatnya bertobat walaupun sudah terlambat untuk bisa membawa pengaruh nasional yang berarti (33:11-20).
Manasye mendirikan kembali bukit-bukit pengorbanan untuk para Baal dan membuat patung-patung Asyera dan sujud menyembah kepada segenap tentara langit. Bentuk penyembahan berhala kuno yang tumbuh di Yehuda akibat Manasye kembali tunduk kepada Asyur pada tahun 676 sM pada saat putra Sanherib, Esarhadon, maju ke barat untuk melawan Mesir. Manasye melakukan penindasan dan praktek perdukunan yang menyesatkan Yehuda dan penduduk Yerusalem (ayat 9). Manasye juga bertindak sebagai penguasa yang kejam dengan “mencurahkan darah orang yang tidak bersalah sedemikian banyak” (II Raj. 21:16).
Hingga akhirnya Raja Asyur menangkap Manasye dan dibawa Ke Babel. Mungkin peristiwa ini terjadi pada tahun 648 sM pada saat Asyurbanipal berhasil meredakan pemberontakan yang berlangsung selama empat tahun oleh saudara laki-lakinya di kota tersebut. Mesir (Dinasti XXVI) telah mengambil kesempatan untuk melepaskan diri dari penindasan Asyur; dan Manasye mungkin berusaha melakukan hal yang sama walaupun kurang berhasil. Dalam keadaan yang demikian menyesakkan ia merendahkan diri di hadapan Allah dengan sangat. Dapat kita lihat, bahwa Tuhan sesekali perlu mendesak dan memojokkan seseorang untuk mengakui kesalahan dan dosanya hingga mau bertobat. Sebagai bentuk pertobatannya, Manasye berdoa memohon Tuhan untuk memulihkan kedudukannya sebagai raja. Ia membangun tembok-tembok Yerusalem demi keamanan (ayat 14), menjauhkan allah-allah asing (ayat 15) dan menegakkan mezbah TUHAN (ayat 16). Tuhan berkenan atas upaya Manasye hingga keadaan bangsa berangsur-angsur menjadi baik. Hal ini berjalan hingga Manasye mati dan digantikan Amon yang sangat jahat di mata Tuhan.
https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=2+Taw+33%3A+1-20
BAHASA INDONESIA
Pendahuluan
- Ajak remaja membaca 2 Tawarikh 33: 1-20!
- Remaja diminta untuk menutup Alkitab dan melengkapi 2 paragraf berikut dengan pilihan jawab yang disediakan.
Manasye adalah anak ______________. Ia memerintah di Yerusalem sejak usia ______________dan selama ______________. Namun ia melakukan hal yang jahat dan menyakiti hati TUHAN. Ia membangun kembali mezbah-mezbah untuk ______________, bahkan menempatkan mezbah untuk ______________di pelataran ______________. Tidak hanya itu, ia mempersembahkan ______________sebagai korban di ______________. Sehingga ______________ Yehuda dan penduduk Yerusalem. TUHAN telah berfirman dan mengingatkannya tapi ______________________. Lalu TUHAN mendatangkan ______________ untuk membelenggu dan membawanya ke ______________.
Di Babel, Manasye mencoba melunakan hati Tuhan. Ia ______________ dan ______________ kepada TUHAN, serta beriman pada-Nya. Kemudian TUHAN ______________dan mengabulkan doanya sehingga bisa kembali dan menjadi raja di Yerusalem. Ia semakin ______________ pada TUHAN. Segera setelah itu, ia meningkatakan keamanan kota dengan __________________tembok luar kota Daud. Dengan kuasanya, ia ______________ allah-allah asing dan ______________ dari rumah TUHAN. Tidak hanya itu, ia ______________ kembali mezbah-mezbah bagi TUHAN. Demikianlah bagaimana Manasye berusaha menjaga hubungan dengan TUHAN dan mendapatkan pengampunan-Nya.
Pilihan Jawaban:
| rumah Tuhan | merendahkan diri | Raja Hizkia | Lebak Ben-Hinom |
| 50 tahun | percaya | 12 tahun | menyesatkan |
| menjauhkan | mengampuni | Asyur | tidak dihiraukan |
| berhala | anak-anaknya | para Baal | berdoa |
| menegakkan | meninggikan | tentara langit | Babel |
Cerita
Akhir-akhir ini, ada istilah orang-orang muda, yang menggambarkan sebuah tindakan memulihkan diri dari keletihan aktivitas yang membebani, yakni kata healing (bhs Inggris: menyembuhkan, memulihkan). Kata Healing muncul sebagai caption, hastag atau narasi dalam gambar atau video-viedo yang bertema liburan dan jalan-jalan. Padahal proses pemulihan atau Healing ini tidak hanya dilakukan dengan liburan atau jalan-jalan ke luar kota. Sebab kedua hal itu tidak bisa dengan tuntas menyembuhkan atau memulihkan kelelahan dan penderitaan seseorang, sesaat setelah kembali ke rutinitas orang itu kembali merasa terbeban. Apakah teman-teman pernah mengalam hal ini? Lalu bagaimana caranya supaya bisa healing dengan baik? Mari kita belajar dari Manasye!
Dalam kisah yang sudah teman-teman lengkapi di atas, kita dapat ketahui bahwa Manasye mendapatkan pemulihan (healing) dari Tuhan. Sehingga Ia dapat kembali menjadi Raja dan memerintah di Yerusalem. Kejahatan-kejahatan yang telah dilakukannya ditebus dengan merendahkan diri dan memohon kebaikan Tuhan. Tidak hanya memohon, Ia juga memperbaiki kerajaan dan pemerintahannya serta menjauhkan segala praktek penyembahan berhala. Ia ingin membuktikan bahwa ia sungguh-sungguh telah bertobat dan memberikan dirinya dipimpin oleh Tuhan Allah.
Perjuangan Manasye inilah yang harus kita teladani. Bukan berarti kita harus menjadi nakal dan bandel dahulu, namun kita harus berupaya memperjuangkan hubungan kita dengan Tuhan. Hubungan dengan Tuhan adalah hubungan yang harus diperjuangkan dengan sungguh, melebihi hubungan orangtua dengan anak, hubungan sepasang kekasih, atau hubungan-hubungan lain yang ada di muka bumi ini. Sebab Tuhanlah yang berkuasa sepenuhnya atas hidup kita, Dialah yang merancang kehidupan kita dan rancangan-Nya adalah kebaikan. Oleh karena kerapuhan hidup kita, kita harus rajin-rajin menjaga hubungan kita dengan Tuhan. Terlebih apabila kita melakukan kesalahan, pelanggaran dan dosa, mari segera memohon pengampunan dengan rendah hati pada Tuhan.
Nah, ayo kita healing dalam Tuhan! Mari kita menjaga hubungan dengan Tuhan dengan cara selalu rajin berdoa. Kita harus semakin rajin membaca Alkitab, merenungkannya dan melakukannya. Selain itu juga selalu mengikuti persekutuan di dalam Nama-Nya, sehingga kita semakin dekat dalam kehendak-Nya. Inilah cara terbaik sebagai orang Kristen untuk healing, terbebas dari kepenatan dan kejenuhan.
BASA JAWI
Pendahuluan
- Ajak para remaja maca 2 Babad 33: 1-20!
- Remaja diutus nutup Kitab Sucine lan njangkepi rong paragraf ning ngisor iki kanthi pilihan jawaban kang wis dicepakake.
Pangeran Manasye kuwi putrane ______________. Sang Prabu mrentah ing Yerusalem wiwit umur ______________ lan suwene ______________. Nanging panjenengane nglakoni kang ala lan ndamel gereahing panggalihe Sang Yehuwah. Sang Ptabu mbangun misbyah-misbyah kanggo ______________ maneh, malah mapanake misbyah kanggo ______________ ing plataran ______________. Ora mung kuwi wae, Panjenengane masrahake ______________ minangka kurban ing ______________. Mula Panjenengane uga ______________ Yehuda lan para wong kang manggon ing Yerusalem. Sang Yehuwah banjur ngandika lan ngelingake nanging ______________________. Lajeng Sang Yehuwah ndhatengaken ______________ kanggo mbanda lan nggawa Sang Prabu menyang ______________.
Ing Babil, Pangeran Manasye ngudi nglilihake panggalihe Pangeran Yehuwah. Panjenengane ______________ lan ______________ marang Gusti Allahe, sarta pitados ing Asmanipun. Lajeng Sang Yehuwah ______________ lan ngabulake pandongane mula saged wangsul lan jumeneng ratu ing Yerusalem. Panjenengane tansaya ______________ marang Pangeran Yehuwah. Panjenengane banjur ngamanake kutha kanthi __________________ tembok njaba kuthane Prabu Dawud. Kanthi panguawasane, Panjenengane ______________ allah-allah ngamanca lan ______________ saka padalemane Sang Yehuwah. Ora mung iku wae, panjenengane ______________ misbyah-misbyah kagem Sang Yehuwan maneh. Kaya mangkono kepriye Pangeran Manasye ngudi apike sesambungan kaliyan Sang Yehuwah lan nampa palimirmane.
Pilihan Jawaban:
| padalemane Sang Yehuwah | ngasorake diri | Sang Prabu Hizkia | Lebak Ben-Hinom |
| 50 tahun | Pitados | 12 tahun | nasarake |
| ngedohake | ngampuni | Asyur | ora dipaelu |
| brahala | para putrane | para Baal | ndedonga |
| njejegake | nggawe dhuwur | wadya-bala ing langit | Babil |
Carita
Ingin jaman saiki, ana istilah bocah-bocah kekinian kang nggambarake sawijining lakon mulihake awak saka keseling aktivitas yang ngabot-ngaboti. Yaiku tembung healing (bhs Inggris: menyembuhkan, memulihkan). Tembung Healing kasebut caption, hastag utawa narasi ing gambar utawa video-video kang isine bab preinan lan jalan-jalan. Kamangka proses pemulihan utawa Healing iki ora mung dilakoni kanthi liburan lan jalan-jalan menyang njaba kutha. Sabab kekarone kuwi ora isa kanthi tuntas nyarasake lan ngrampungake sangsara lan kesele uwong, sabaline menyang rutinitas wong kuwi tetep ngrasakake abot lan kesel. Apa para kanca uga nate ngalami kaya ngene iki? Banjur piye carane supaya bisa healing kang bener lan apik? Ayo pada sinau saka Prabu Manasye!
Ing carita kang wes pada dijangkepi mau, awakdewe iso ngerti yen Prabu Manasye pikantuk kasarasan (healing) saking Gusti Allah. Panjenengane saged wangsul jumeneng Ratu lan mrentah ing Yerusalem. Perkawis-perkawis ala kang sampun piyambake tindakne, katebus kanthi ngasorake sarira lan nyuwun welas asihipun Gusti Allah. Ora mung nyenyuwun, piyambake uga ndandani laku kratone lan pemrentahane, sarta ngedohake saben praktek nyembah brahala. Piyambake pengen mbukteke yen tenanan olehe mratobat lan masrake diri supaya kapimpin dening Gusti Allah.
Kita kudu nulada lelakone Prabu Manasye iki. Dudu ateges kita kudu dadi nakal lan mbandel luwih dhisik supaya binerkahan, nanging kita kudu ngupaya kasaenan sesambungan kita kaliyan Gusti Allah. Sesambungan kaliyan Gusti Allah yaiku sesambungan kan kudu dilakoni tenanan, ngluwihi sesambungan wong tuwa lan anak, ngluwihi sesambungane wong pacaran, utawa kabeh sesambungan liyane kang ana ing salumahe bumi iki. Awit namung Gusti Allah ingkang nguwasani urip kita, Panjenengane kang sampun ngrancang urip kita lan rancangane kuwi anane mung apik lan sembada. Awit anane karingkihan kita, kita kudu sregep njaga sesambungan kita kaliyan Gusti Allah. Luwih-luwih yen kita nglakoni salah, nglanggar lan tumindak dosa, ayo gage nyuwun pangapurane Gusti Allah kanthi andhap asoring dhiri.
Nah, ayo kita healing ing Gusti Allah! Ayo kita njaga sesambungan kita kaliyan Gusti Allah kanthi cara tansah sregep ndedonga. Kita kudu tansah sregep maca Kitab Suci, dirasak-rasakne lan dilakoni kanthi nyata ing panguripan kita. Karo maneh kita uga kudu tansah ngguyubi pangibadah-pangibadah ing dalem Asmane, kanthi mangkono, kita tansaya raket ing karsanipun Gusti Allah. Lha iki cara paling apik minangka wong Kristen kanggo healing, iso sanyata luwar saka rasa pegel lan bosen.
Pujian Basa Jawa: KPJ 144 “Yen Nunggil Lan Gusti”
Aktivitas
- Ajak remaja mengemukakan hal-hal yang merusak hubungan manusia dengan Tuhan.
- Ajak remaja mengemukakan hal-hal yang dapat dilakukan manusia untuk menjaga hubungan dengan Tuhan.
- Ajak remaja membuat sebuah komitmen dalam menjaga hubungan dengan TUHAN.