Bersahabat dengan Alam Tuntunan Ibadah Remaja 20 Februari 2022

7 February 2022

Tahun Gerejawi: Bulan Penciptaan
Tema: Tumbuhan: Biosfer – Keterkaitan dan Kebergantungan

Bacaan Alkitab: Mazmur 104: 14-20
Ayat Hafalan:Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia.” (Mazmur 104: 14-15)

Lagu Tema: T’rima Kasih atas Alam (KK 145).

Tujuan:

  1. Remaja dapat bercerita tentang pengalaman dirinya hidup terkait dan berhubungan dengan alam di sekitarnya.
  2. Remaja dapat menganalisa dan membuat kesimpulan bahwa setiap bagian dari alam saling terkait dan bergantung satu dengan yang lain.

Penjelasan Teks:
Jika melihat secara seksama, awal Mazmur 104 menggambarkan bagian yang makro (besar) dari sebuah lingkungan –samudera dan bumi yang ditopang. Pemazmur langsung mengerucut pada pemahaman lingkungan hidup. Pemahaman ini dimulai dari penggambaran air yang merupakan sumber kehidupan. Dari air inilah timbul kehidupan untuk seluruh entitas (makhluk dan unsur kehidupan) lainnya.

Mazmur 104 menggambarkan secara rinci tentang pemaknaan ekosistem. Semua elemen terhubung satu dengan lainnya. Pemilihan kata juga tampak di dalam Mazmur 104. Manusia (“adam”) digambarkan sangat erat dengan tanah (‘adamah’). Pemazmur tahu keterkaitan dan kebergantungan satu dengan lainnya. Air, udara, tanah, tumbuhan, hewan dan termasuk manusia di dalamnya digambarkan ada keterkaitan dan kebergantungan satu dengan lainnya.

Mazmur 104 menandaskan bahwa manusia tidak bisa terlepas dari keterkaitan dan kebergantungan dengan entitas lainnya, baik yang berupa organisme dan unsur kehidupan. Manusia dapat mengerti akan keagungan ciptaan Allah, jika menyadari keterkaitan dan kebergantungan dengan entitas lain, baik makhluk ataupun unsur kehidupan lainnya.

Pendahuluan:

  1. Ajak remaja untuk berbagi pengalaman tentang kesegaran dan keindahan alam sekitar:
    • Pernahkah teman-teman memiliki pengalaman berada dekat dengan alam, seperti mendaki gunung, berkemah, jalan-jalan ke sawah, dll, coba ceritakan?
  2. Membaca Mazmur 104: 14-20!

Cerita:
Banyak bagian dari alam yang ada di sekitar kita. Tidak harus pergi ke gunung, ke pantai atau jauh dari rumah kita untuk menemukan bagian dari alam. Di sekitar tempat kita hidup sangat banyak bagian dari alam yang dapat kita temukan, seperti air, batu, tanah, rumput, bunga, semut, kupu-kupu, bahkan udara di sekitar kita. Bahkan kita sendiri merupakan bagian dari alam ini.

Semua bagian dari alam ini saling berhubungan dan terkait, saling melengkapi. Banyak ekosistem di sekitar kita yang hidup saling terkait, bahkan kita tinggal di dalamnya dan menjadi bagian dari ekosistem itu. Ada elemen hidup dan elemen yang tidak hidup, semua itu dibutuhkan dalam suatu ekosistem. Misalya ekosistem air tawar, ekosistem laut, ekosistem gunung, atau ekosistem yang terbentuk dengan campur tangan manusia seperti waduk, sawah, kolam ikan. Dari ekosistem-ekosistem yang kecil ini membentuk ekosistem yang semakin besar, dan akhirnya semua terkait dalam satu ekosistem yang besar. Jika salah satu bagian dalam ekosistem itu rusak maka akan mempengaruhi bagian yang lain. Misalnya ketika terjadi kebakaran hutan, maka ekosistem di dalam hutan itu akan rusak. Hewan-hewan penghuni hutan harus beradaptasi lagi dengan tempat yang baru setelah terjadi kebakaran.

Dari bacaan Alkitab yang sudah kita baca tadi kita diajak untuk menyadari bahwa hidup kita di dunia ini saling terkait dan bergantung satu dengan yang lain. Mazmur 104: 14-20 menceritakan bagaimana Tuhan memelihara segala ciptaanNya. Tuhan telah menciptakan alam ini dengan segala bagian atau elemennya yang saling melengkapi. Tuhan juga yang memelihara ciptanNya dengan memenuhi kebutuhan mahluk hidup yang ada di dalamnya.

Dari bacaan ini kita diajak untuk bersyukur kepada Tuhan bahwa begitu besar karya Allah bagi dunia ini dan pemeliharaanNya atas dunia ini. Bersyukur berarti tidak hanya dengan diam, tetapi juga dilakukan dengan tindakan yang turut memelihara ciptanNya ini. Bayangkan seandainya kita hidup dalam alam yang rusak, maka kita akan banyak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup kita. Tanah yang tidak subur lagi dan kesulitan air misalnya, akan membuat kita sulit mendapatkan tumbuhan yang subur untuk kita jadikan makanan yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

Manusia tidak dapat terlepas dari keterkaitan dan kebergantungan pada alam dengan segala bagian di dalamnya. Karena itu sudah menjadi kewajiban manusia untuk turut memelihara kelestarian alam dengan segala yang ada di dalamnya. Dengan cara bersahabat dengan alam, menjaga keutuhan ekosistem dan setiap bagian di dalam alam, kita mewujudkan rasa syukur kita kepada Tuhan Sang Pencipta.

Aktivitas:
Ajak remaja untuk mendesain sebuah taman sederhana di pojok atau sekitar gereja yang dapat memberi kesegaran bagi semua yang berada di dekatnya. Dapat berupa kolam sederhana atau bentuk yang lain. Kemudian ajak remaja untuk membawa satu jenis tanaman dari rumah yang mudah dirawat (dapat dilakukan minggu depan) untuk melengkapi taman tersebut.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak