Berbicara tentang rumah, rumah seringkali kita bayangkan sebagai tempat yang memberikan perasaan tenang, dan membuat setiap penghuninya merasa senang dan sehat. Hanya saja, berbicara rumah selalu tidak terlepas dengan lingkungan dimana rumah itu berada.
Pembangunan rumah juga bisa memperparah kerusakan lingkungan, selain mempercepat perubahan iklim yang berdampak pada banjir, longsor, dan rusaknya habitat tanah. Pembangunan rumah, yang kita harapkan menjadi tempat perlindungan, justru bisa memperparah kerusakan lingkungan. Industri konstruksi menyumbang sekitar 39% emisi karbon global, dan perluasan lahan perumahan sering kali merampas hutan—paru-paru Bumi kita.
Selain itu setiap aktivitas dalam rumah seringkali memiliki konsekuensi yang lebih besar bagi lingkungan. Selain papan, terdapat aktivitas keseharian dalam rumah dalam memenuhi kebutuhan keseharian seperti sandang dan pangan yang secara tidak lansung berdampak bagi lingkungan.
Di tengah situasi tersebut, gereja dalam panggilan mewujudkan misi Allah bagi dunia yang dikasihiNya melalui Mengusahan Rumah Ramah Lingkungan. Melalui pertemuan zoom ini, buku panduan Rumah Ramah Lingkungan disosialisasikan.
Materi Presentasi dapat diunduh di sini.