FirmanNya Membuat Kita Bertobat Pancaran Air Hidup 6 Februari 2023

6 February 2023

Bacaan: 2 Raja-raja 22 : 3 – 20 ǀ Pujian: KJ. 28
Nats:Segera sesudah raja mendengar perkataan kitab Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya.” (Ayat 11)

Seorang anak lelaki berusia lima tahun mengenali dirinya sendiri saat ditayangkan di sebuah acara televisi tentang anak yang hilang. Ia mengira dirinya telah berada di keluarga yang tepat dan seharusnya. Namun saat melihat dirinya terpampang di televisi, ia sadar bahwa ia telah terpisah dari orang tua dan keluarga yang sesungguhnya. Ia memberitahukan hal ini kepada pengasuhnya yang kemudian menghubungi pihak yang berwajib. Tak lama kemudian, ia telah berada dalam pelukan ibu dan keluarganya.

Raja Yosia adalah seorang raja benar di hadapan Tuhan. Ia hidup seperti Daud dengan tidak menyimpang ke kiri atau ke kanan dari jalan yang ditetapkan oleh Tuhan. Satu orang raja sebelum Yosia yang juga mendapatkan kesaksian hidup benar dihadapan Tuhan adalah Hizkia (2 Raj. 18:1-3). Mereka berdua setia kepada Tuhan dengan tidak menyimpang sama sekali dari kehendak Tuhan. Raja Yosia mengira diri dan bangsanya telah menjalani kehidupan yang benar. Namun ketika imam besar Hilkia menemukan kitab Taurat yang telah lama hilang, Yosia segera menyadari dan merespon bahwa selama ini, ia dan rakyatnya tidak menaati Allah dan terpisah dari-Nya. Yosia langsung berdukacita, karena dia sadar keberdosaan dirinya dan bangsa Yehuda. Inilah kepekaan yang menjadi tanda kebangunan rohani akan segera terjadi. Pertobatan besar terjadi di Yehuda setelah sang raja sendiri, yaitu Yosia, mengoyakkan pakaiannya. Tidak berhenti sampai di situ, Yosia juga membuat perjanjian di depan khalayak ramai untuk hidup dengan mengikuti Tuhan, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya. Sebagai hasilnya, bangsa tersebut bertobat dan kembali kepada Allah.

Seperti Yosia yang dengan tepat dan segera merespon perintah Tuhan setelah mendengarkan firman-Nya. Tidak ada penundaan. Tidak ada sedikit pun perasaan di dalam hatinya yang meremehkan setiap hal yang dia telah dengar. Bagaimana dengan reaksi kita terhadap firman Tuhan? Apakah mendengar untuk mengabaikan? Apakah kita sudah sungguh-sungguh bertobat? Itulah sebabnya kita harus membaca dan mempelajari Alkitab yang berisi pesan pribadi Allah kepada kita. Dia memberi kita pesan tersebut agar kita dapat berefleksi, mengenali dosa-dosa kita, dan mengakui, “Itu dosa saya!” Dan saat kita bertobat, kita dapat dipersatukan kembali dengan-Nya. Amin. [Mts].

“Kita harus menyesuaikan diri dengan Alkitab, bukan Alkitab yang menyesuaikan diri dengan kita.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak