Tanda Kehadiran Pancaran Air Hidup 30 Mei 2022

30 May 2022

Bacaan: Keluaran 40 : 16 – 38 | Pujian: KJ. 402
Nats:
“Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah.” (Ayat 38).

Pertunjukan segera dimulai. Malika cemas karena ibunya belum menunjukkan tanda kehadirannya. Padahal sang ibu adalah sumber semangat dan kepercayaan dirinya. Ibunya berjanji, jika Malika melihat balon merah di area pertunjukan, di sanalah ibunya berada. Ada ribuan penonton, Malika tak bisa menemukan ibunya. Ia mulai menari dengan gugup. Lalu ia melihat balon merah. Hatinya lega. Kecemasannya berganti semangat dan kepercayaan diri. Ia menari dengan yakin dan mengakhiri pertunjukan dengan baik. 

Bagi bangsa yang sedang menderita karena masa pembuangan, melihat tanda kehadiran Allah sangatlah penting. Tanda kehadiran itu nampak dalam awan di atas Kemah Suci pada siang hari dan api di dalamnya pada malam hari. Tanda tersebut menegaskan bahwa Allah hadir dan senantiasa membersamai mereka dalam masa terberat. Bahkan penyertaan Allah memberi pengharapan bahwa keadaan yang ada dalam kekacauan dan ketidakpastian akan dipulihkan. Hal ini penting untuk membangkitkan semangat yang telah pudar.

Dalam krisis, manusia rentan mempertanyakan tanda kehadiran Allah. Deus Absconditus adalah konsep Tuhan yang tersembunyi, yang seolah-olah tidak hadir dalam penderitaan umat-Nya. Bangsa Israel dan kita juga seringkali berada pada posisi demikian. Berpikir Tuhan tidak hadir dalam masa-masa terberat hidup ini. Tapi meskipun tanda kehadiran Tuhan tidak nampak sejelas awan dan api yang bisa terlihat oleh segenap umat Israel, sesungguhnya Allah senantiasa hadir dan membersamai umat-Nya, bahkan dalam penderitaannya. Kunci merasakan kehadiran Allah adalah dengan menjalani proses kehidupan seberat apapun dengan tetap taat dan setia melakukan bagian-bagian kita. Sembari mencecap kekuatan dan pertolongan Tuhan hingga kita bisa melewati setiap penderitaan itu dengan tetap teguh berdiri dalam iman. Tanda kehadiran Tuhan semakin nyata terasa dalam kerapuhan diri kita. Amin. [wdp]

“Tanda kehadiran Allah tak mesti terlihat dalam semarak yang dengan mudah dirasakan oleh indera manusia,
tapi terasa nyata lewat penyertaan-Nya dalam
pengalaman hidup sehari-hari.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak