Bacaan : Lukas 15 : 1 – 10 | Pujian : KJ 178
Nats : “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.” [ayat 7]
Setiap orang akan bersedih jikalau kehilangan orang yang dikasihinya, entah karena ditinggal berpergian atau meninggal dunia. Hal ini tentunya wajar karena ada kedekatan dan kenangan yang sudah dijalani bersama. Demikianlah Tuhan Yesus yang tidak pernah menginginkan satupun dari umat yang dikasihiNya jauh, pergi dan bahkan tersesat. Ia sangat mengenal satu per satu umat yang diciptakanNya begitupun dengan segala pergumulannya.
Tuhan Yesus ingin menunjukkan betapa besar kasih Allah kepada orang- orang berdosa. Mereka “yang hilang” dalam bacaan kita saat ini adalah orang-orang berdosa dan pemungut cukai, yang dianggap sebagai kaum terbuang oleh sebagian orang Yahudi pada zaman Tuhan Yesus. Meski orang-orang Farisi tidak menyetujui jika Yesus makan bersama dengan mereka, Tuhan Yesus tetap member perhatian dan mau makan bersama dengan mereka yang dianggap berdosa tersebut. Anggapan tersebut tidak menjadikan Tuhan menjauhi mereka, tetapi Tuhan justru menyambut dan menjadikan mereka umatNya juga. Mereka tidaklah ditinggalkan. Ibarat seorang gembala yang baik, yang kehilangan dombanya, maka mereka yang hilang ini akan dicari hingga ditemukan. Demikianlah Tuhan Yesus selalu punya cara untuk menolong umatnya dan berkarya bagi mereka.
Kita mungkin juga masuk dalam kategori “yang terbuang” itu. Namun setiap kita dapat menjawab tawaran keselamatan dari Allah. Jawaban itu dinyatakan dalam sikap pertobatan untuk hidup sesuai kehendak-Nya, menaruh percaya pada Yesus Kristus yang telah menyelamatkan kita. Mungkin saja godaan duniawi selalu menggerogoti sikap beriman kita. Namun keyakinan dan keteguhan akan kebenaran sejati dalam Yesus Kristus menjadi dasar dan kekuatan hidup kita untuk mawas diri. Kita rela melepaskan kelekatan kita pada hal – hal duniawi karena Kristus senantiasa ada bersama kita.
Betapa berharganya kita di hadapan Allah. Itu ditunjukkan melalui pengorbanan Tuhan Yesus. Mari hayati pengorbanan Kristus Yesus dan jadilah bijak dalam segala perkara. Amin [GRA]
“DarahNya menyucikan, KasihNya pulihkanku”