Bacaan: Lukas 24 : 44 – 53 ǀ Pujian: KJ. 428
Nats: “… dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.” (Ayat 47-48).
Menurut Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Pasal 1 butir 26 pengertian dari saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan, dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri. Kita yang mengaku sebagai pengikut Kristus adalah saksi. Kita percaya Yesus benar-benar lahir, berkarya melayani, menderita sampai mati dan bangkit pada hari yang ke-3. Kita tidak hidup pada zaman Yesus yang langsung menyaksikan pelayanan-Nya, tetapi iman percaya kita terhadap karya-Nya itulah yang mendorong kita untuk menjadi saksi yang setia dan benar bagi Yesus. Menjadi saksi Kristus tidak sama dengan saksi pada suatu perkara di pengadilan yang harus menjalani proses sumpah. Menjadi saksi Kristus adalah benar-benar melihat apa yang terjadi, benar-benar mengalami, dan menyampaikan dengan benar, tidak mengurangi ataupun menambahkan tentang karya kasih Kristus dalam hidup kita.
Pada saat itu, menjelang kenaikan Tuhan Yesus ke Surga, Ia mempersiapkan murid-murid-Nya untuk menjadi saksi-Nya. Ia membuka pikiran mereka sehingga mereka dapat mengerti Kitab Suci, memahami karya penyelamatan yang telah dilakukan-Nya, dan juga dapat menyampaikan berita pertobatan serta pengampunan dosa dalam nama Kristus kepada segala bangsa. Tidak hanya itu, para murid juga akan diperlengkapi dengan kuasa Tuhan, yang akan memampukan mereka menjadi saksi Tuhan. Bahkan sebelum naik ke Surga, Tuhan Yesus mengangkat tangan-Nya dan memberkati para murid-Nya. Semua itulah yang menjadikan para murid bersemangat menjadi saksi Tuhan sehingga Injil Tuhan terwartakan sampai di seluruh penjuru bumi.
Menjadi saksi Kristus di dunia adalah sebuah tugas yang berat, tetapi yakin dan percayalah akan janji Tuhan, bahwa Ia akan menyertai kita yang bersaksi tentang Dia. Di sinilah salah satu bentuk cinta kasih Yesus, yaitu Ia memanggil kita menjadi saksi-Nya, menjadi penyambung lidah-Nya. Dan Ia selalu memberikan Roh Kudus-Nya yang akan senantiasa menghibur, menguatkan dan menolong kita sebagai saksi-Nya. Amin. [DB].
“Permasalahan menjadi saksi Kristus bukan masalah mampu atau tidak,
melainkan maukah kita menjadi saksi Kristus?”