Bacaan : I Timotius 2 : 1 – 7 | Pujian : KJ. 460 : 1, 2, 3
Nats: “Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang” (ayat 1b).
Paulus mendorong kita berdoa bagi semua orang, termasuk para pemimpin negara. Doa yang kita lakukan dengan benar dan yakin akan sangat besar kuasanya (Yakobus 5:16). Perintah Paulus agar berdoa bagi para raja, merupakan sebuah perintah yang hebat, mengingat bahwa Nero adalah seorang penguasa yang terkenal kejam pada waktu itu. Saat Paulus menulis surat ini, penganiayaan merupakan ancaman serius terhadap para orang percaya. Ketika terjadi kebakaran besar yang membinasakan sebagian besar kota Roma dan memakan banyak korban, Nero menyalahkan para orang Kristen Roma, sebagai alasan membebaskan diri dari tanggungjawab. Para orang Kristen tak hanya diingkari hak-haknya, tetapi juga di depan umum mereka dibunuh secara kejam, dibakar, atau dilempar menjadi umpan bagi binatang-binatang.
Jika kita dalam suasana damai dan tenang, seringkali kita lupa untuk mendoakan mereka yang sedang berkuasa, sebab kita menganggapnya sebagai hal yang wajar dan seharusnya, karena tugas pemerintah adalah menjamin adanya damai dan aman. Lebih mudah berdoa, apabila kita mengalami masalah-masalah. Sebaiknya kita selalu berdoa bagi mereka yang ada dalam kekuasaan di seluruh dunia, agar umat manusia ada dalam kondisi kondusif untuk menerima hal-hal yang baik.
Berita Injil memiliki skope universal; tidak hanya pada umat satu ras tertentu, satu jenis kelamin tertentu, atau latar belakang satu kebangsaan tertentu. Allah mengasihi seluruh dunia dan mengutus Putera-Nya untuk menyelamatkan manusia berdosa. Tak pernah terbayangkan bahwa seseorang ada di luar kasih karunia Allah atau di luar jangkauan tawaran keselamatan-Nya.
Kita manusia dipisahkan dari Allah sebab dosa, dan hanya satu pribadi di alam semesta ini yang dapat menjadi mediator kita, berdiri di antara kita, dan membawa kita bersama-Nya lagi, yakni Tuhan Yesus, yang adalah Allah dan manusia. Pengorbanan Tuhan Yesus membawa hidup baru bagi semua orang. Amin. (Esha).
“Jangan kehendakku, Bapa, kehendak-Mu jadilah”