Ukuran Perjumpaan Rohani… Realitas! Renungan Harian 14 Oktober 2019

14 October 2019

Bacaan : Kisah Para Rasul 26 : 24 – 29 | Pujian : KJ 33
Nats : “jawab Agripa: hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen“ (ayat 28)

Saat wawancara tes masuk sekolah teologi si A yang berusia 46 tahun, beralasan bahwa keinginannya mendaftar di sebuah sekolah teologi
dikarenakan perjumpaan rohani yang ia alami. Melalui sekolah teologi si A berharap dapat menguji perjumpaan rohani yang dialaminya. Tidak hanya
si A, beberapa tokoh dunia mengalami pembaharuan hidup melalui insights atau pencerahan rohani yang menakjubkan. Perubahan hidup melalui
perjumpaan rohani yang dialami itu menjadi trigger atau pemicu pembaharuan diri dan selanjutnya membawa perubahan pada orang lain di sekitarnya.

Pembelaan diri Paulus di hadapan Raja Agripa tidak sebatas membuktikan tuduhan yang keliru orang Yahudi atas dirinya, akan tetapi menjadi moment istimewa bagi Paulus untuk menceritakan pertobatannya di Damsyik. Namun Festus, penasihat Agripa menganggap Paulus sudah gila dan ‘menista’ agama Yahudi. Tetapi Paulus bersikukuh bahwa pertobatan dan kebenaran yang disampaikannya itu benar-benar nyata dialaminya dan ia
masih memiliki pikiran yang sehat (ay.25). Kesaksian Paulus tersebut membuat raja Agripa tertarik dengan Yesus Kristus, sehingga jikalau bukan
karena jabatannya, raja Agripa hampir menjadi pengikut Kristen. Perjumpaan Rohani dengan Kristus sang ‘Cahaya Terang’, membawa pada
transformasi kehidupan rohani dan jasmani Paulus. Transformasi Paulus nampak pada pewartaan kasih Kristus kepada semua orang, meskipun
resikonya adalah ancaman, penangkapan dan penjara. Penderitaan bukan halangan untuk mewartakan kasih Kristus kepada semua orang. Artinya,
transformasi Rohani-Spritual yang berasal dari Roh Allah, benar-benar membawa perubahan pada dunia nyata kehidupan pribadi sesuai dengan
Firman Allah.

Bagaimana jikalau kemudian kita menjumpai ada orang yang mengklaim mengalami perjumpaan dengan Roh Tuhan, kepenuhan Roh Kudus,
merasa lahir baru, dsb? Mudah saja, untuk mengetahui ukuran jika itu benar-benar transformasi dari Roh Allah. Lihatlah melalui kehidupan nyata
sehari-hari. Apakah orang tersebut konsekuen dan berani menempuh semua resiko terburuk dalam beriman dan mewartakan kasih Kristus?
Marilah memohon supaya Allah memakai kita setiap hari melalui perkataan dan perbuatan kita yang mewartakan kasihNya. Apapun resikonya. Amin
(BK)

“Mengalami pengalaman rohani tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi menjadi jalan Allah menyatakan karyaNya di dunia”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak