Jangan Bermain Api Nanti Terbakar Pancaran Air Hidup 14 November 2022

14 November 2022

Bacaan: Yehezkiel 11 : 14 – 25 | Pujian: KJ. 402 : 1, 3
Nats:… supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.” (Ayat 20)

Lupa diri, seperti itulah yang terjadi di dalam kehidupan bangsa Israel. Mereka adalah bangsa pilihan Tuhan, namun mereka telah jauh dari Tuhan. Karena itu Tuhan meninggalkan mereka, sehingga mereka mengalami kekalahan dalam peperangan melawan musuh-musuhnya. Mereka menjadi tawanan bangsa lain, dibuang, dan menjadi orang asing di tanah bangsa lain. Dalam kondisi terjepit dan menderita, bangsa Israel mulai sadar dan berteriak kepada Tuhan memohon pengampunan. Mereka merindukan masa-masa indah, merdeka, sejahtera, tenang dan damai seperti sebelumnya. Dibalik kondisi yang demikian, Tuhan tetap mengasihi umat-Nya. Ketika bangsa Israel harus dibuang akibat kejahatannya, mereka tetap dalam pemeliharaan-Nya. Tuhan tetap memberi mereka kesempatan untuk kembali ke tanah Kanaan. Pengembalian posisi bukan hanya secara geografis di tanah Kanaan, tetapi juga kehidupan yang benar di mata Tuhan. Mereka harus menjauhkan segala dewa yang menjijikkan dan segala perbuatan keji mereka.

Pembaharuan bagi Israel akan terjadi. TUHAN akan melakukan pembaruan spiritual, memperbaharui hati mereka dan memberi roh yang baru, melembutkan hati mereka menjadi taat melakukan segala ketetapan dan peraturan-Nya dengan setia. Itulah janji Tuhan kepada mereka. Namun, bukan berarti mereka bisa hidup semau dan menuruti keingingan mereka sendiri, mereka harus hidup taat kepada kehendak Tuhan, hidup menurut segala ketetapan dan peraturan Tuhan dengan setia. Itulah yang akan membawa mereka pada pemulihan.

Ketidaktaatan yang dilakukan bangsa Israel berujung pada konsekuensi yang menyedihkan. Sangat baik jika kita mau menjadikan apa yang dilakukan bangsa Israel dan konsekuensi yang harus mereka tanggung sebagai pembelajaran bagi kita. Tuhan adalah Allah yang penuh kasih, tetapi sekaligus Allah yang sangat serius dengan ketaatan. Tuhan sudah menetapkan hal-hal yang boleh kita lakukan dan yang tidak boleh kita lakukan. Ketidaktaatan kita akan merugikan diri kita sendiri. Kata pepatah, “Jangan bermain api, nanti terbakar.” Jangan main-main dengan dosa, karena bisa mendatangkan derita. Selagi ada kesempatan, segeralah kembali kepada Tuhan. Amin. [YHS].

“Ketidaktaatan dapat membawa kita kepada penderitaan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak