Bacaan: Kisah Para Rasul 9 : 32 – 35 | Pujian: KJ. 40
Nats: “Kata Petrus kepadanya: Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu! Seketika itu juga bangunlah orang itu. Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan.” (Ayat 34-35).
“Dibantu ya! Kalau tidak dibantu tidak bisa jadi apa-apa, kalau dibantu bisa jadi apa ya? 1-2-3, bin salabin jadi apa? Prok-prok-prok ….” (sambil meminta penonton bertepuk tangan). Begitulah cara Pak Tarno memainkan sulapnya sembari menghibur para penontonnya. Setelah sulap yang dilakukan berhasil, Pak Tarno disambut dengan tepuk tangan dan gelak tawa para penonton. Sulap memang sangat memukau apalagi yang dilakukan diluar logika dan nalar penonton. Namun, sulap tidak selalu murni benar-benar terjadi, kebanyakan pesulap sebenarnya menggunakan trik-trik yang tidak diketahui oleh penontonnya. Apakah saudara pernah terpukau dengan sulap yang dilakukan dengan trik tertentu? Bagaimana dengan berkat dan mukjizat Tuhan yang bukan sulap tetapi benar-benar nyata terjadi dalam hidup saudara?
Kejadian yang dialami oleh Eneas, tentu bukan sulap dan bukan kejadian yang biasa. Alkitab mencatat selama 8 tahun Eneas terbaring di tempat tidur karena lumpuh. Artinya selama ini belum ada orang atau tabib yang bisa menolong Eneas untuk pulih dari sakit lumpuhnya. Kemudian saat itu, Petrus dengan kuasa dari Tuhan Yesus sanggup menolongnya. Maka, ini menjadi peristiwa yang mengherankan, bukan hanya bagi Eneas, melainkan juga bagi semua penduduk di Lida dan Saron. Setelah melihat peristiwa menakjubkan yang dialami oleh Eneas itu, semua penduduk di Lida dan Saron berbalik kepada Tuhan. Berbalik berarti menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. Sikap mereka ini merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan. Mereka merespon kebaikan Tuhan dengan menjadi percaya kepada Tuhan, sekalipun mukjizat tidak mereka alami secara langsung.
Berkat dan mukjizat Tuhan tentu bukan sulap, tetapi nyata kita alami dalam kehidupan kita. Berkat Tuhan tidak selalu berwujud sesuatu yang spektakuler dan luar biasa. Berkat Tuhan bisa hadir pada hal-hal kecil yang mungkin tampak remeh, jika kita menyadarinya. Lantas bagaimana cara kita mensyukurinya? Caranya adalah dengan berbalik dan terus percaya kepada-Nya. Amin. [TpJ].
“Terpukaulah pada berkat Tuhan yang nyata, bukan pada sulap semata.”