Pertemuan Forum Pemuda GKJW yang diikuti oleh pengurus Forum Pemuda dan pemuda-pemudi utusan masing-masing Majelis Daerah berlangsung selama tiga hari, sejak tanggal 25-27 Juli 2025 di kantor Majelis Agung GKJW. Mengusung tema “Sahabat Jiwa Pemuda Penggerak”, kegiatan ini dirancang untuk mrnjadi ruang bagi pemuda-pemudi GKJW dengan pemahaman mendalam tentang persahabatan, potensi diri, dan peran strategis mereka dalam pembangunan Jemaat dan Daerah, serta pelayanan GKJW secara umum.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Wakil Sekretaris Umum Majelis Agung GKJW, Pdt. Kristanto. Beliau menekankan pentingnya peran pemuda sebagai bagian yang berharga di tengah gereja dan masyarakat, serta harapan agar melalui forum ini, pemuda dapat saling menguatkan dan menjadi agen perubahan di tengah-tengah tantangan pelayanan GKJW.
Sesi pertama diisi dengan materi mendalam berjudul “Sahabat Jiwa” yang disampaikan oleh Pdt. Dr. Hardiyan Triasmoroadi. Dalam paparannya, Pdt. Dr. Hardiyan menggali esensi persahabatan sejati, baik secara spiritual maupun sosial, dan bagaimana persahabatan dapat menjadi fondasi kekuatan bagi pemuda dalam menghadapi berbagai tantangan.
Materi tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik “Sahabat Jiwa bagi Teman Sebaya” yang dipandu oleh Pdt. Muso Wahyu Bimantoro. Para peserta diajak untuk langsung mengaplikasikan konsep-konsep persahabatan dalam interaksi sehari-hari, membangun empati, dan saling mendukung di antara mereka.
Memasuki hari kedua, fokus dialihkan pada pengembangan potensi diri dan daerah. Pdt. Gideon Hendro Buono memfasilitasi sesi Analisis Potensi Daerah dan Jemaat. Sesi ini mendorong pemuda untuk mengenali dan menggali potensi-potensi yang ada di lingkungan pelayanan mereka masing-masing, baik dari segi sumber daya Manusia, budaya, maupun potensi jemaat yang dapat dikembangkan.
Semangat kebersamaan dan kekompakan semakin dipererat melalui kegiatan Outbond yang dipandu langsung oleh Komunitas Basis Mahasiswa (KBM) Malang yang dilaksanakan di Kompleks IPTH Balewiyata. Berbagai permainan dan tantangan dirancang untuk melatih kerjasama, kepemimpinan, dan pemecahan masalah dalam suasana yang menyenangkan.
Setelah kembali dari kegiatan outbound, pembahasan mengenai Potensi Daerah dan Jemaat kembali dilanjutkan dan dimatangkan oleh Pdt. Gideon Hendro Buono. Diskusi mendalam ini bertujuan untuk merumuskan ide-ide konkret dan langkah-langkah strategis yang dapat diambil oleh pemuda dalam memanfaatkan potensi yang telah diidentifikasi tersebut.
Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah sesi Pematangan Aksi Pemuda KPPMD dan Utusan Pemuda yang dibimbing oleh Pdt. Kukuh Christanto. Dalam sesi ini, para pemuda KPPMD (Kelompok Pelayanan Pemuda Majelis Daerah) dan utusan pemuda dari berbagai jemaat diajak untuk merumuskan rencana aksi nyata yang akan mereka implementasikan di daerah dan jemaat masing-masing. Ini merupakan wujud komitmen para pemuda untuk tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi juga bergerak menjadi pemuda penggerak yang berdampak.
Pertemuan Forum Pemuda GKJW tahun ini diharapkan menjadi titik awal bagi para pemuda untuk semakin memahami dan menjalankan peran mereka sebagai “Sahabat Jiwa Pemuda Penggerak” yang aktif berkontribusi, utamanya dalam Gerakan Pendamping Pemuda yang menjalankan fungsi dan peran sebagai kepanjangan tangan Komisi Pembinaan Pemuda dan Mahasiswa bagi para pemuda-pemudi di Jemaat.