Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) melalui Pokja Tanggul Bencana memperkuat jejaring kemanusiaan dan meningkatkan kapasitas respons kebencanaan melalui partisipasi dalam program ToGETHER. Keterlibatan ini menjadi bagian dari upaya GKJW untuk memperkuat peran lembaga berbasis agama dalam konteks kemanusiaan, sekaligus mendorong keberlanjutan kerja-kerja kemanusiaan yang berorientasi pada penguatan kapasitas lokal.
Rangkaian kegiatan berlangsung pada tanggal 08-15 Oktober 2026 dengan dua agenda utama. Pada tanggal 08–12 Oktober 2026, Pokja Tanggul Bencana GKJW mengikuti lokakarya exit strategy dan rencana keberlanjutan pendekatan pelokalan dalam kerja kemanusiaan yang digagas oleh jaringan ToGETHER yang dilaksanakan di Jakarta Pusat. Agenda ini menjadi ruang refleksi dan perencanaan untuk memastikan bahwa proses penguatan kapasitas lokal, kolaborasi, dan kerja kemanusiaan dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Selanjutnya, pada 13–14 Oktober 2026, Pokja Tanggul Bencana GKJW berpartisipasi dalam peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang dilaksanakan di Serang-Banten. Dalam salah satu sesi pada Bulan PRB di tanggal 13 Oktober 2026, GKJW melalui Pokja Tanggul Bencana mendapat kesempatan menjadi narasumber dalam sharing session bertajuk “Memperkuat Kapasitas Respons Kemanusiaan di Tingkat Lokal”, dengan membawa perspektif dan pengalaman sebagai lembaga berbasis agama.
Partisipasi tersebut menjadi momentum bagi Pokja Tanggul Bencana GKJW untuk memperkenalkan keberadaan, kapasitas, dan kontribusi GKJW kepada jejaring kemanusiaan yang lebih luas. Melalui forum ini, Pokja Tanggul Bencana GKJW menegaskan bahwa gereja tidak hanya hadir dalam pelayanan spiritual, tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi mitra kerja kemanusiaan yang berkontribusi pada seluruh tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pra-bencana, tanggap darurat, hingga pascabencana. Potensi tersebut tampak ketika Pokja Tanggul Bencana GKJW memaparkan pengalaman mengenai kapasitas lokal, struktur organisasi penanggulangan bencana di lingkungan GKJW, jaringan yang dimiliki, serta berbagai aksi kebencanaan yang telah dilakukan. Berbagai pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya penguatan struktur kelembagaan, koordinasi antar organisasi, dan pemanfaatan jejaring lokal untuk mendukung respons kemanusiaan yang lebih terorganisir.
Lebih dari sekadar memperkenalkan kelembagaan, sesi berbagi ini menjadi ruang pembelajaran bersama bagi berbagai lembaga kemanusiaan dan kebencanaan. Pertukaran pengalaman membuka kesempatan bagi setiap pihak untuk memahami kapasitas, tantangan, dan pendekatan yang dikembangkan oleh masing-masing lembaga dalam memperkuat ketangguhan lokal. Dalam konteks ini, pengalaman Pokja Tanggul Bencana GKJW turut memperkaya diskusi mengenai peran lembaga berbasis agama dalam membangun kesiapsiagaan, memperkuat respons, serta mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Melalui program ToGETHER, Pokja Tanggul Bencana GKJW terus mengembangkan jejaring dan kapasitas kelembagaan agar keterlibatan gereja dalam kerja kemanusiaan dapat berlangsung secara terarah dan berkelanjutan. Upaya ini menempatkan penguatan kapasitas lokal, kolaborasi lintas lembaga, dan keberlanjutan pendampingan sebagai bagian penting dalam membangun umat yang lebih tangguh menghadapi risiko bencana. Keikutsertaan GKJW dalam rangkaian kegiatan ini menegaskan komitmen Pokja Tanggul Bencana untuk terus belajar, berbagi, dan bekerja bersama dengan berbagai pemangku kepentingan kemanusiaan. Dengan memperkuat jejaring dan mengembangkan kapasitas lokal, GKJW melalui Pokja Tanggul Bencana berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi pengurangan risiko bencana dan pelayanan kemanusiaan yang menjangkau masyarakat secara lebih luas. Tuhan Memberkati.