Pelatihan Clinical Pastoral Education 2019

Greja Kristen Jawi Wetan bersama United Evangelical Mission (UEM) kembali mengadakan pelatihan pengenalan “Clinical Pastoral Education” (CPE). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pendampingan pastoral bagi pendeta-pendeta gereja anggota UEM.

Selama 10 hari mulai tanggal  3 hingga 13 September 2019 peserta mendapat pelatihan di Kompleks Majelis Agung GKJW (Kompleks Balewiyata) dan di Rumah Sakit Marsudi Waluyo, Malang. Pelatihan di rumah sakit diadakan agar para peserta memiliki pengalaman langsung mengadakan pendampingan pastoral klinis dengan pasien.

Delapan orang pendeta GKJW dan dua orang pendeta Gereja Kristen Pasundan (GKP) mengikuti program pelatihan ini. Kehadiran dua pendeta GKP dalam pelatihan tersebut adalah salah satu bentuk kemitraan antara GKJW dan GKP meskipun GKP bukan gereja anggota UEM. Bertindak sebagai supervisor dalam pelatihan ini adalah Pdt. Nursini Sihombing dari UEM.

Pendampingan pasien idealnya dilakukan oleh orang yang sehat. Akan tetapi, dalam kenyataannya, tidak ada orang yang benar-benar sehat jika ditinjau dari sisi teologis. Banyak pendamping yang mempunyai luka batin atau gambar diri yang rusak.

Metode CPE dibuat bukan hanya untuk menolong pasien namun juga untuk menolong para pendamping (pendeta/ konselor atau dalam konteks CPE sering disebut “Chaplain”) menemukan kelebihan dan kekurangan yang menjadi penghambat dalam pelayanan. Chaplain diajak untuk menemukan kesadaran dirinya kembali agar pelayanannya menjadi lebih baik.

Penutupan pelatihan CPE ini telah dilaksanakan pada tanggal 13 September 2019 di Ruang Coolen Kompleks Majelis Agung GKJW. Acara tersebut dihadiri oleh Pelayan Harian Majelis Agung GKJW dan seluruh peserta Pelatihan CPE.

Ibadah Penutupan Pelatihan CPE dipimpin oleh Pdt. Dr. Budi Cahyono. Adapun khotbah diambil dari Lukas 23 : 39 – 43 dengan inti bahwa Yesuslah guru atau pendidik sejati di bidang Pendidikan Pastoral Klinis. Dari bacaan tersebut kita diingatkan bahwa pelayanan pastoral kepada orang sakit apalagi ketika mereka menyongsong kematian merupakan inti dari pelayanan yang sesungguhnya. Pelayanan tersebut biasa disebut sebagai Heaven’s Gate Ministry (Pelayanan  Terhadap Pintu Gerbang Sorga), sebab pelayanan seperti inilah yang langsung menghantar seseorang menuju Allah, menuju kepada Sorganya.

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •